SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analyse Personaldeixis im Märchen „Der Geschichtenkönig und das Sternenkind“

Kristina Tri Kusdiana

Abstrak


Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa orang tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain, sebab bahasa adalah media komunikasi. Keberadaan bahasa memudahkan seseorang untuk bisa mengeluarkan pendapatnya dan apa yang dia inginkan.

            Memahami situasi pembicaraan adalah sesuatu yang penting dalam berkomunikasi. Apabila seseorang tidak memahami situasi tersebut, nantinya pasti akan ada kesalahpahaman di antara pembicara dan pendengar. Dalam pembicaraan langsung, seperti bercakap-cakap, orang bisa bertanya langsung, apabila orang tersebut tidak mengerti dengan topik yang sedang dibicarakan. Tetapi dalam bahasa tulis orang harus memperhatikan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh teks tersebut. Kata ganti sering digunakan sebagai pengganti ungkapan nominal. Karena itu sering muncul pertanyaan, siapa yang dimaksud dengan kata ganti itu atau kenapa kata ganti tersebut muncul.

            Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mengacu kepada deiksis. Deiksis adalah bagian dari ilmu Semantik. Dalam bahasa Jerman deiksis dibagi atas deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu dan deiksis sosial. Deiksis persona erat hubungannya dengan komunikasi dalam situasi percakapan. Oleh karena itu deiksis persona akan dianalisis dalam penelitian ini.

Yang menjadi instrumen penelitian ialah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pemandu berupa tabel-tabel pengumpul data.

Metode penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Data-data disusun, dianalisis, kemudian diinterpretasikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua deiksis persona ada dalam dongeng  „Der Geschichtenkönig und das Sternenkind“. Dari 7 jenis kata ganti yang termasuk dalam deiksis persona, ternyata hanya ada 5 jenis kata ganti yang terdapat dalam kumpulan data, yaitu Personal-, Relativ-, Reflexiv-, Indefinit-, und Demonstrativpronomina.

Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyarankan agar deiksis bisa diteliti lebih lanjut.