SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving the Writing Skill of the Second Graders of MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok through the Picture Word Inductive Model Strategy

Syamsul Rizal

Abstrak


ABSTRACT

 

Rizal, Syamsul. 2010. Improving the Writing Skill of the Second Graders of MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok through the Picture Word Inductive Model Strategy. Unpublished Thesis, English Language Education, Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed., (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

 

Key words: the PWIM strategy, writing skill, descriptive paragraphs

 

Writing was a difficult skill for the students at MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok. It could be seen from the result of the preliminary study, which showed that the ability of the second graders of MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok in writing paragraphs was still poor. The students were unable to express their ideas in a good paragraph. They made a number of mistakes in their writing in terms of content, language use, and mechanics. To overcome this problem, the researcher proposed one of the strategies in teaching of English descriptive writing, i.e. the Picture Word Inductive Model Strategy or the PWIM Strategy.

The research aimed at improving the ability of the second graders of MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok in writing descriptive paragraphs using the PWIM Strategy. For the purpose, it employed Collaborative Action Research in which both the researcher and his collaborator worked together in planning, implementing, observing the action, and reflecting on the data collected from the teaching and learning process and the students' writing products. The subjects of this research were 26 students of the second graders of MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok in the academic year 2009/2010. The study was conducted in two cycles and each cycle was carried out in four meetings. The instruments used were the writing tasks, observation checklist, field notes, and a set of questionnaires. The reflection was based on the findings of teaching learning processes during the observation and the students' final products and the comparison with the criteria of success including: (1) the writing tasks, the students' writing achievement improved (≥75% students of the class achieved the scores greater than or equal to 60 of the range that lies from 0-100), and (2) an observation checklist and field notes, the students were actively involved in the ten writing activities. The result of the reflection was used to determine the planning of the next cycle.

The findings indicated that using the PWIM Strategy could improve the students' ability in writing descriptive paragraphs. After the researcher conducted the first and the second cycles, the result showed that the students' scores in the first and second cycles improved. In the first cycle, there were 8 (31%) students out of 26 students who got scores under the target score 60, meanwhile in the second cycle, only 2 out of 26 students (8%) who still received scores under the target score 60. The steps were: (1) providing and giving the students colorful pictures of certain objects to construct the students' knowledge about descriptive text, (2) giving the students a model of descriptive text in which the generic structure of the text are clearly marked, (3) asking the students to work in groups to study a descriptive text, (4) engaging students to express their idea in brainstorming technique (drawing lines to shake out ideas), (5) modeling the students to spell and pronounce the words/phrases by involving them in the activity, (6) guiding the students to explore, select, and order their ideas, (7) asking the students to put down their ideas into sentences and arrange them in a rough draft, (8) asking the students to revise their rough drafts by using the revising guidelines format, (9) asking the students to exchange their drafts with their peers, (10) assigning the students to check the grammar and the mechanics of their writing by making reference to the editing guidelines format, (11) asking the students to rewrite their final writing neatly, (12) asking the students to read their final product in front of the class in turn.

Based on the research findings, three suggestions were offered. First, for the English teachers, it is suggested that teachers use the PWIM strategy in teaching writing skills using the process-writing approach. Second, for the school principal, it is suggested that the school principal can provide special lesson time for the students practice the English writing continually. Third, for the future researchers, it is suggested that the future researchers conduct research using the PWIM Strategy with some changes in terms of text types, instructional media, and the procedures of the presentation of the PWIM Strategy or different skills such as listening, speaking, and reading.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Rizal, Syamsul. 2010. Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok melalui Strategi Picture Word Inductive Model. Tesis tidak dipublikasikan, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed., (2) Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

 

Kata kunci: strategi PWIM, kemampuan menulis, paragraf deskriptif

 

Menulis merupakan keterampilan yang sulit bagi siswa di MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok. Hal ini dapat dilihat dari hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas dua MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok dalam menulis paragraf masih rendah. Siswa tidak mampu mengekspresikan gagasan mereka ke dalam paragraf yang baik. Mereka masih membuat kesalahan dalam menulis berkaitan dengan isi, penggunaan bahasa, dan mekanik. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengajukan salah satu strategi yang tepat dalam mengajarkan menulis paragraf deskriptif yakni dengan menggunakan Strategi Picture Word Inductive Model atau Strategi PWIM.

