SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menyimak dan Berbicara Siswa Kelas X.6 SMAN 1 Pagak dengan Teknik Puri Hening (Puzzle Story and Happy Listening) Berbasis Cooperative Learning

Yesicha Magdhalena

Abstrak


ABSTRAK

 

Magdhalena, Yesicha. 2010. Peningkatan kemampuan Menyimak Berbciara Siswa Kelas X.6  SMAN 1 Pagak dengan teknik Puri hening (Puzzle Story and Happy Listening) Berbasis  Cooperative Learning. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa , Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H.S, S.H., M.Hum., (II) Dr. Sunoto, M.Pd.

 

Kata Kunci: menyimak, berbicara, Puzzle Story

 

Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan keterampilan dasar yang dimiliki oleh setiap individu. Melalui teknik Puri Hening (Puzzle Story and Happy Listening) diharapkan keterampilan menyimak berbciara siswa dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak berbicara siswa dalam kegiatan bercerita dan mengidentifikasi unsur instrinsik dan ekstrinsik cerita yang diperdengarkan. Peningkatan kemampuan siswa dengan teknik Puri Hening (Puzzle Story and Happy Listening) dikembangkan untuk beberapa aspek, yang pertama adalah aspek identifikasi unsur instrinsik, kedua identifikasi unsur ekstrinsik ketiga aspek kebahasaan dan keempat aspek non kebahasaan.   Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena merupakan gambaran hasil penelitian.  Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X.6 SMAN 1 Pagak yang berjumlah 33 orang. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil observasi berdasarkan paparan pengamatan dan hasil wawancara peneliti dengan guru pamong dan hasil belajar siswa dalam menyimak berbicara dengan teknik Puri Hening (Puzzle Story and Happy Listening), serta hail observasi respon guru pamong dan siswa dalam pembelajaran menyimak berbicara dengan teknik Puri Hening.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Kegiatan yang dilakukan dalam masing-masing siklus antara lain (1)  tahap pratindakan, (2)  perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) evaluasi tindakan dan (5) refleksi. Dalam masing-masing siklus penerapan pembelajaran menyimak berbicara dengan teknik Puri Hening mengalami peningkatan pada hasil pembelajaran menyimak berbicara. Hasil pembelajaran menyimak dengan menggunakan teknik Puri Hening menglamai peningkatan. Pada pretest kemampuan menyimak (mengidentikasi unsur instrinsik) rata kemampuan 59% setelah mengalami perbaikan menjadi 61% di siklus 1 dan 84% di siklus ke 2. kemampuan menyimak (mengidentifikasi unsur esktrinsik) rata-rata 36% setelah mengalami perbaikan menjadi 39% si siklus 1 dan 75 % di siklus ke 2. hasil kemampuan berbicara (aspek kebahasaan) rata-rata kemampuan 53% setelah mengalami perbaikan menjadi 71 % di siklus 1 dan rata-rata kemampuan 87% di siklus ke 2. Sedangkan hasil kemampuan berbicara (aspek nonkebahasaan) rata-rata kemampuannya 52% setelah mengalami perbaikan menjadi 72% di siklus 1 dan 93% di siklus ke 2. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak berbicara dengan teknik Puri Hening berhasil diterapkan dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak berbicara dengan persentase hasil akhir pembelajaran lebih dari 60%.

Respon siswa dalam pembelajaran menyimak berbicara dengan teknik Puri Hening cukup baik. