SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Implementasi dari Student Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 11 dalam Membaca di SMAN 1 Campurdarat

Nisya Galang Rakhmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian ini ditujukan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat. Pada studi pendahuluan yang diadakan di kelas 11 SMAN 1 Campurdarat, peneliti menemukan bahwa 87% dari siswa memiliki hasil test membaca yang buruk. Salah satu faktor yang membawa mereka dalam situasi ini adalah kesulitan mereka dalam menemukan ide pokok dan memahami isi bacaan. Mereka membutuhkan waktu yang lama untuk memhami sebuah teks. Mereka kerap merasa mengantuk dan bosan saat diminta untuk memahami teks berbahasa inggris. Mereka juga kerap merasabosan dengan aktifitas belajar di kelas yang cenderung monoton dimana guru memegang kendali penuh dalam proses belajar mengajar di kelas

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, peneliti menggunakan strategi STAD untuk meningkatakan kemamapuan membaca siswa dan menciptakan atmosfer baru untuk belajar bahasa inggris di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi STAD mampu meningkatkan kemampuan memabaca siswa kelas 11 di SMAN 1 Campurdarat. Strategy belajar STAD adalah kondisi dimana siswa bekerja di dalam group yang terdiri dari siswa dengan tingkat kemampuan membaca yang berbeda dan jenis kelamin berbeda untuk memecahkan permesalahan. Strategi ini diawali dengan presentasi yang di lakukan oleh guru bahasa inggris di kelas mengenai materi pembelajaran, membaca secara individu untuk memastikan siswa mengetahui isi teks sebelum melakukan diskusi, diskusi kelompok agar siswa bisa saling membantu untuk memahami materi, kuis individu untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi, dan penghargaan kepada kelompok yang anggotanya mampu mencapai kriteria tertentu dengan rata-rata kuis tertinggi di kelas.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dimana peneliti berperan sebagai guru Bahasa Inggris yang mengajar dengan menerapkan strategy belajar STAD. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari lima pertemuan pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI IPS 1 di SMAN 1 Campurdarat. Sumber dari data pada penelitian ini adalah nilai membaca siswa pada studi pendahuluan, lembar observasi siswa, dan juga nilai membaca siswa pada tes akhir.

Pada akhir siklus, data dianalisa dan penelitian dinyatakan sukses kareana telah mencapai kriteria sukses. Ini terbukti dari peningkatan nilai memaca siswa dari nilai membaca pada studi pendahuluan sampai dengan test akhir membaca siswa. Secara keseluruahan sebanyak 83.3% siswa memiliki peningkatan nilai lebih dari 10 poin dan sebanyak 92% siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan strategi belajar STAD, dimana dengan ini dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian pada siklus pertama telah mencapat kriteria sukses yang di tentukan sebelum penelitian ini dilaksanakan.

Berdasarkan dari hasil peniltian ini, dapat dikatakan bahawa strategy belajar STAD mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat. Strategi beajar STAD berhasil membawa suasana belajar yang baru dan memberikan motivasi kepada siswa untk memahami teks dengan lebih baik. Siswa juga dapat belajar bekerja sama dengan siswa lainnya untuk memahami teks dan memberikan kontribusi aktif dalam kelompok. Oleh karena itu, guru pada umumnya dianjurkan untuk menggunakan strategi STAD dalam mengajar membaca di kelas dikarenakan telah terbukti meingkatkan kemampuan siswa dalam membaca. Strategi ini juga dapat membantu siswa untuk menjadi lebih aktif dan mampu berpartisipasi dengan baik dalam proses belajar mengajar di kelas. Selebihnya, untuk peneliti di masa yang akan datang yang berkeinginan untuk mengadakan penelitian serupa, disarankan untuk memodifikasi strategi STAD dan menerapkan STAD untuk jenjang pendidikan yang berbeda. Selain itu, diharapkan kepada peneliti di masa yang akan datang untuk melakukan “try out” pada proses pembuatan test dengan lebih baik sebelum di implementasikan pada siswa.