SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Phatics in Spoken Discourse: An Analysis of Phatics Expression Used by Indonesian Vloggers

Candra Ayu Kartika

Abstrak


ABSTRAK

 

Candra Ayu Kartika. 2017. Phatics in Spoken Discourse: An Analysis of Phatic Expressions Used by Indonesian Vloggers. Sarjana’s Thesis. UniversitasNegeri Malang: Department of English. Advisors: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., (2) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A.

 

Key words:video bloggers or vloggers, phatic utterances, types of phatic expression, communicative function.

 Phatics seems to be an almost universal habit in every culture, and many researchers have conducted studies in the area of phatic expressions. However, there has been no study on phatic utterances in social media. Therefore, this study aims to investigate phatic utterances used in video blogs, better known for its blended form: vlogs.

 In this study, the researcher used a descriptive qualiative method.The data were derived from ten video blogs of nine well-knownIndonesian video bloggers, or vloggers.To collect the data, the writer used three techniques: downloading. note taking, and transcribing techniques. The transcribed conversations were then coded to make it easier for data analysis to point out which types of phatic expressionsoccur in the vloggers’ conversations. Then, the researcher examined the communicative function of each phatic utterance in each context using the theoryof SPEAKING by Dell Hymes.

The findings show that the types of phatic expressions (281 utterances in total) used by Indonesian Vloggers are greeting (23,5 %), accepting (23,13%), rejecting (18,86%), biding (18,15%), congratulating (9,6%), thanking (4,98%), and apologizing (1,78%). The researcher did not find the use of phatic expression of condoling. Then, there are five types of phatic expression which contain sub-types. Those are greeting, accepting, rejecting, biding, and congratulating.The researcher also found that there are two general functions of phatic communication. The first is that it serves to establish and consolidate the interpersonal relationship between the two participants. The second is to ease the transition from one and to another verbal interaction.Phatic expressions can be regarded as “empty” or “meaningless”, but as a means of communication in a social context they are significant.

On the basis of the research findings, future research may investigate functions of phatic expressions as used in wider sociopragmatic contexts.

 

ABSTRAK

Candra Ayu Kartika. 2017. Basa Basi dalam Wacana Tutur : Sebuah Analisis Ucapan Basa Basi yang Digunakan oleh Vloggers Indonesia. Sarjana’s Thesis. UniversitasNegeri Malang: Department of English. Advisors: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph,D., (2) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A.

 

Kata kunci: vloggers, ujaran basa-basi, jenis ujaran basa-basi, fungsi komunikatif.

 Basa-basi nampaknya merupakan kebiasaan yang hampir universal di setiap budaya, dan banyak peneliti telah melakukan penelitian di bidang ekspresi basa-basi. Namun, belum ada penelitian tentang ujaran basa-basi di media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ujaran basa-basi yang digunakan di Blog Video, yang lebih dikenal dengan istilah: vlog.

 Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data. Data tersebut berasal dari sepuluh blog video dari sembilan Vidoe Blogger Indonesia yang terkenal. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan tiga teknik: mengunduh. mencatat, dan mentraskrip. Percakapan yang ditranskripsi kemudian dikodekan agar analisis data lebih mudah untuk menunjukkan tipe ujaran basa-basi yang termasuk dalam percakapan vloggers. Kemudian, peneliti meneliti fungsi komunikatif setiap ujaran basa-basi dalam setiap konteks menggunakan teori SPEAKING oleh Dell Hymes.

 Hasil temuan menunjukkan bahwa jenis ujaran basa-basi total adalah 281 ujaran yang digunakan oleh Vloggers Indonesia yaitu ucapan salam (23,5%), menerima (23,13%), menolak (18,86%), menawarkan (18,15%), mengucapkan selamat (9,6%), mengucapkan terima kasih (4,98%), dan meminta maaf (1,78%). Peneliti tidak menemukan penggunaan ekspresi basa-basi duka cita. Lalu, ada lima jenis ekspresi basa-basi yang mengandung sub-tipe. Salam, menerima, menolak, memberi, dan memberi selamat. Peneliti menemukan bahwa ada dua kesimpulan umum yang muncul mengenai fungsi komunikasi basa-basi. Yang pertama adalah berfungsi untuk membangun dan mengkonsolidasikan hubungan interpersonal antara kedua peserta. Yang lainnya adalah mempermudah transisi ke dan dari interaksi. Bentuk basa-basi dapat dianggap "kosong", sebagai "tidak berarti", namun sebagai alat komunikasi dalam konteks sosial mereka signifikan.

Berdasarkan temuan penelitian, penelitian di masa depan dapat menyelidiki fungsi ekspresi basa-basi seperti yang digunakan dalam konteks sosioptagmatik yang lebih luas.