SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Concept of Politeness : A Study on English and Indonesian Coordinated Pronoun

Sarifah Rugayah Assgaf

Abstrak


ABSTRAK

 

Assgaf, Sarifah Rugayah. 2015. Konsep Kesopanan: Studi Frasa endosentris koordinatif Ingggris dan Indonesia. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Evynurul Laily Zen, SS, MA dan Dr. Hj. Emalia Iragiliati, M. Pd

 

Kata Kunci: Endosentris koordinatif, kontrastif , kesopanan

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi variasi penggunaan endosentris koordinatif  bahasa inggris dan bahasa Indonesia serta nilai kesopanaan dalam frasa tersebut. Studi korpus dilakukan untuk mengumpulkan penggunaan frasa endosentris koordinatif dalam dua bahasa. Kemudian data dari korpus tersebut (COCA dan SEAlang) dianalisis secara manual untuk menunjukan penggunaan endosentris koordinatif dalam posisi subjektif dan objectif.

Setelah data korpus dihitung secara manual, masing-masing temuan dari ke dua korpus diidentifikasi. Daftar hasil diklasifikasikan dalam setiap variasi dan ditampilkan dalam analisis dan temuan. Di sini, penelitian ini ditunjukkan berdasarkan jumlah sumber dari penelitian sebelumnya dan buku linguistik.

Temuan menunjukkan bahwa persamaan kedua frasa adalah frasa endosentris koordinatif Inggris dan Indonesia dapat meduduki posisi subjek dan objek. Selain itu kata ganti tunggal Inggris dan Indonesia juga dapat diletakkan di posisi pertama atau terakhir dalam frasa endosentris koordinatif. Perbedaannya adalah temuan menunjukkan bahwa variasi frasa endosentris koordinatif kata ganti orang pertama bahasa Inggris ada baik dalam posisi subjek dan objek, meskipun bentuk persepsi standar subjektif lebih menonjol daripada di posisi objek. Sementara itu pronomina pada frasa endosentris koordinatif Indonesia memiliki bentuk yang sama apakah itu dalam posisi subjek atau objek.

Temuan juga menunjukkan frekuensi tertinggi datang dari varian X dan I untuk posisi subjektif  dan varian Me dan X pada posisi objektif.Sementara Frasa kata ganti pertama endosentris koordinatif dalam bahasa Indonesia menunjukkan frekuensi tinggi Saya dan X dan Aku dan X yang berkontribusi pada posisi subjek.  Namun posisi subject mendominasi dari kedua varian Aku dan X dan Saya dan X. Diketahui juga bahwa varian X and I dianggap bentuk sopan dari varian frasa endosentris terkoordinasi inggris, sementara di Indonesia, Saya dan X dan X dan Saya keduanya dianggap sopan karena penggunaan kata ganti tunggal formal (Saya)

Kesimpulannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang jelas antara frasa endrosentris koordinatif Inggris dan Indonesia. Inggris   memiliki aturan yang berbeda dalam penggunaan endrosentris koordinatif  kata ganti (I/me) di wilayah subjektif dan objektif, tetapi masih ada beberapa pelanggaran aturan. Begitu juga dengan peletakan pronominal I pada frasa. Sementara itu kata ganti pertama endrosentrif koordinatif Indonesia tidak memiliki peraturan khusus dalam peletakan kata ganti pertama dalam frasa tersebut. Kata ganti terkoordinasi Indonesia hanya koordinator dari dua atau lebih  variabel dengan status sintaksis yang sama. Akan tetapi diksi kata pengganti utama (Aku/Saya) berkonstribusi dalam penggunaan Frasa endrosentif  koordinatif Indonesia. Hal tersebut menyankut teori persepsi kesopanan dalam bahasa Indonesia.

Akhirnya peneliti menyarankan agar pembaca dapat lebih sadar akan perbedaan dan persamaan dari frasa endosentris koordinatif Inggris dan Indonesia. Hal ini akan membantu mereka menambah sensitivitas pada relativitas dua bahasa tersebut. Diharapkan jugapelajar bahasa Inggris dapat menambah ilmu mereka tentang relativitas budaya dan bahasa dalam frasa endrosentris koordinatif. Terakhir, harus ada penelitian lebih lanjut pada variasi dan nilai kesopanan kata ganti terkoordinasi..