SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Evaluatif terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa Autis

Clara Ayu Juliarni Widyasari Marhaendra Wijaya

Abstrak


ABSTRAK

Wijaya, Clara A.J.W.M. Studi Evaluatif terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa Autis. Skripsi, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL.,M.Pd, (II) Siti Muniroh, S.Pd, M.A.

Kata kunci: pembelajaran Bahasa Inggris, inklusi, siswa autis

Sindrom autis atau yang lebih dikenal dengan spektrum autism adalah salah satu dari beberapa kelainan mental yang dimiliki oleh beberapa siswa di sekolah inklusi. Siswa penyandang sindrom autism ini umumnya memiliki kesulitan dalam berbahasa atau berkomunikasi, dan bersosialisasi yang dapat menghambat proses pembelajaran bahasa, utamanya bahasa asing. Oleh karena itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk mengadakan penelitian pada pembelajaran Bahasa Inggris pada siswa autis di SMPN 4 Malang untuk kemudian dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Penelitian ini dapat berguna bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa autis di masa depan.

Penelitian ini mengadaptasi studi evaluatif oleh Paulsen and Dailey (2002) yang mana menggunakan penelitian evaluatif terhadap program pembelajaran Bahasa Inggris yang diberikan untuk siswa autis. Fokus penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan kasus yang diteliti untuk mengevaluasi program yang sedang diteliti demi peningkatan mutu internal. Sumber data dari penelitian iniadalah guru BahasaInggris dari siswa autis dan siswa autis sendiri. Data yang didapatkan akan ditrasnkripsi dan kemudian akan dideskripsikan sebagai hasil dari penelitian.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa guru Bahasa Inggris tidak mempersiapkan silabus yang spesifik untuk mengakomodaasi kebutuhan khusus dari siswa autis. Material yang diberikan juga terbatas pada buku paket, LKS, dan latihan-latihan soal lain. Material tidak disesuaikan dengan kebutuhan siswa autis. Teknik yang digunakan dalam mengajar Bahasa Inggris pada siswa autis juga kurang bervariasi. Sistem penilaian pun tidak dilakukan secara individu, melainkan sama dengan penilain siswa regular dan hanya terbatas pada aspek akademik saja, tidak mencakup kemampuan sosial dan emosional yang peneiliti rasa perlu untuk dikembangkan. Penelitian juga menunjukkan bahwa fokus guru Bahasa Inggris hanya ke aspek akademik saja, tanpa terlalu memerhatikan aspek sosial dan emosional siswa autis. Dengan mengimplementasikan sistem pembelajaran di atas, pencapaian siswa autis tidak mengalami peningkatan maupun