SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konjungsi Subordinatif dalam Teks Berita pada Koran Jawa Pos

Mega Setya Daniarso

Abstrak


Konjungsi merupakan kata yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau bisa juga paragraf dengan paragraf. Berdasarkan study awal yang dilakukan pada teks berita koran Jawa Pos penggunaan konjungsi subordinatif lebih banyak dibandingkan dengan konjungsi koordiantif. Dengan demikian, konjungsi subordinatif dapat dinyatakan sebagai jenis konjungsi yang dominan digunakan dalam teks berita. Konjungsi subordinatif dalam teks berita penting untuk diteliti. Hal tersebut dikarenakan penggunaan konjungsi subordinatif yang tepat dalam teks berita dapat menciptakan hubungan antarklausa atau kalimat menjadi lebih padu sehingga proposisi atau ide yang disampaikan penulis dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos yang memfokuskan pada fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita secara mendalam.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa konjungsi subordinatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks berita pada koran Jawa Pos edisi penerbitan 21-23 Januari 2019. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu identifikasi, kodifikasi, dan klasifikasi data sesuai dengan fungsi dan keluasan jangkauannya. Kemudian, data yang sudah di reduksi disajikan dalam bentuk kutipan klausa atau kalimat. Data tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh deskripsi tentang fungsi dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos. Tahap selanjutnya yaitu penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan didasarkan pada fokus penelitian. Penarikan kesimpulan dilakukan sesuai dengan temuan penelitian tentang fungsi konjungsi subordinatif dan keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos edisi penerbitan 21-23 Januari 2019.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu konjungsi yang berfungsi menyatakan (1) penyebaban, (2) persyaratan, (3) tujuan, (4) penyungguhan, (5) kesewaktuan, (6) pengakibatan, dan (7) perbandingan. Kedua, keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos dibedakan menjadi dua, yaitu konjungsi subordinatif intrakalimat dan konjungsi subordinatif antarkalimat. Konjungsi subordinatif intrakalimat terdiri atas tujuh kategori, yaitu (1) penyebaban, (2) persyaratan, (3) tujuan, (4) penyungguhan, (5) kesewaktuan, (6) pengakibatan, dan (7) perbandingan, sedangkan konjungsi subordinatif antarkalimat terdiri atas empat kategori, yaitu (1) penyebaban, (2) penyungguhan, (3) kesewaktuan, dan (4) pengakibatan.

Berdasarkan data yang telah disajikan, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, fungsi konjungsi subordinatif dalam teks berita koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu konjungsi yang berfungsi menyatakan penyebaban, persyaratan, tujuan, penyungguhan, kesewaktuan, pengakibatan, dan perbandigan. Penggunaan konjungsi subordinatif semua sudah tepat sesuai dengan fungsinya. Terdapat beberapa konjungsi yang penempatannya dapat dipidah di awal atau ditengah klausa. Konjungsi tersebut adalah konjungsi karena, gara-gara, kalau, jika, bila, apabila, guna, meski, walaupun, kendati, kalaupun, ketika, saat, sebelum, dan sejak. Konjungsi tersebut dapat dipindahkan ketika konstituen yang mengikutinya juga berpindah. Berpindahnya konstituen disebabkan oleh transformasi fokus. Kedua, keluasan jangkauan konjungsi subordinatif dalam koran Jawa Pos dikelompokkan menjadi dua, yaitu konjungsi subordinatif intrakalimat dan konjungsi subordinatif antarkalimat. Konjungsi subordinatif dalam teks berita pada koran Jawa Pos lebih banyak digunakan sebagai penghubung intrakalimat daripada antarkalimat. Semua penggunaan konjungsi subordinatif intrakalimat dalam teks berita pada koran Jawa Pos sudah tepat dilihat dari konteks klausa yang dihubungkan dan penempatan konjungsinya, sedangkan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat dalam teks berita pada koran Jawa Pos sebagian dinyatakan tepat dan sebagian dinyatakan tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat disebabkan oleh penempatan konjungsi yang tidak sesuai. Terdapat beberapa konjungsi yang seharusnya digunakan sebagai penghubung antarklausa, tetapi dalam teks berita pada koran Jawa Pos, konjungsi tersebut digunakan sebagai penghubung antarkalimat. Konjungsi tersebut adalah (1) konjungsi penyebaban yang meliputi sebab, dan karena, (2) konjungsi penyungguhan yang meliputi meskipun, meski, dan walaupun, dan (3) konjungsi pengakibatan yang meliputi sampai-sampai, hingga, dan sehingga.

Berdasarkan hasil penelitian, dikemukakan tiga saran. Pertama, saran ditujukan kepada guru Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia diharapkan mengerti dan memahami penggunaan konjungsi yang tepat dalam teks berita sebelum mengajarkan materi menulis teks berita kepada peserta didik. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir kesalahan penggunaan konjungsi khususnya konjungsi subordinatif dalam teks berita. Kedua, saran ditujukan kepada pegiat berita. Pegiat berita diharapkan memahami bagaimana penggunaan konjungsi subordinatif yang tepat dan dapat mengaplikasikannya pada saat menulis teks berita agar hubungan antarklausa atau kalimat dalam teks berita yang ditulis menjadi lebih padu dan logis sehingga proposisi atau ide yang disampaikan dalam teks berita mudah untuk difahami oleh pembaca. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian sejenis yang membahas tentang ketepatan penggunaan konjungsi.