SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

A Comparative Study of Students' Reading Achievement Among Natural Science, Social Science and Language Programs

Virna Ihwan

Abstrak


ABSTRAK

 

Ihwan, Virna. 2018. A Comparative Study of Students’ Reading Achievement among Natural Science, Social Science and Language Programs. Thesis, Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dra. Sri Andreani, M.Ed. (2) Prof. H. Ali Saukah, M.A.,Ph.D.

 

Keywords: Reading Comprehension, Natural Science, Social Science and Language Programs

The objective of this research is to compare the eleventh grade students’ reading comprehension in the three different programs of the Senior High School, the Natural Science (IPA), Social Science (IPS) and Language (BAHASA) programs.

The research was carried out at SMA Negeri 4 Malang on May 2018. The method of this study was a comparative study. The subject were three groups of eleventh graders. They were the students of Natural Science program (n = 34), Social Science program (n = 35) and Language program (n = 22). The total number was 91 students. The instrument used in this research is reading comprehension test, interview and observation. The data was analyzed by using the analysis of variance (ANOVA) and the follow-up test by Tukey’s Honestly Significant Difference (HSD).

The results showed that the reading comprehension scores among the three classes are different at a significant value of 0.001, which is smaller than 0.05 (the level of significance). There is no significant difference between the Natural Science and Language programs. The average score of the Social Science students is the lowest of the three groups and those of the Language class is the highest.

There must be another factor affecting the students reading comprehension achievement. The result of the interview with the English teacher showed that the students’ characteristics, motivation and interest in reading are different. They have different input or knowledge that can be connected to the reading text they read. Furthermore, they also have different behavior and English proficiency whether before they started senior high school or the program. In addition, the result of the observation showed that the students’ participation and the class situation during reading comprehension test were different. The Social Science students’ showed not more enthusiast and disorganized than the Natural Science and Language students.

This research can guide English teachers to improve their teaching methods and give more motivation to the students to achieve better result in reading comprehension. The study can also inform us to know the real about the students in Natural Science, Social Science and Language programs regarding their reading comprehension achievement. Furthermore, this research also can guide future researcher to conduct similar research in term of the research method and the topic. This research involves only one school. Thus, future researchers are expected to involve more than one school because every school has different characteristics, students and the teacher.

Ihwan, Virna Hafizha. 2018. Studi Perbandingan Pencapaian Membaca Siswa Antara Program IPA, IPS dan BAHASA. Thesis, Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dra. Sri Andreani, M.Ed. (2) Prof. H. Ali Saukah, M.A.,Ph.D.

 

Kata Kunci: Reading Comprehension, Jurusan IPA, IPS dan BAHASA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pemahaman membaca siswa kelas sebelas dalam tiga program belajar siswa yang berbeda di sekolah menengah atas (SMA), program Ilmu Pengetahuan (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa.

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Malang pada bulan Mei 2018. Metode penelitian ini adalah studi perbandingan. Subjek penelitian adalah tiga kelompok siswa kelas sebelas. Mereka adalah mahasiswa program Ilmu Alam (n = 34), program Ilmu Sosial (n = 35) dan program Bahasa (n = 22). Jumlah seluruhnya adalah 91 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes membaca pemahaman, wawancara dan observasi.Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan uji tindak lanjut dengan menggunakan Tukey’s Honestly Significant Difference (HSD).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata pemahaman membaca siswa antara ketiga kelas berbeda pada nilai signifikan 0.001, yang berarti bahwa nilai signifikan lebih kecil dari 0.05 (tingkat signifikansi). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara program IPA dan BAHASA. Nilai rata – rata siswa IPS merupakan yang terendah dan nilai rata – rata nilai siswa Bahasa adalah yang paling tinggi.

Seharusnya terdapat faktor lain yang mempengaruhi pencapaian pemahaman membaca siswa tersebut. Hasil wawancara menunjukkan dengan guru Bahasa Inggris menunjukkan bahwa karakter, motivasi dan ketertarikan siswa dalam membaca berbeda. Mereka memiliki input atau pengetahuan yang berbeda yang dapat dihubungkan pada teks bacaan yang mereka baca. Selain itu, mereka juga memiliki kebiasaan dan kemampuan bahasa Inggris yang berbeda baik sebelum mereka memulai sekolah menengah atas atau program. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa partisipasi siswa dan situasi kelas selama tes pemahaman membaca berbeda. Para siswa IPS menunjukkan tidak lebih antusias dan tidak terorganisir daripada siswa IPA dan BAHASA.

Penelitian ini dapat menjadi penduan bagi guru bahasa Inggris untuk meningkatkan metode pembeljaran mereka dan memberikan motivasi lebih kepada siswa untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam pemahaman membaca. Fakta ini juga dapat menjadi informasi penting bagi kita untuk mengetahui yang sebenarnya tentang para siswa di kelas IPA, IPS dan Bahasa mengenai pemahaman membaca mereka. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian serupa dalam hal metode penelitian dan topik. Penelitian ini hanya melibatkan satu sekolah. Dengan demikian, peneliti masa depan diharapkan melibatkan lebih dari satu sekolah karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda, siswa dan guru.