SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Applications of Politeness and Appropriateness Strategies to the Use of Abbreviations in Chatting Room

Fadillah Alifa Camilia

Abstrak


ABSTRACT

Fadillah, Alifa Camilia. 2019. The Applications of Politeness and Appropriateness Strategies to the Use of Abbreviations in Chatting Room. Thesis. English Department, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Aulia Apriana, S.S., M.Pd. (2) Maria Hidayati, S.S., M.Pd.  

Keyword: politeness strategy, appropriateness strategy, abbreviations.

Brown and Levinson’s (1978) theory of universality of politeness was indeed a revolutionary proposal to linguistic academia, and ever since it was published, linguistic researchers all around the world have tried their best to either prove the theory or oppose it. One of them was Ardith J. Meier (1997), who polished Brown and Levinson’s theory based on sociocultural and contextual feature. Yet, when linguistic researchers tried to integrate either theory into their research, they were mostly focused on face-to-face communication, only some of them used computer-mediated communication as their primary medium. Thus, this study aims to use chatting room as one of computer-mediated communications to prove how politeness and appropriateness strategy apply to abbreviations, especially English abbreviations.  In this study, the researcher applied descriptive qualitative research design to observe and analyze the data. The research subjects were six college students having 10-year experience of studying English language. From these six subjects, the researchers gathered screenshots of their chatting room of any platforms that they used frequently and the result of interviews. All of the research data were already approved and permitted by the subjects to be utilized in this study.  The findings show that indeed politeness and appropriateness strategy can both be applied to the use of abbreviations in chatting room, but they result differently. When we apply politeness theory to the use of abbreviations with regards to D(istance), P(ower), and Rx(culture bound), we can either satisfy or threat the opponent’s face. The greater the values of the three factors, the more frequent it is for the speaker to avoid using abbreviations. However, from the appropriateness strategy side, the factors are meant to be flexible, since appropriateness strategy is more highlysituational dependent than politeness strategy. They can fit the conditions of both the sender and the recipient since abbreviations are considered socially acceptable. In conclusion, either politeness or appropriateness strategy can be applied to the use of abbreviations in chatting room, although in the end they will result differently with regard to their own characteristics. I encourage the readers of this thesis to be aware of the position that in including abbreviations when you text someone else. To future researchers and students, I hope this thesis can be a reference to any politeness or appropriateness-based research, especially one that requires CMC as their primary medium.

ABSTRAK

Fadillah, Alifa Camilia. 2019. Pengaplikasian Strategi Kesopanan dan Kelayakan pada Singkatan di dalam chatting room. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aulia Apriana, S.S., M.Pd. (2) Maria Hidayati, S.S., M.Pd.  

Kata kunci: strategi kesopanan, strategi kelayakan,

singkatan Teori kesopanan universal yang diajukan oleh Brown dan Levinson (1978) merupakan ide yang revolusional di kalangan akademisi Bahasa, and semenjak itu, banyak sekali peneliti Bahasa yang telah membuktikan atau menentang teori tersebut. Salah satu dari mereka adalah Ardith J. Meier (1997) yang melengkapi teori Brown dan Levinson berdasarkan konteks dan ilmu sosiokultural. Namun, banyak peneliti Bahasa yang fokus pada komunikasi tatap muka ketika menganalisis teori ini, dan hanya sedikit yang menggunakan komunikasi berbasis komputer sebagai media utamanya. Maka dari itu, studi ini bertujuan untuk menggunakan chatting room sebagai salah satu media komunikasi berbasis komputer untuk membuktikan apakah dua teori tersebut bisa diaplikasikan pada singkatan, utamanya adalah singkatan berbahasa Inggris. Dalam studi ini, penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengamati dan menganalisis data. Subyek studi ini adalah enam mahasiswa yang sudah menerima pembelajaran Bahasa Inggris selama 10 tahun. Dari enam mahasiswa ini, peneliti mengambil dan mengumpulkan percakapan dalam bentuk screenshot dari aplikasi yang paling sering mereka gunakan beserta hasil wawancara. Semua subyek sudah mengijinkan dan menyetujui bahwa data yang dikumpulkan ini akan digunakan untuk kepentingan penelitian. Berdasarkan temuan, memang strategi kesopanan dan kelayakan bisa diaplikasikan pada penggunaan singkatan di dalam chatting room, tapi hasil temuannya berbeda. Ketika kita mengaplikasikan teori kesopanan pada penggunaan singkatan dengan memperhatikan faktor D(istance), P(ower), dan Rx(culture bound), kita bisa saja memuaskan atau mengancam wajah lawan kita. Namun, dari kaca mata strategi kelayakan, ketiga faktor tersebut sangatlah fleksibel, karena strategi kelayakan lebih terfokus pada kondisi situasi, dan bisa disesuaikan dengan kondisi pengirim dan penerima semenjak singkatan bisa diterima secara sosial. Kesimpulannya, meskipun strategi kesopanan maupun kelayakan bisa diaplikasikan pada penggunaan singkatan di chatting room, mereka akan menunjukkan hasil yang berbeda dengan memperhitungkan karakteristik dari masing-masing teori. Diharapkan para pembaca bisa mengetahui posisinya sendiri-sendiri ketika menggunakan singkatan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Untuk para peneliti dan pelajar, saya harap skripsi ini bisa menjadi referensi untuk penelitian sejenis yang menggunakan media komunikasi berbasis computer di masa depan.