SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2005

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Gaya Bahasa dalam Kumpulan Syair Lagu “Sieben Lieder” Karya Johannes Brahms

Nia Rakhmawati

Abstrak


Lagu merupakan salah satu bentuk pengungkapan puisi. Lagu seringkali mampu mewakili perasaan manusia. Lagu yang bagus biasanya dapat dinikmati melalui vokal si penyanyi dan irama musiknya. Di samping itu, kata-kata indah dan puitis dalam lagu mampu membangkitkan emosi penikmatnya.

Sieben Lieder karya Johannes Brahms merupakan kumpulan syair lagu klasik yang sangat indah. Lagu-lagu dalam Sieben Lieder bahkan hingga sekarang masih sering ditampilkan dan dinikmati oleh pencinta musik klasik.

Seperti puisi, lagu juga mengandung unsur gaya bahasa yang merupakan cara pengungkapan perasaan penyair. Secara umum, gaya bahasa lagu terdiri dari tema, diksi, dan majas. Tema merupakan ide yang mendasari atau melatar-belakangi sebuah karya. Diksi merupakan teknik pemilihan kata-kata yang indah dan mampu mewakili perasaan penyair. Majas merupakan pemberian kata-kata yang mempunyai makna tambahan yang lebih dalam, lebih halus, bahkan di-dramatisir untuk mencapai maksud yang sebenarnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam kumpulan syair lagu Sieben Lieder. Penelitian ini terdiri dari analisis unsur tema, diksi, dan majas. Penemuan tema, diksi, dan majas dalam syair lagu ini dirumuskan melalui identifikasi paparan tiap bait dalam setiap syair lagu.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu kumpulan lagu “Sieben Lieder” yang terdiri dari  Rosmarin, Von alten Liebesliedern, Waldesnacht, Dein Herzlein mild, All meine Herzgedanken, Es geht ein Wehen, dan Vergangen ist mir Glück und Heil.

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi karena data yang ditemukan berupa teks partitur yang berisi kumpulan syair lagu. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: (1) membaca secara cermat dan teliti ketujuh teks lagu Sieben Lieder, (2) menerjemahkan teks lagu Sieben Lieder dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia, dan(3) mencatat dan mengklasifikasi data ke dalam tabel pengumpul data.

 Analisis data dilakukan dengan cara: (1) mengelompokkan dan mengka-tegorikan data, (2) mengidentifikasi data berupa paparan syair sesuai dengan rumusan masalah, (3) mendeskripsikan hasil analisis data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dan (4) melakukan triangulasi data.

Untuk pengecekan tentang keabsahan data dari penelitian ini, peneliti melakukan triangulasi, yaitu diskusi dengan dosen penutur asli dari Jerman, yaitu Dr. Cornelia Bast dan juga teman sejawat.

Dari analisa data diperoleh kesimpulan bahwa tema yang terdapat dalam kumpulan syair lagu ini adalah (a) kesedihan dan penantian akan cinta, (b) kerinduan, (c) ketenangan, dan (d) keputusasaan. Sedangkan diksi yang paling banyak terdapat dalam kumpulan syair lagu ini adalah diksi denotatif berupa kata benda. Adapun majas yang banyak ditemukan adalah (a) majas personifikasi, (b) majas metafora, (c) majas simbol, (d) majas simile, (e) majas sinekdok pars pro toto, dan (f) majas hiperbola.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan: (1) penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi penelitian sastra yang menganalisis unsur tema, diksi, dan majas,(2) penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian sastra serupa dengan kajian yang berbeda. (3) penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk pengajaran sastra khususnya puisi dalam lagu berbahasa Jerman.