SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa kelas IV SDN Kota Malang Semester II Tahun Ajaran 2009/2010.

Auliatin Amin Fardia

Abstrak


ABSTRAK

 

Fardia, Auliatin Amin. Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa kelas IV SDN Kota Malang Semester II Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata kunci: Pembelajaran membaca pemahaman, membaca pemahaman.

 

Kualitas hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV, khususnya pada keterampilan membaca pemahaman masih tergolong sangat rendah. Hal ini diperkuat dengan hasil data tes PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) adalah studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia yang disponsori oleh The International Association for The Evaluation Achievement (IEA) yang dilakukan pada siswa kelas IV tahun 2006, yang diikuti oleh 45 negara, Indonesia berada pada urutan ke empat dari bawah. Salah satu yang menjadi sorotan tentang fenomena rendahnya kualitas membaca pemahaman ini yaitu guru. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran guru memegang peranan penting dalam membimbing, mengembangkan serta meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca.

Secara umum penelitian ini bertujuan mengkaji tentang pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman kelas IV SDN Kota Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran membaca pemahaman yang dibuat dan dilakukan oleh guru.

Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran membaca kelas IV SDN Kota Malang dengan subjek penelitian adalah guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dibantu dengan catatan lapangan yang diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan angket yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun oleh kedua guru di SDN P 2 dan di SDN W 1 kurang lengkap dan kurang tepat. Komponen perencanaan yang kurang lengkap mencakup indikator dan tujuan pembelajaran membaca pemahaman yang dirumuskan guru kurang menjabarkan kompetensi dasar yang dicapai, materi yang dipilih guru kurang lengkap. Kurang tepatnya komponen yang disusun oleh guru mencakup penyusunan alat evaluasi yang kurang memenuhi kriteria penilaian membaca yang baik. Pada tahap pelaksanaan, secara umum pembelajaran yang dilakukan oleh kedua telah mengarah pada pembelajaran membaca, akan tetapi secara khusus langkah pembelajaran membaca pemahaman yang dimulai pada tahap prabaca, saat baca, dan pascabaca masih belum dilakukan secara maksimal dan terpadu di kelas, hal ini dikarenakan guru kurang memiliki kekreatifan untuk menggunakan strategi membaca pemahaman dengan berbagai aktivitas yang bervariasi dalam setiap tahapnya dan kurang mampu menggunakan strategi atau metode yang mampu menumbuhkan siswa lebih aktif di kelas. Lemahnya guru dalam membelajarkan membaca pemahaman, disebabkan oleh beberapa faktor (1) faktor latar belakang pendidikan guru dan (2) sikap guru dalam membelajarkan membaca pemahaman. Pada tahap evaluasi pembelajaran membaca pemahaman yang dilakukan oleh kedua guru dipandang kurang berhasil secara maksimal, hal ini dikarenakan alat evaluasi yang digunakan oleh guru kurang memenuhi kriteria penilaian membaca yang baik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, guru dipandang masih lemah dalam menyusun perencanaan pembelajaran membaca pemahaman (RPP), sehingga disarankan kepada guru (1) mempelajari dengan teliti cara menyusun RPP membaca pemahaman yang lengkap dan tepat berdasarkan teori yang berlaku, (2) mengikuti workshop, lokakarya, diklat, atau seminar tentang pengembangan RPP, (3) memperdalam ilmu atau teori tentang membaca, khususnya membaca pemahaman. Pada tahap pelaksanaan, guru masih tampak lemah dalam hal menumbuhkan siswa aktif dalam kelas dan aktivitas yang dilakukan oleh guru pada tahap prabaca, saat baca, pascabaca terlihat kurang bervariasi dan kurang sesuai dengan teori, sehingga disarankan kepada guru (1) menggunakan metode atau strategi yang mampu menumbuhkan keaktifan siswa di kelas, misalnya metode inquiry atau kooperatif, (2) menggunakan strategi yang lebih bervariasi dalam kegiatan prabaca, saat baca, atau pasca baca, misalnya menggunakan strategi KWL atau DRTA, (3) melatih siswa membaca dalam hati dengan menggunakan teknik yang bervariasi, misalnya teknik skimming. Penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai referensi penelitian selanjutnya, misalnya penelitian pengembangan bahan ajar membaca dan penelitian tindakan kelas untuk menciptakan strategi-strategi membaca pemahaman yang baru. Dengan harapan, melalui penelitian-penelitian tersebut mampu meningkatkan kualitas membaca pemahaman siswa. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti kasus-kasus sejenis mengenai pembelajaran membaca pemahaman diharapkan memiliki waktu yang relatif lama dalam melaksanakan penelitian, agar segala informasi tentang pembelajaran dapat diperoleh peneliti secara mendetail.