SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

WANITA JAWA MEROKOK SEBAGAI INSPIRASI KARYA SENI LUKIS

Prasista Venna Jala

Abstrak


RINGKASAN

Prasista, Venna Jala. 2019. Wanita Jawa Merokok Sebagai Inspirasi Karya Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd,dan (II) Fenny Rochbeind. S.Pd, M.Sn

Kata Kunci: Wanita Jawa, Merokok,Seni Lukis

Budaya merokok dipandang sebagai ketidak wajaran jika dilakukan oleh kaum wanita. Stigma wanita merokok masih berlaku dimanapun tidak terkecuali di Jawa. Masa kini pandangan masyarakat telah berubah dan wanita bebas merokok. Hal ini yang member inspirasi pada penciptaan seni lukis yang menggambarkan sosok wanita Jawa merokok.

Konsep penciptaan ini adalah ‘kesetaraan sosial’ dan tema yang mendasari keenam karya lukisan adalah ‘gaya hidup wanita merokok’. Karakteristik karya diantaranya pada pemilihan warna yang feminin, objek utama wanita merokok, teknik sapuan kuas terkesan lembut, dan kontur garis pada objek terkesan dekoratif.

Proses kreatif dalam penciptaan ini menggunaka metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu tahapan eksplorasi, kegiatan pengamatan terdahap hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat. Lalu tahapan eksperimentasi, berupa pembentukan rancangan sketsa yang diseleksi untuk diwujudkan,serta sebagai acuan dalam penciptaan karya. Tahapan terakhir melakukan pembentukan, berupa proses melukis pada bidang kanvas.

Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul “Roro Mendut”, “Nyusur dan Rokok”, “ Iklan”, “Menangis”, “Haruskah PSK!”, dan “Hidupmu”. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis hasil gagasan pencipta.

Melalui hasil penciptaan karya seni lukis gaya pribadi ini diharapkan dapat menambah wawasan apresasi bagi masyarakat khususnya aspek estetika lewat keenam karya lukis. Selain itu pesan edukasi lewat objek lukisan tersampaikan kepada pengamat tentang gaya hidup wanita merokok,bukanlah hal baru yang dipandang sebelah mata atau dianggap negatif. Sebaliknya wanita merokok sudah sejak zaman dulu punya kebiasaan‘menginang’. Dengan merujuk pada sejarah masa lalu, dimasa kini wanita merokok menjadi trend yang patut dihargai dan dipandang positif oleh masyarakat sebagai insan berbudaya yang hidup di era modern.