SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 8 Malang sebagai Program non Pasch dan SMA Negeri 5Malang sebagai Program Pasch

Esty Prastyaningtias

Abstrak


ABSTRAK

 

Prastyaningtias, Esty. 2012. Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 8 Malang sebagai Program non Pasch dan SMA Negeri 5Malang sebagai Program Pasch. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Desti Nur Aini, S.S.,M.Pd. (II) Iwa Sobara, S.Pd., M.A.

 

Kata Kunci: Kemampuan Menulis, Karangan Bahasa Jerman, Pasch, non Pasch

Sebagai upaya untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Jerman, beberapa SMA di Indonesia menjalin kerjasama sebagai sekolah kemitraan dengan institusi Jerman. Sekolah tersebut menjalin sebuah kerjasama melalui program Partner Schule (PASCH) atau „Sekolah: Sebagai Partner Masa Depan“. Namun, dalam penelitian ini dipilih sekolah program Pasch dan non Pasch, yaitu SMAN 5 Malang dan SMAN 8 Malang. Keempat keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Jerman di kedua sekolah tersebut terintegrasi antara satu dengan yang lainnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesatuan gagasan (kohesi), koherensi, serta pengembangan kalimat dalam paragraf untuk karangan bahasa Jerman antara siswa non Pasch dengan siswa Pasch dan membandingkan hasil analisis tersebut berdasarkan aspek kohesi, koherensi, serta pengembangan kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa SMAN 8 Malang dan siswa kelas XI Bahasa SMAN 5 Malang. Sumber data dalam penelitian ini berupa hasil karangan bahasa Jerman siswa dari masing-masing sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil karangan bahasa Jerman berdasarkan kohesi karangan, baik siswa program non Pasch maupun siswa program Pasch, didapatkan hasil yang kurang baik . Hal tersebut dikarenakan masih terdapat lebih dari satu ide pokok dalam satu paragraf yang sama. Berdasarkan aspek koherensi karangan siswa program non Pasch dan siswa Pasch sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya penggunaan kata hubung, kata ganti orang, dan kata ganti milik dalam paragraf siswa. Hasil karangan siswa dari kedua sekolah berdasarkan pengembangan kalimat dalam paragraf masih kurang mendukung paragraf. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 1) kurang tepatnya peletakkan kalimat dalam paragraf; 2) tidak terlihatnya aspek koherensi antarkalimat; dan 3) kalimat-kalimat tersebut mengandung ide pokok baru dalam satu paragraf.