SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Pictures and Word-Webs to Improve Students' Skill in Writing a Recount Text at SMPN 2 Lumajang

Siti Juwariyah

Abstrak


ABSTRACT

Juwariyah, Siti. 2010. Using Pictures and Word-Webs to Improve Students' Skill in Writing a Recount Text at SMPN 2 Lumajang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Niamika El Khoiri, S.Pd., M.A.

Key words: writing, pictures, word-webs, writing process, recount

One of the objectives of the teaching English in junior high school particularly in the eight grades is that students are expected to be able to write a recount text. However, writing is often considered a difficult skill to teach and to master. In SMPN 2 Lumajang, even though the teacher had tried to teach the four skills proportionally and even though the students were confident enough in writing, the result of students' writing products was still poor or could not meet the SKM. The questionnaires revealed that students faced some different problems in writing but considered generating and organizing ideas the most difficult problems. The interview with the teacher also revealed that students were not introduced to writing process. Thus, the use of pictures and word-webs in writing process was proposed to be implemented in the teaching of writing especially a recount text to help students solve the problems. The technique was chosen because it was simple and relatively easy to apply particularly for students in junior high school level. Indeed, some previous studies also proved that the use of pictures and word-webs was quite effective and suitable to help students generate and organize ideas in writing compositions. Using the technique, the students could relate the pictures they saw to their own personal experience and then answer WH-questions in the word-webs to finally be organized according to the generic structure of a recount text (orientation, events, and reorientation). This study aimed at improving students' writing ability in writing a recount text particularly in generating and organizing their ideas through writing process.

Classroom action research was used in this study. Since the researcher did not have her own class, the research was done collaboratively with the English teacher responsible for the particular class. With the assistance of the classroom English teacher, the researcher designed the lesson plans and set the criteria of success. The classroom English teacher acted as the observer during the teaching and learning process while the researcher acted as the teacher. The research was conducted in two cycles, each of which covered planning the action, implementing the action, observing the action, and reflecting on the observation. The students who were considered the subject of this study were those who were always present during the research; i.e. the subjects of this study were 30 students of VIII-G in SMPN 2 Lumajang in 2009/2010 academic year. The data comprised the students' attitudes during the teaching and learning process and students' writing scores. The data were collected through interview guides, questionnaires, observation checklists, field notes, and the students' final writings.

Conducted in two cycles, the research reached the criteria of success successfully and satisfactorily. In terms of product, students' writing scores were improved and better compared to their scores in the preliminary study. Indeed, students' attitudes during the teaching and learning process were also better during the implementation of the technique. Students paid attention to the teacher, were active in participating such as asking questions and answering questions, and were encouraged to bring their own dictionaries so that they did not have to rely on their friends' dictionaries. In addition, from both cycles, it seemed to be best distributing the prepared handouts to students after the teacher's explanation so that students would not be distracted or busy reading the handout themselves during the teacher's explanation. It could also make students understand the technique and how to apply the technique better since they focused on each activity. Besides, students could be first given feedback either from the teacher or their pairs in writing the recount text during the revising stage. However, the aid in the form of feedback could then be eliminated so that the students could learn to use the pictures and word-webs in writing process independently without any feedback from either the teacher or their pairs.

Based on the result of this study, it is suggested that English teachers apply the use of pictures and word-webs through writing process in their teaching writing recount in particular and other text types in general. Besides, they are also expected to recommend that students use pictures to relate to their own experience and make word-webs in generating and organizing their ideas in writing a recount text independently. Indeed, further researchers are also expected to explore the use of pictures and word-webs in writing process for different text types and different levels of education to see whether or not the technique can be implemented effectively and successfully in helping students writing an English composition regarding their problems in generating and organizing ideas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

Juwariyah, Siti. 2010. Menggunakan Gambar dan ‘Word-Webs' untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount di SMPN 2 Lumajang. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Niamika El Khoiri, S.Pd., M.A.

 

