SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Validitas Isi Materi Pembelajaran Apresiasi Puisi dalam Buku Teks Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan Kurikulum 2004

Dian Puspita Sari

Abstrak


Pembelajaran sastra dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berusaha menanamkan pengalaman nyata, bukan sekedar memberi pengetahuan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mengkondisikan pengajaran dalam situasi (1) berkonteks diskusi kelompok, (2) pengajar bukan sumber utama, (3) pengajaran tidak lagi satu arah serta melakukan indoktrinasi.Tujuan pembelajaran sastra dalam konteks ini membolehkan siswa  melakukan berbagai hal yang kondisif dalam proses belajar mengajar agar sampai pada tujuan keberhasilan bersastra. Misalnya: diskusi kelompok mengomentari pembacaan puisi, membacakan puisi, mengamati gambar atau fakta di lapangan untuk menggali ide dalam menulis puisi, melakukan kegiatan musikalisasi puisi, dan beberapa hal yang lain.

Pembelajaran apresiasi sastra mencakup pembelajaran puisi, pembelajaran prosa, dan pembelajaran apresiasi drama. Pembelajaran apresiasi puisi mencakup empat ketrampilan bersastra, yaitu: mendengarkan sastra, berbicara sastra, membaca sastra, dan menulis sastra. Pada kurikulum 2004, pembelajaran puisi terdiri dari: (1) mendengarkan, menanggapi, dan merefleksikan pembacaan puisi; (2) berbalas pantun secara berkesinambungan; (3) membaca puisi dan mendiskusikan maknanya; (4) menulis kreatif puisi; (5) menulis pantun; (6) membacakan puisi karya sendiri; (7) membaca buku antologi puisi untuk mengenali ciri umum puisi; (8) menulis puisi bebas; (9) musikalisasi puisi, dan (10) menulis puisi bebas. Kesepuluh kompetensi dasar tersebut diajarkan di kelas VII, VIII, dan IX.

Berdasarkan hal di atas, penelitian ini merumuskan permasalahan untuk mengetahui validitas isi materi pembelajaran apresiasi puisi dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum 2004. Validitas ini diukur melalui relevansi dengan kurikulum 2004, keruntutan, kelengkapan, dan kebervariasian materi pembelajaran. Hal ini selaras dengan tujuan pembelajarannnya yaitu untuk mengetahui validitas isi materi pembelajaran apresiasi puisi dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum 2004.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi, dengan metode penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini diwujudkan dalam paparan verbal yang berisi penilaian guru terhadap relevansi, keruntutan, kelengkapan, dan kebervariasian. Sesuai dengan data tersebut, maka sumber data dalam penelitian ini adalah tiga orang guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang membaca secara teliti. Sumber data ini dipilih dengan pertimbangan keahlian dan pengalaman. Instrumen penelitian dalam penelitian ini berupa panduan penilaian relevansi, keruntutan, kelengkapan, dan kebervariasian materi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penilaian untuk sumber data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yang dilakukan dengan: (1) menyeleksi data sesuai masalah, (2) mengklasifikasi data, (3) mengkodefikasi data, (4) menganalisis data, dan (5) menyimpulkan hasil penelitian.  untuk mengambarkan

Validitas isi dalam penelitian ini dinilai dari relevansi, keruntutan, kelengkapan, dan kebervariasian. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari penelitian ini materi pembelajaran apresiasi puisi memiliki validitas isi yang tepat jika dilihat dari relevansi kompetensi dasar dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum 2004. Validitas isi yang tepat juga dicapai oleh materi pembelajaran dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia jika dilihat dari keruntutan materi pembelajaran dengan kurikulum 2004. Keruntutan ini ditinjau dari keruntutan materi pembelajaran dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang kompleks, dari hal-hal yang konkrit ke yang abstrak, dan dari adanya paparan teori, contoh, dan latihan. Materi pembelajaran ini juga telah mencapai validitas isi jika dilihat dari  segi kelengkapan. Kelengkapan materi pembelajaran ini meliputi kelengkapan dari segi isi dan teknis.Dilihat dari segi isi, materi ini dilengkapi dengan paparan teori, sumber bahan, latihan, sedangkan dari segi teknis meliputi adanya kesatuan antara unit dan tema. Sedangkan dari kriteria kebervariasian, materi pembelajaran dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia ini juga telah mencapai validitas isi dengan kurikulum 2004. Kriteria kebervariasian ini meliputi: sumber bahan, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan penggunaan bahasa.

Berdasarkan hal tersebut, materi pembelajaran dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia telah mencapai validitas isi yang tepat sesuai dengan kurikulum 2004. Namun, dalam buku teks tersebut tidak mencantumkan seluruh kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum 2004. Kompetensi dasar yang tidak diuraikan  dalam buku teks tersebut, yaitu: (1) membaca puisi dan mendiskusikan maknanya, (2) menulis pantun, dan (3) menulis puisi bebas. Ketiga kompetensi dasar ini dapat mengurangi derajat kevalidan materi pembelajaran dalam buku teks dengan kurikulum 2004.

Teks Penuh: DOC