SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Description of Teaching Speaking at SMAN 1 Kepanjen

AFRANI SYAHID

Abstrak


ABSTRACT
Syahid, Afrani. 2009. Teaching Speaking at SMAN 1 Kepanjen. Thesis. English
Department. Faculty of Letters. State University of Malang. Advisor: Drs.
Murdibjono, M.A.
Key words: teaching speaking, SMAN 1 Kepanjen
This study was conducted in order to describe about the process of teaching
speaking at SMAN 1 Kepanjen. Specifically, this study aimed at describing (1)
the techniques used in teaching speaking, (2) the instructional materials used by
the teachers, (3) instructional media, and (4) how the assessment was conducted.
This study was descriptive-qualitative which tried to get a description of the
process of teaching speaking at SMAN 1 Kepanjen. The techniques of data
collection used were questionnaire and interview. The data collected from the
instruments were gathered and analyzed to draw the final conclusions.
In teaching speaking, the English teachers at SMAN 1 Kepanjen used some
techniques such as listen and repeat, asking questions in the beginning of the
lesson which were related to the topic, asking the students to make a dialogue and
present it in front of the class, and group discussion. For grade ten, the teacher
also asked the students to read the dialogues written in their textbooks and
practiced them in pairs. The teacher also asked the students to complete the
dialogue using the suitable expressions. In terms of instructional materials, the
teachers at SMAN 1 Kepanjen, preferred to use textbooks as their main materials.
In this case, the main textbook used by grade ten was "The Bridge English
Competence" written by Kistono et al, published by Yudhistira. The teacher of
grade ten also used two other textbooks that were "Headlight" written by Dra
Emalia I. L, published by Erlangga, 2000 and "Look Ahead" written by THM
Sudarwati, published by Erlangga, 2006. As an addition, the teacher of grade ten
also took the materials from magazines, newspapers, and Lembar Kerja Siswa
(LKS). The teacher of grade eleven used six main textbooks. The teacher took the
materials from all those six textbooks, summarized it, and made notes for the
students. In general, both of the teachers used the facility well. The teachers both
used blackboard effectively in every meeting. They also used language laboratory
for a different learning atmosphere. The teacher of grade ten also used tape
recorder and English conversation cassettes to support the teaching and learning
process. The test was conducted after one standard competence was finished or
after some standard competencies were finished (block examination). The
speaking test was done in the form of oral test.
Based on the findings the researcher suggested that in teaching speaking the
teachers should not only depend on the textbooks. They should use other sources,
such as internets and authentic materials. The school should take good care of the
facilities such as, language laboratory, LCD, or tape recorder.
ABSTRACT
Syahid, Afrani. 2009. Deskripsi Pengajaran Berbicara Bahasa Inggris di SMAN 1
Kepanjen. Skripsi. Jurusan Bahasa Inggris. Fakultas Sastra. Universitas
Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Murdibjono, M.A.
Kata Kunci: Pengajaran Berbicara, SMAN 1 Kepanjen
Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan tentang proses pengajaran
berbicara bahasa inggris di SMAN 1 Kepanjen. Secara spesifik, penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan (1) teknik-teknik pengajaran yang digunakan
dalam mengajar berbicara bahasa inggris, (2) materi pengajaran yang digunakan
oleh guru, (3) media pengajaran, dan (4) bagaimana penilaian dilakukan.
Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang mencoba untuk
menggambarkan proses pengajaran berbicara bahasa inggris di SMAN 1
Kepanjen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah questionnaire and
interview. Data yang dihasilkan dari instumen-instrumen tersebut dikumpulkan
dan dianalisa untuk kemudian ditarik kesimpulan.
Dalam pengajaran berbicara bahasa inggris, guru-guru bahasa inggris di
SMAN 1 Kepanjen menggunakan beberapa teknik seperti listen and repeat,
menanyakan beberapa pertanyaan diawal pelajaran, membuat dialog dan
mempresentasikannya didepan kelas, dan grup diskusi. Untuk kelas sepuluh, guru
juga memberi tugas siswa untuk membaca dialog di buku teks mereka dan berlatih
secara berpasangan. Guru juga memberi tugas untuk melengkapi dialog dengan
menggunakan ekspresi yang sesuai. Dalam hal materi pengajaran, guru di SMAn
1 Kepanjen menggunakan buku teks sebagai materi pengajaran yang utama.
Dalam hal ini, materi pengajaran utama yang digunakan oleh kelas sepuluh adalah
"The Bridge English Competence" ditulis oleh Kistono dkk, dan diterbitkan oleh
Yudhistira. Guru kelas sepuluh juga menggunakan dua buku lain yaitu
"Headlight" ditulis oleh Dra Emalia I. L dan diterbitkan oleh Erlangga, 2000 dan
"Look Ahead" ditulis oleh THM Sudarwati, diterbitkan oleh Erlangga, 2006.
Sebagai tambahan, guru kelas sepuluh juga mengambil materi dari majalah,
Koran, dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Guru kelas sebelas menggunakan enam
buku teks. Guru tersebut mengambil material dari keenam buku teks tersebut,
merangkumnya, dan membuat catatan untuk kemudian dibagikan kepada murid.
Secara umum, kedua guru menggunakan fasilitas dengan baik. Kedua guru
tersebut menggunakan papan tulis disetiap pertemuan. Mereka juga menggunakan
labolatorium bahasa untuk suasana pengajaran yang berbeda. Guru kelas sepuluh
juga menggunakan radio tape dan kaset percakapan bahasa inggris. Tes
dilaksanakan setelah satu standar kompetensi selesai atau setelah beberapa standar
kompetensi selesai (ujian blok). Tes berbicara dilaksanakan dalam bentuk lisan.
Berdasarkan penemuan diatas, peneliti menyarankan agar dalam proses
pengajaran, guru tidak hanya bergantung pada buku teks. Mereka juga harus
menggunakan sumber lain seperti internet dan materi autentik. Sekolah juga
sebaiknya menjaga fasilitas seperti labolatorium bahasa, LCD, atau radio tape
dengan baik.