SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Intelegensi, Kebiasaan Belajar Dengan Penguasaan Gramatika Bahasa Jerman Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2003 Universitas Negeri Malang

Ria Yuli Fitriastutik

Abstrak


Perubahan konsepsi pendidikan dan pengajaran saat ini membawa perubahan sistem belajar mengajar di sekolah-sekolah dan di kampus-kampus. Sistem belajar saat ini dititikberatkan pada life skill bagi pembelajar. Begitu juga dalam proses pembelajaran dan pengajaran bahasa, diharapkan pembelajar mampu melakukan aktivitas berbahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan kaidah bahasa yang dipelajari. Perubahan-perubahan itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya prestasi belajar siswa dan mahasiswa

            Pembelajar bahasa Jerman secara ideal diharapkan mampu menguasai aspek-aspek bahasa yang dipelajari. Salah satu dari aspek bahasa adalah penguasaan gramatika. Walaupun saat ini ada pergeseran sudut pandang tentang  gramatika seiring dengan perubahan metode pengajaran, tetapi gramatika masih diperlukan untuk memenuhi kompetensi berbahasa yang baik dan benar. Dalam mempelajari bahasa Jerman dipengaruhi juga oleh faktor internal pembelajar. Contoh faktor-faktor internal pembelajar adalah intelegensi dan kebiasaan belajar.

             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intelegensi, kebiasaan belajar dengan penguasaan gramatika mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2003. Populasi yang diambil adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2003 sejumlah 24 orang. Peneliti menggunakan teknik sampel total dengan jumlah sampel 24 orang. Dalam proses selanjutnya terjadi pengurangan jumlah sampel sebanyak 5 orang sehingga jumlah subyek penelitian yang tersisa hanya 19 orang. Hal ini terjadi karena ke 5 subyek tersebut di atas, tidak memenuhi persyaratan tiga variabel yang sempurna. Penelitian ini menggunakan  penelitian dekriptif kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, kuesioner, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik nonparametrik korelasi Spearman Ranks.

             Berdasarkan hasil deskripsi data, terdapat 1 orang yang memiliki intelegensi superior, 8 orang yang memiliki intelegensi di atas rata-rata, 8 orang yang memiliki intelegensi rata-rata, dan 2 orang yang memiliki intelegensi di bawah rata-rata. Jumlah prosentase yang didapat adalah 5,26 % intelegensi superior, 42,11% intelegensi di atas rata-rata, 42,11 % intelegensi rata-rata, dan hanya 10,52 % intelegensi di bawah rata-rata.

            Berdasarkan hasil deskripsi data, terdapat 9 orang yang memiliki taraf kebiasaan belajar yang cukup dan 10 orang yang memiliki taraf kebiasaan belajar yang baik. Jumlah prosentase yang  didapat adalah 47,4% dengan taraf kebiasaan belajar yang cukup dan 52,6 % dengan taraf kebiasaan belajar yang baik.

            Berdasarkan hasil deskripsi data, terdapat 7 orang yang memiliki penguasaan gramatika dengan nilai A, 5 orang dengan nilai A-, 1 orang dengan nilai B+, 2 orang dengan nilai B, 1 orang dengan nilai B-, dan 3 orang dengan nilai C+.  Jumlah prosentase yang didapat adalah 36,84% mahasiswa angkatan 2003 memiliki penguasaan gramatika dengan nilai A, 26,31% dengan nilai A-, 5,26% dengan nilai B+, 10,52% dengan nilai B, 5,26% dengan nilai B-, dan 15,79% dengan nilai C+.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan positif antara intelegensi dengan penguasaan gramatika. Koefisien korelasi yang didapat dalam penelitian ini sebesar  (+) 0,779, nilai ini lebih besar daripada rho tabel yaitu 0,475 dengan taraf signifikansi 0,05. Kesejajaran yang ada di antara keduanya menunjukkan bahwa semakin tinggi intelegensi yang dimiliki oleh pembelajar, maka akan semakin tinggi pula penguasaan gramatikanya.

Hasil penelitian berikutnya menunjukkan ada hubungan yang signifikan positif antara kebiasaan belajar dengan penguasaan gramatika. Koefisien korelasi yang didapat dalam penelitian ini sebesar (+) 0,557, nilai ini lebih besar daripada rho tabel yaitu 0,475 dengan taraf signifikansi 0,05. Kesejajaran yang ada di antara keduanya menunjukkan bahwa semakin baik kebiasaan belajar pembelajar, maka akan semakin baik pula penguasaan gramatikanya.

Berdasarkan hal di atas, peneliti menyimpulkan bahwa :

1.       Intelegensi mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2003-2004 tergolong di atas rata-rata, rata-rata, sedikit yang superior dan sedikit yang berada di bawah rata-rata.

2.       Kebiasaan belajar mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2003-2004 tergolong sangat baik dan baik.

3.       Terdapat korelasi antara intelegensi dengan penguasaan gramatika.

4.       Terdapat korelasi antara kebiasaan belajar dengan penguasaan gramatika.