SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Developing Multimedia for Descriptive Paragraph Writing Using Scaffolding Technique

Alfi Suci Dirgantari

Abstrak


ABSTRACT

 

Dirgantari, Alfi Suci. 2012. Developing Multimedia for Descriptive Paragraph Writing Using Scaffolding Technique. Thesis, English Department, Faculty of Letters, the State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd.

 

Keywords:  multimedia program, descriptive paragraph, independent learning, Scaffolding

 

Descriptive paragraph is one of the first text types taught to students in seventh grade. Learning how to write a good descriptive paragraph is quite important for students because descriptive paragraph can be found not only as short individual text but also as part of other types of texts.

However, despite the importance of descriptive paragraph, observations in the results of descriptive paragraph written by students in junior high school shows that many students still have difficulties in putting their ideas in a proper way. Therefore, in order to help students who need guidance in writing, especially outside class, learning material with sets of guidance to help them learn independently is needed. One of them is by using multimedia program that can be used independently in learning how to write a descriptive paragraph.

So that the multimedia program can guide the students in writing descriptive paragraphs, a technique called scaffolding is used. The scaffolding techniques used in the multimedia program consist of four types of scaffolding. Those types are procedural, conceptual, strategic, and meta-cognitive scaffoldings. Besides the scaffolding techniques, Controlled-Guided-Free method is also used in developing the content of multimedia program.

The general objective of this research is to develop a multimedia material for independent learning, which employs scaffolding technique, in order to help improve junior high school students’ skill in descriptive paragraph writing that can be used independently (autonomous learning).

The type of data used in this research is qualitative data. Qualitative data for this research is in the forms of comments, critiques, and suggestion from both the expert in product validation and students in empirical validation or tryout. After collecting the data, the data is separated into two parts, content aspect and multimedia aspect. The data is put in the form of table in order to make the data analysis easier. The result of data analysis is used as a basis of product revision.

The method of development for this research is called ADDIE, which stands for Analyse, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The procedure of development are (1) doing need analysis, (2) deciding participation team, (3) writing blueprint of the material, (4) writing storyboard, (5) deciding layout for multimedia material, (6) developing multimedia material, (7) validating the product, both expert validation and empirical validation, (8) revising the product, and (9) finalizing the product.

Based on the data from expert validation and empirical validation, the general assessment for this product is mostly good, however, there are several elements in the multimedia program that need revision. Concerning the content aspect of the multimedia, there are a number of things that should be revised, like the theme, activities, method in delivering material, and certain explanations and instructions in the multimedia. In terms of the multimedia quality, backgrounds and music also need to be revised. Not only those, but the exercises components like instructions, time limit, font, and key answers are in need of revision too.

Like any other products, this multimedia program for descriptive paragraph writing is not perfect. It has its own strengths and weaknesses. The strengths or plus points for this program based on the data analysis are it is easy to use; it has relatively small size (only about 43MB); it has attractive appearance and is using interesting method for the exercises, like matching, crossword puzzle, and multiple choices; it is intended to support independent/autonomous learning; students can learn many things in one go by using the program; the steps used in the program are easy to follow and understand; and this program is easy to modify. The weaknesses or minus points of this program are that this program still has not come up with appropriate activities that can support activities for “critical elaboration of ideas”; it still requires students to use pencil and paper in certain unit; it does not provide students with music or video; and it is still susceptible to cheat attempt.

 

 

 

ABSTRAK

 

Dirgantari, Alfi Suci. 2012. Developing Multimedia for Descriptive Paragraph Writing Using Scaffolding Technique. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd.

 

Keywords:  program multimedia, paragraf deskripsi, pembelajaran mandiri, scaffolding

 

Paragraf deskriptif adalah salah satu jenis paragraf/teks yang pertama kali dikenalkan dan diajarkan kepada siswa kelas tujuh. Belajar tentang cara menulis paragraf deskripsi yang baik sangatlah penting bagi para siswa karena jenis paragraf ini dapat ditemukan di hampir semua jenis teks.

