SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecepatan Membaca Siswa Kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang: Faktor-faktor Penghambat dan Strategi Mengatasinya

Deasy Ariyati

Abstrak


Kecepatan membaca adalah waktu yang diperlukan seseorang dalam kegiatan membaca disertai pemahaman terhadap apa yang dibacanya. Kecepatan membaca seseorang biasanya diukur dengan cara menghitung jumlah kata yang dapat dibaca setiap menitnya, dengan pemahaman berkisar antara 40 sampai 60 persen. Pada taraf pemahaman itu, kecepatan membaca yang diukur dianggap memadai. Untuk siswa SMP kecepatan membaca yang memadai adalah 200 kata per menit.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kecepatan membaca siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang, (2) faktor penghambat fisik dan mental kecepatan membaca  siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang, dan (3) strategi yang akan dilakukan siswa untuk mengatasi hambatan kecepatan membacanya tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data utama penelitian ini adalah kecepatan membaca siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang yang berupa kata per menit. Data pendukungnya adalah jawaban siswa dari hasil mengisi kuesioner dan hasil wawancara bebas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada dua yaitu teknik tes dan nontes. Teknik tes dilakukan dengan melakukan tes mengukur kecepatan membaca. Teknik nontes dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, dan wawancara bebas. Data yang diperoleh dari observasi, tes mengukur kecepatan membaca, pengisian kuesioner, dan wawancara bebas  kemudian diseleksi, difokuskan, disederhanakan, dan kemudian diabstraksikan berdasarkan batasan masalah atau rumusan masalah dalam penelitian ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 60 persen siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang memiliki kecepatan membaca yang kurang memadai (< 200 kata per menit) dan 40 persen memiliki kecepatan membaca yang memadai (=, > 200 kata per menit). Adapun 97,2 % siswa memiliki pemahaman bacaan yang baik. Ada dua faktor penghambat kecepatan membaca yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu faktor penghambat fisik dan faktor penghambat mental. Faktor penghambat fisik yang menghambat kecepatan membaca yaitu regresi atau mengulang, subvokalisasi atau membaca dalam batin, menggerakkan bagian tubuh pada waktu membaca, menunjuk dengan jari atau alat, vokalisasi atau bersuara, dan menggerakkan bibir atau berkomat-kamit. Sedangkan faktor penghambat mental yang menghambat kecepatan membaca siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang adalah kurang konsentrasi (kondisi lingkungan, posisi membaca, hambatan fisik, dan kondisi tubuh), kurang hobi membaca, dan kurang termotivasi membaca.

Strategi yang akan dilakukan siswa kelas 1 SMP 1 Sukodono Lumajang untuk mengatasi faktor penghambat fisik yaitu menghilangkan kebiasaan buruk (secara fisik) yang bisa menghambat kecepatan membacanya (tidak menggerakkan kepala, tidak membaca dalam batin, tidak mengulang membaca). Sedangkan strategi yang dilakukan siswa untuk mengatasi faktor penghambat mental adalah banyak membaca, menumbuhkan minat baca, dan berlatih lebih konsentrasi.


Teks Penuh: DOC