SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI PEMBELAJARAN KARAWITAN PADA KELAS SENI DI SMP NEGERI 4 MALANG

Octavian Gasita

Abstrak


ABSTRACT

 

Gasita, Octavian. 2016. Strategi Pembelajaran Karawitan Pada Kelas Seni di SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si

Kata kunci : Strategi Pembelajaran, Karawitan, Kelas Seni, SMP Negeri 4 Malang

Pembelajaran karawitan adalah pembelajaran yang sangat menarik untuk dipelajari. Tidak semua sekolah menerapkan karawitan sebagai pelajaran intrakurikuler.SMP Negeri 4 Malang merupakan salah satu pendidikan formal yang memiliki kelas khusus seni dan menjadikan karawitan sebagai pembelajaran intrakurikuler. Guru karawitan di SMP Negeri 4 Malang bukan berasal dari dunia kependidikan, namun dapat menciptakan berbagai prestasi bagi SMP Negeri 4 Malang. Hal ini menjadi pertanyaan public tentang strategi pembelajaran apakah yang telah berhasil diterapkan pada kelas seni SMP Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengorganisasian pembelajaran karawitan, penyampaian pembelajaran karawitan, dan pengelolaaan pembelajaran karawitan pada kelas seni di SMP Negeri 4 Malang.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam bentuk foto dan video. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data yang dilakukan menggunakan jenis analisis Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik atau metode.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, guru karawitan kelas seni tidak membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP seperti guru pada umumnya dikarenakan beberapa guru tidak berasal dari dunia kependidikan, sehingga sekolah memberikan kebebasan pada guru untuk mengembangkan materi dalam proses pembelajarannya sendiri. Penyampaian materi karawitan dengan menggunakan metode ceramah, drill, dan demonstrasi. Pada pengelolaan pembelajaran, guru mengarah pada pengelolaan ruang dan pengelolaan siswa. Pengelolaan ruang mengacu pada pengkondisian ruangan yang dipakai, agar tercipta suasana nyaman pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan, pengelolaan siswa lebih mengacu pada bagaimana guru dapat mengatasi permasalahan individu dan permasalahan kelompok yang terjadi dalam kelas, sehingga seluruh siswa dapat memahami materi yang diberikan oleh guru tanpa pengecualian.

Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga hal pokok dalam strategi pembelajaran karawitan, yaitu pengorganisasian pembelajaran, penyampaian pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran. Penyampaian pembelajaran dilakukan dalam tiga langkah, yaitu kegiatan awal, inti, dan penutup. Dalam proses pembelajaran, guru lebih banyak menerapkan metode drill, dan banyak membimbing siswa secara individu maupun kelompok, agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan maksimal, yaitu siswa tidak hanya pandai dalam hal teori, tetapi juga praktek, khususnya dalam bidang karawitan

ABSTRACT

Gasita, Octavian. 2016. Teaching Strategy of Karawitan in Art Class of Public Junior High School 4 Malang. Thesis. Art and Designs Department, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dra. Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si

Key words: Teaching Strategy, Karawitan, Art Class, Public Junior High School 4 Malan

Karawitan is one kind of arts which is very interesting to be learned. There are only few schools put Karawitan as one compulsory subject through a special class established for it. None of the teachers were coming from educational background. Yet, they presented some achievements to the school because of their guidance. It came to be a public question about what kind of learning strategy is which is implemented by the teacher that the art class of Junior High School 4 Malang become successful. This research is aimed to describe the organizing strategy of Karawitan learning process, the delivery of Karawitan learning process and the management system of the art class in Public Junior High School 4 Malang.

The research employed a qualitative design if research which basically took the data from observation, interviews, and documentations. The instrument of the research is the researcher her self. The analysis was done using Milles and Huberman. In order to check validity, the data was checked through sources triangulation and method triangulation.

The result of the research are as follows; teachers on Karawitan Art Class do not make any lesson plan like the other teacher in common because they did not come from educational background that the school provide them an opportunity to develop their own material in the process of teaching and learning. They use three methods included in speeches, demonstration, and drill. In managing the teaching and learning process, teacher has two kinds of management, classroom management and students management. Classroom management is a way to create a comfortable situation for learning while students management is basically about solving any problem, both individual or group, that students would understand the material better without exception.

 

The research result is that there are three main substances in the learning strategy implemented in Art Class of Junior High School 4 Malang major Karawitan. They are the organization, the delivery, and the management. The delivery is basically done in three steps which are the beginning of the activity, the main activity, and the ending of the activity. In the learning process, teacher often used drilling and saw across the students both individual and group for the sake of maximum understanding that the student would not only understand the theories but also capable of applying theories, especially in karawitan.