SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Techniques Used in Teaching Vocabulary to Young Learners at SDN Sumbersari 2 Malang

Anita Wahyuni

Abstrak


ABSTRACT

 

Wahyuni, Anita. 2012. The Techniques Used in Teaching Vocabulary to Young Learners at SDN Sumbersari 2 Malang. Thesis. English Language Education Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Anik Nunuk Wulyani, S.Pd., M.Pd (II) Maria Hidayati, S.S., M.Pd

 

Key words: techniques, teaching vocabulary, young learners.

 

Today, the role of English as an elective local content has become a compulsory one. It is proven by the educational activities in the elementary schools where English is given. The purposes of teaching English in Elementary School are to introduce the language and prepare them in junior high schools where English is more complicated. It is hoped that when they enter junior high schools they have been familiar with English.

This study is focused on the techniques used in teaching vocabulary to young learners at SDN Sumbersari 2 Malang. Based on the preliminary observation, the students’ reactions to English language were enthusiastic. They seemed to be interested in learning English. When they understood the lesson, they were happy and felt that learning English was important. One thing that impressed the researcher was when the teacher asked the students about what they had learnt in the previous meeting, most of them still remembered it well. This research was done in SDN Sumbersari 2 Malang to look at the English teaching and learning process especially the techniques used in teaching vocabulary to young learners.

This study employed a descriptive design. The source of the data was the English teacher and the subjects were the students of grade 1 up to grade 6 at SDN Sumbersari 2 Malang. The instruments used to collect the data were; checklist, field notes, interview guide, and HP/camera digital. The data were collected for two weeks, which consisted of five steps, observing the teacher, interviewing the teacher, making field notes, using HP recorder for interviewing, and using digital camera to take pictures. The data taken from the observation and interview were analyzed and presented in the form of descriptive explanation.

The findings revealed that the teacher applied various techniques in teaching vocabulary. In teaching grade 1st, 2nd, and 3rd the teacher used listen and do, listen and repeat, question and answer, in pair or group discussion, modeling and demonstration, brainstorming, outdoor activity, singing song, and using picture. While, in teaching grade 4th, 5th, and 6th the teacher used listen and do, listen and repeat, in-pair or group discussion, question and answer, modeling and demonstration, concept mapping, game and using picture.

From the result of this study, the researcher suggested that the teacher improve the activities or give more various activities in the teaching and learning process in the classroom. For the headmaster, it is suggested that she pay more attention for the English teacher and help the teacher follow the training of teaching techniques of English. The researcher suggested that the next researchers could conduct research about the teacher’s proficiency in teaching English to young learners.

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Wahyuni, Anita. 2012. Teknik-Teknik yang Digunakan dalam Mengajar Kosakata kepada Pembelajar Usia Muda di SDN Sumbersari 2 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Nunuk Wulyani, S.Pd., M.Pd (II) Maria Hidayati, S.S, M.Pd

 

Kata Kunci: Teknik, Mengajar Kosakata, Pembelajar Usia Muda.

 

Dewasa ini, peran bahasa Inggris sebagai muatan local pilihan telah menjadi muatan lokal wajib. Hal ini dibuktikan dalam kegiatan pendidikan di sekolah dasar di mana bahasa Inggris telah diberikan. Tujuan dari pembelajaran bahasa Inggris di SD adalah untuk mengenalkan bahasa Inggris dan mempersiapkan siswa memasuki Sekolah Menengah Pertama yang mana bahasa Inggris lebih rumit. Diharapkan ketika mereka memasuki Sekolah Menengah Pertama mereka telah mengenal atau terbiasa dengan pelajaran bahasa Inggris.

Penelitian ini lebih difokuskan kepada teknik yang digunakan oleh guru dalam mengajar kosakata kepada pembelajar usia muda di SDN Sumbersari 2 Malang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, peneliti melihat bahwa reaksi anak-anak terhadap bahasa Inggris sangat antusias. Mereka nampaknya tertarik mempelajari bahasa Inggris. Ketika mereka mengetahuinya, mereka senang dan mereka merasa bahwa belajar bahasa Inggris sangat penting. Satu hal yang membuat peneliti terkesan adalah ketika guru bertanya kepada siswa tentang apa yang telah mereka pelajari pada pertemuan sebelumnya, kebanyakan dari mereka masih ingat dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di SDN Sumbersari 2 Malang untuk melihat proses belajar mengajar,terutama teknik yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar kosakata untuk pembelajar usia muda.

Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan guru bahasa Inggris sebagai sumber data dan siswa SDN Sumbersari 2 Malang kelas 1 hingga kelas 6 sebagai sumber pendukungnya. Adapun alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa; checklist, catatan lapangan, wawancara dan HP/kamera digital. Data dikumpulkan selama dua minggu, yang terdiri dari tiga langkah, pengamatan terhadap guru, mewawancarai guru, membuat catatan lapangan cara mengajar guru, dan juga menggunakan HP untuk mewawancara dan kamera digital untuk mengambil gambar. Data yang terkumpul dari observasi dan wawancara, dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan teknik yang bervariasi dalam mengajarkan kosakata. Dalam mengajar kelas I,2 dan 3 guru menggunakan teknik mendengarkan dan melakukannya, mendengarkan dan mengulangnya kembali, tanya jawab, berpasangan atau diskusi kelompok, pemodelan dan demonstrasi, mengungkapkan pendapat, kegiatan di luar kelas, bernyanyi, dan menggunakan gambar. Sedangkan dalam mengajar kelas 4, 5, dan 6 guru menggunakan teknik mendengarkan dan melakukannya, mendengarkan dan mengulangnya kembali, berpasangan atau diskusi kelompok, tanya jawab, pemodelan dan demonstrasi, pemetaan konsep, bermain dan menggunakan gambar.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar guru menambah kegiatan atau memberikan kegiatan yang lebih beragam dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk kepala sekolah, disarankan agar lebih memperhatikan guru bahasa Inggris dan membantunya mengikuti pelatihan tentang teknik mengajar bahasa Inggris. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengadakan penelitian terhadap keahlian guru dalam mengajar bahasa Inggris kepada pembelajar muda.