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif dengan menggunakan Strategi PWIM untuk siswa kelas dua MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok. Untuk tujuan itu, penelitian ini  menggunakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif dimana peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam hal perencanaan, pengimplementasian, pengamatan tindakan, dan refleksi data yang diperoleh selama proses kegiatan belajar mengajar dan hasil tulisan siswa. Subyek dari penelitian ini adalah 26 siswa kelas dua MTs Nahdlatul Wathan 2 Rensing Lombok tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis, lembar pengamatan, catatan lapangan, dan seperangkat pertanyaan. Refleksi dilakukan berdasarkan temuan-temuan pada proses pembelajaran selama pengamatan dan hasil akhir tulisan siswa dan dibandingkan dengan keriteria sukses yang meliputi: (1) dengan instrumen tugas menulis, prestasi menulis siswa meningkat (≥75% siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 60 dalam skala nilai 0-100), dan (2) dengan instrumen lembar pengamatan dan catatan lapangan, siswa terlibat aktif dalam sepuluh jenis kegiatan menulis. Hasil dari refleksi digunakan untuk menentukan perencanaan terhadap siklus berikutnya.

Temuan mengindikasikan bahwa Strategi PWIM telah mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif. Setelah peneliti melaksanakan siklus pertama dan kedua, terlihat bahwa hasil tulisan siswa pada siklus pertama dan kedua meningkat. Pada siklus pertama, 8 (31%) dari 26 siswa mendapatkan skor di bawah target skor 60. Sedangkan pada siklus kedua, hanya 2 dari 26 siswa (8%) saja yang masih mendapat skor di bawah target skor 60. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Pertama, mempersiapkan dan memberikan gambar berwarna tentang obyek tertentu untuk membangkitkan pengetahuan siswa tentang teks deskriptif, Kedua, memberikan siswa model teks deskriptif yang susunan umum dari teks itu terlihat dengan jelas. Ketiga, menyuruh siswa bekerja secara berkelompok untuk mempelajari teks deskriptif. Keempat, melibatkan siswa untuk mengekspresikan ide mereka pada teknik brainstorming (menggambar garis untuk mengungkapkan ide). Kelima, memperagakan siswa untuk mengeja dan melafalkan kata/prase/ dengan melibatkan mereka pada kegiatan tersebut. Keenam, memandu siswa untuk menyelidiki, memilih, dan menyusun ide mereka. Ketujuh, menyuruh siswa untuk menempatkan ide mereka ke dalam kalimat dan menyusunnya menjadi draf kasar. Kedelapan, menyuruh siswa untuk merevisi paragraf kasar itu dengan menggunakan format petunjuk revisi. Kesembilan, menyuruh siswa untuk menukar draf mereka dengan teman-temannya. Kesepuluh, menugaskan siswa untuk memeriksa tatabahasa dan tanda baca pada tulisan mereka dengan mengacu pada format petunjuk pengeditan. Kesebelas, menyuruh siswa untuk menulis ulang draf akhir mereka dengan rapi. Keduabelas, menyuruh siswa untuk membaca draf akhir mereka di depan kelas secara bergantian.

Berdasarkan temuan penelitian, dibuatlah tiga saran. Pertama, untuk guru-guru bahasa Inggris, disarankan bahwa guru untuk menggunakan strategi itu untuk meningkatkan keterampilan menulis dengan menggunakan pendekatan proses menulis. Kedua, untuk kepala sekolah, disarankan bahwa kepala sekolah bisa memberikan waktu pelajaran khusus untuk siswa berlatih menulis dalam bahasa Inggris secara berkelanjutan. Ketiga, untuk peneliti mendatang, disarankan bahwa peneliti mendatang melakukan studi dengan menggunakan Strategi PWIM dengan beberapa perubahan pada jenis teks, media pembelajaran, dan prosedur penyajian dari Strategi PWIM atau pada keahlian yang lain seperti mendengarkan, berbicara dan membaca.