SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TIPOLOGI LATIHAN DALAM MODUL BAHASA JERMAN KELAS X SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI

IRANI DAMAYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Damayanti, Irani. 2010. Tipologi Latihan Dalam Modul Bahasa Jerman Kelas X SMA Negeri 1 Gondanglegi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Jurusan Sastra Jerman. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dewi Kartika Ardiyani, S.pd, M.Pd, (II) Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum.  

 

Kata Kunci: KTSP, Modul Bahasa Jerman, Tipologi Latihan 

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tertentu, misalnya Sekolah Menengah Atas. Seiring dengan perkembangan kurikulum, dalam kegiatan pembelajaran bahasa Jerman guru perlu memberikan materi dan latihan yang tepat. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang memadai untuk  mengembangkan empat keterampilan siswa dalam berbahasa secara mandiri. Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 1 Gondanglegi berisikan materi dan latihan-latihan soal serta beberapa lagu berbahasa Jerman, Landeskunde dan kleine Quiz.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipologi latihan pada Modul Bahasa Jerman Kelas X dan mendeskripsikan kesesuaian Modul Bahasa Jerman dengan KTSP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan jenis analisisnya adalah dokumenter. Sumber data dalam penelitian ini adalah Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 1 Gondanglegi Kelas X semester 1 dan KTSP Bahasa Jerman. Pada penelitian ini, peneliti merupakan instrumen utama. Tabel-tabel yang digunakan adalah instrumen pemandu atau pendukung penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Modul Bahasa Jerman Kelas X SMA Negeri 1 Gondanglegi sudah mencakup empat keterampilan berbahasa dalam KTSP, tetapi terdapat 5 soal dalam keterampilan membaca dan 14 soal dalam keterampilan berbicara yang tidak sesuai dengan Kompetensi Dasar dalam KTSP. Latihan soal yang diberikan untuk keterampilan mendengarkan kurang terealisasikan, karena hanya terdapat 2 soal saja. Tipologi latihan dalam modul ini cukup bervariasi, akan tetapi tidak terlalu banyak keterampilan yang dikombinasikan dengan keterampilan lain. 

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut. Guru Bahasa Jerman diharapkan dapat menyusun modul lebih baik lagi dengan mengacu pada KTSP dan tipologi latihan soal yang sesuai, serta dalam modul tersebut hendaknya diberikan piktogram, nomor latihan soal, daftar isi, kunci jawaban dan peristilahan atau Glossary pada akhir halaman.