Penelitian di lapangan dalam bentuk hasil tulisan paragraf deskripsi siswa menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang kesulitan dalam menuangkan ide-ide mereka ke dalam paragraf deskripsi yang baik. Oleh karena itu, untuk membantu para siswa yang membutuhkan bantuan dalam menulis, terutama ketika menulis di luar kegiatan belajar-mengajar di kelas, materi pembelajaran yang dilengkapi dengan instruksi-instruksi untuk membantu para siswa sangatlah diperlukan. Salah satu jenis media belajar yang dapat digunakan adalah program pembelajaran multimedia yang dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri dalam menulis paragraf deskripsi.

Agar program multimedia ini dapat mendukung siswa dalam pembelajaran mandiri, digunakanlah teknik scaffolding. Teknik scaffolding yang digunakan dalam program ini terdiri dari empat tipe, yaitu procedural, conceptual, strategic, and meta-cognitive scaffoldings. Selain itu, metode Controlled-Guided-Free juga dipakai dalam mengembangkan isi materi produk.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi multimedia pembelajaran mandiri dengan menggunakan teknik scaffolding untuk membantu meningkatkan kemampuan siswa SMP dalam menulis paragraph deskripsi secara mandiri.

Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif berbentuk komentarkomentar, kritikan, dan saran-saran dari tim ahli pada kegiatan validasi produk dan dari para siswa dalam kegiatan validasi empiris atau tryout. Setelah data dikumpulkan, data tersebut kemudian dipilah menjadi dua bagian: bagian isi dan kualitas. Data tersebut dipaparkan dalam bentuk tabel supaya kegiatan analisis data menjadi lebih mudah. Hasil dari analisis data digunakan sebagai dasar revisi produk.

Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah ADDIE, yang meripakan singkatan dari Analyse (Menganalisa), Design (Merancang), Develop (Mengembangkan), Implement (Mengimplementasi), and Evaluate (Mengevaluasi). Prosedur pengembangan dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) melakukan penelitian awal mengenai kebutuhan siswa (need analysis), (2) menentukan tim partisipasi, (3) membuat kisi-kisi materi, (4) membuat storyboard, (5) menentukan tampilan program multimedia, (6) mengembangkan program multimedia, (7) melakukan validasi yang terdiri dari validasi tim ahli dan validasi empiris, (8) merevisi produk, (9) menyelesaikan produk akhir.

Berdasarkan data dari validasi tim ahli dan validasi empiris, pendapat umum yang diberikan kepada produk ini sebagian besar positif. Namun, ada beberapa bagian produk yang membutuhkan revisi lebih lanjut. Pada bagian isi dari produk multimedia, bagian-bagian yang terdapat pada isi seperti tema, kegiatan-kegiatan, cara menyampaikan materi, penjelasan-penjelasan dan pengayaan-pengayaan tertentu perlu direvisi agar produk menjadi lebih baik. Untuk kualitas multimedia, background dan musik juga perlu dipertimbangkan untuk direvisi. Tidak hanya kedua aspek di atas, komponen-komponen dalam latihan pengayaan seperti instruksi, batas waktu pengerjaan, ukuran huruf, dan kunci jawaban juga perlu direvisi.

Seperti produk-produk pembelajaran pada umumnya, program multimedia untuk penulisan paragraf deskripsi belum sempurna. Produk ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihan produk berdasarkan data adalah mudah penggunaannya; memiliki ukuran yang relatif kecil (hanya sekitar 43MB); memiliki tampilan menarik dan menggunakan kegiatan-kegiatan interaktif untuk latihan pengayaan; bertujuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran mandiri; membuat siswa dapat belajar banyak hal hanya dengan menggunakan satu jenis program saja; langkah-langkah dalam menulis paragraf deskripsi mudah diikuti dan dimengerti; dan program mudah dimodifikasi. Kekurangan-kekurangan produk ini adalah masih belum dapat membuat program latihan yang dapat mendukung kegiatan untuk “critical elaboration of ideas”; masih memerlukan pensil dan kertas untuk pengerjaan unit tertentu; tidak memfasilitasi adanya music atau video; dan siswa masih mudah untuk melakukan kecurangan dalam pengerjaan latihan.