SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Der Zusammenhang zwischen der Wahrnehmung bezüglich der Ausführung des Lehr- und Lernprozesses der Muttersprachlerin und den Lernleistungen der DeutschstudentInnen

Reni Narvitasari

Abstrak


Dalam pengajaran bahasa, lingkungan kebahasaan diciptakan untuk meningkatkan kualitas kemampuan berbahasa siswa. Penciptaan lingkungan ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain tujuan kualitas guru, pendekatan dan metode yang digunakan, kondisi siswa, dan lain-lain. Sehubungan dengan penciptaan lingkungan kebahasaan Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dari tahun ke tahun selalu meningkatkan kualitas lingkungan kebahasaannya agar mahasiswa bisa mempelajari bahasa Jerman dengan baik. Mulai tahun 2005 lingkungan kebahasaan die Jurusan Ssatra Jerman Universitas Negeri Malang semakin lengkap karena mempunyai seorang dosen penutur asli bahasa Jerman. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2004 terhadap proses belajar mengajar bersama dosen penutur asli bahasa Jerman, mengetahui prestasi belajar mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2004 Universitas Negeri Malang setelah diajar dosen penutur asli bahasa Jerman, dan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap proses belajar mengajar bersama dosen penutur asli bahasa Jerman dan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2004 Universitas Negeri Malang.

Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ssatra Jerman Universitas Negeri Malang angkata 2004 dengan jumlah responden sebanyak 31 mahasiswa. Metode pengumpulan data melalui angket dan daftar nilai mata kuliah yang telah diajarkan oleh dosen penutur asli bahasa Jerman yaitu mata kuliah Deutsche Phonologie, Hörverstehen, dan Mündlicher Ausdruck. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata, frekuensi, persentase, teknik korelasi Spearman Rank, dan rumus t.

Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa Jurusan angkatan 2004 Universitas Negeri Malang terhadap proses belajar mengajar bersama dosen penutur asli bahasa Jerman pada umumnya baik. Dalam mengajar dosen penutur asli menggunakan bahasa Jerman, sehingga mahasiswa mendengarkan dan mempraktekkan secara langsung bahasa Jerman dengan pengucapan yang benar. Selain itu dosen penutur asli bahas Jerman ramah dan simpatik dalam mengajar sehingga mahasiswa tidak takut diajar olehnya dan mempunyai minat yang besar untuk mengikuti perkuliahannya.

Prestasi belajar mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2004 Universitas Negeri Malang sebagian bagus dan sebagian tidak begitu bagus. 51,61 % mahasiswa mendapatkan prestasi yang baik karena nilainya di atas rata-rata kelas. Sedangkan

 

iii

48,39 % mahasiswa mendapatkan nilai kurang baik karena nilainya di bawah rata-rata

kelas. Prestasi belajar mahasiswa diperoleh dari tiga matakuliah yaitu Deutsche Phonologie, Hörverstehen, dan Mündliche Ausdruck.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar bersama dosen penutur asli bahasa Jerman dan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2004 Universitas Negeri Malang. Mahasiswa yang mempunyai persepsi yang baik terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar bersama dosen penutur asli bahasa Jerman tidak selalu mendapatkan prestasi yang baik pula. Sedangkan mahasiswa yang mempunyai persepsi yang kurang baik terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar bersama dosen dosen penutur asli bahasa Jerman tidak selalu mendapatkan prestasi yang jelek pula.