SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Paragraf Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nganjuk.

febrian adi Laksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Laksono, Febrian Adi. 2010. Kemampuan Menulis Paragraf Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Sunaryo HS, S.H, M.Hum.

 

Kata kunci: kemampuan, menulis, eksposisi

 

Pengembangan kemampuan menulis perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh sejak tingkat sekolah khususnya tingkat SMA. Karena sebagai aspek kemampuan berbahasa, menulis memang dapat dikuasai oleh siapa saja yang memiliki kemampuan intelektual memadai. Namun, berbeda dengan kemampuan menyimak dan berbicara, menulis tidak dikuasai oleh seseorang secara alami. Menulis harus dipelajari dan dilatihkan secara sungguh-sungguh.

Eksposisi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Menulis paragraph eksposisi perlu diajarkan pada siswa SMA agar siswa terlatih untuk mengembangkan pola pikir mereka dalam mengamati, memahami, serta mengatasi sebuah permasalahan dengan cara menulis paragraf eksposisi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana kemampuan siswa kelas X SMAN 1 Nganjuk dalam menulis paragraf eksposisi, yang dapat dilihat dari aspek (1) merumuskan judul, (2) pemaparan informasi, (3) kepaduan, (4) penggunaan piranti kohesi yang meliputi penggunaan kata ganti, penggunaan kata penghubung, serta diksi, (5) aspek teknik penulisan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Nganjuk. Sampel penelitian sebanyak 1 kelas yaitu kelas X-1 dengan anggota kelas sebanyak 36 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Untuk mengukur kemampuan keseluruhan siswa digunakan pedoman penilaian kelas yaitu sebesar 75% keberhasilan dalam tiap kompetensi, dalam hal ini adalah menulis paragraf eksposisi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada aspek merumuskan judul, kemampuan siswa tergolong mampu dengan rincian kumulatif kemampuan siswa dalam memberi judul paragraf eksposisi memperoleh skor 6 dengan kategori baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel. Secara keseluruhan judul yang dibuat siswa sudah memenuhi kriteria judul sesuai dengan isi dan ringkas, namun belum memenuhi unsur menarik yang harus ada dalam judul sebuah paragraf; (2) aspek pemaparan informasi dalam paragraf siswa tergolong mampu dengan rincian kumulatif memperoleh skor 12 dan 16 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel. Pada umumnya informasi yang dipaparkan oleh siswa sudah faktual, jelas, dan rinci. Sehingga informasiinformasi yang dipaparkan tersebut cukup untuk menjelaskan objek yang dibahas; (3) aspek kepaduan dalam paragraf siswa tergolong mampu dengan rincian kumulatif siswa tergolong mampu dengan rincian kumulatif memperoleh skor 12 dan 16 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel. Pada umumnya paragraf eksposisi yang dibuat siswa sudah mengandung satu ide pokok, ide penjelas tidak menyimpang dari ide pokok, dan ide penjelas sudah mampu menunjang ide pokok; (4) aspek penggunaan perangkat kohesi siswa tergolong mampu yang meliputi subaspek penggunaan kata ganti dengan rincian kumulatif mendapatkan skor 12 dan 16 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel, subaspek penggunaan kata penghubung dengan rincian kumulatif mendapatkan skor 12 dan 16 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel, dan subaspek pilihan kata atau diksi dengan rincian kumulatif eksposisi mendapatkan skor 12 dan 16 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 36 siswa atau 100% siswa sampel, serta (5) aspek teknik penulisan kemampuan siswa tergolong tidak mampu dengan rincian kumulatif mendapatkan skor 9 dan 12 dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 21 siswa atau 58,33% siswa sampel. Pada umumnya siswa menulis paragraf eksposisi dengan tidak memperhatikan ejaan dan tanda baca yang telah ada dalam EYD. Misalnya penggunaan huruf besar atau kapital, serta penggunaan tanda baca koma dan titik.

Disarankan kepada guru untuk membantu dan membimbing siswa secara lebih intensif dalam penggunaan ejaan dan tanda baca yang baik dan benar sesuai dengan EYD. Untuk peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian tentang menulis paragraf eksposisi disarankan untuk menggunakan metode yang dapat mengetahui kemampuan siswa secara lebih detail dalam penelitiannya. Misalnya dengan menyertakan metode tertentu untuk mengukur kemampuan siswa. Peneliti lebih lanjut juga bisa menggunakan rancangan penelitian yang lain seperti eksperimen ataupun PTK untuk mengetahui kemampuan menulis paragraf eksposisi siswa SMA kelas X.