Kata Kunci: menulis, gambar, word-webs, proses menulis, recount

Salah satu tujuan pengajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah pertama terutama kelas delapan atau tahun kedua yaitu mengajarkan siswa agar mampu menulis teks berbentuk recount. Namun demikian, menulis seringkali dianggap sebagai kemampuan yang sulit untuk diajarkan maupun dikuasai. Di SMPN 2 Lumajang, meskipun sang guru telah mencoba untuk mengajar keempat skill (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) dengan sebanding atau dalam porsi yang sama dan meskipun siswa cukup percaya diri dengan tulisan mereka, hasil tulisan siswa masih rendah dan belum dapat memenuhi standard kelulusan minimal (SKM) yang ditetapkan sekolah. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa menghadapi banyak masalah dalam menulis dan menganggap penemuan dan perorganisasian ide sebagai masalah yang paling sulit. Hasil wawancara dengan guru juga menunjukkan bahwa siswa belum pernah dikenalkan pada proses menulis. Demikianlah, penggunaan gambar dan word-webs diusulkan untuk digunakan dalam proses mengajar menulis terutama teks berbentuk recount untuk membantu siswa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Teknik ini dipilih karena kesederhanaannya dan kemudahannya untuk diterapkan terutama oleh siswa pada sekolah menengah pertama. Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga telah berhasil membuktikan bahwa penggunaan gambar dan word-webs cukup sesuai dan efektif untuk membantu siswa menemukan dan mengatur ide dalam menulis sebuah karangan. Dengan menggunakan teknik ini, siswa diharapkan dapat menghubungkan gambar yang mereka lihat dengan pengalaman mereka sendiri dan kemudian menjawab pertanyaan 5W1H dalam word-webs untuk kemudian disusun berdasarkan struktur umum dari teks berbentuk recount (orientasi, peristiwa, dan reorientasi). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan kecakapan siswa dalam menulis teks berbentuk recount terutama dalam menemukan dan menyusun atau mengatur ide dengan menggunakan gambar dan word-webs melalui proses menulis.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Karena peneliti belum mempunyai kelas sendiri, penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru yang bersangkutan dengan kelas yang bermasalah. Dengan bantuan guru asli, peneliti merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan menentukan kriteria kesuksesan (criteria of success). Selama penelitian, guru asli bertindak sebagai pengamat sementara peneliti bertindak sebagai guru pengajar selama proses belajar dan mengajar berlangsung. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan strategi pembelajaran (planning), pelaksanaan (implementation), pengamatan (observation), dan evaluasi (reflection). Siswa yang menjadi subyek penelitian ini adalah para siswa yang selalu hadir selama penelitian berlangsung, yaitu 30 siswa kelas VIII-G di SMPN 2 Lumajang pada tahun ajaran 2009/2010. Data yang diambil berupa perilaku siswa selama proses belajar dan mengajar berlangsung dan nilai dari hasil tulisan siswa. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan panduan wawancara, angket, daftar pengamatan, catatan lapangan (field notes), dan tulisan akhir siswa.

Dilaksanakan dalam dua siklus, penelitian ini berhasil memenuhi kriteria kesuksesan dengan sukses dan memuaskan. Dalam kaitannya dengan hasil tulisan siswa, nilai siswa mengalami peningkatan dalam artian dapat memenuhi SKM yang ditentukan dan lebih baik dibandingkan nilai mereka sebelumnya. Selain itu, perilaku siswa selama kegiatan belajar dan pembelajaran berlangsung juga lebih baik dan positif saat diterapkannya teknik penggunaan gambar dan word-webs. Siswa memperhatikan penjelasan guru dan aktif dalam kegiatan belajar dan pembelajaran seperti bertanya pada guru, menjawab pertanyaan guru, serta mulai terdorong untuk membawa kamus sendiri sehingga mereka tidak perlu bergantung pada kamus milik temannya. Di samping itu, dari kedua siklus, tampaknya lebih baik membagikan handout kepada siswa setelah penjelasan guru agar tidak mengalihkan perhatian siswa sehingga siswa bisa fokus pada penjelasan guru dan tidak sibuk mempelajari handout sendiri. Dengan demikian, siswa akan lebih mengerti teknik yang dijelaskan dan dapat menerapkan teknik tersebut dengan lebih baik karena mereka fokus dalam tiap kegiatan. Sebagai tambahan, siswa dapat diberi umpan balik baik oleh guru ataupun teman sebaya dalam menulis teks berbentuk recount pada tahap revisi. Namun demikian, bantuan berupa umpan balik ini dapat kemudian dihapuskan agar siswa dapat belajar untuk menggunakan gambar dan word-webs dalam proses menulis dengan lebih mandiri tanpa umpan balik dari guru ataupun teman sebaya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, para guru disarankan untuk menerapkan penggunaan gambar dan word-webs melalui proses menulis dalam mengajar menulis teks berbentuk recount pada khususnya dan teks lain pada umumnya. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk menyarankan siswa untuk menggunakan gambar untuk dihubungkan dengan pengalaman pribadi dan membuat word-webs untuk menyusun dan mengatur ide dalam menulis teks berbentuk recount secara mandiri. Lebih jauh lagi, peneliti selanjutnya juga diharapkan untuk mengkaji penggunaan gambar dan word-webs melalui proses menulis lebih dalam lagi untuk jenis teks lain dan tingkatan pendidikan yang berbeda untuk melihat apakah teknik ini dapat diterapkan secara efektif dan sukses dalam membantu siswa menulis teks dalam Bahasa Inggris terkait dengan masalah mereka dalam menemukan dan mengatur ide.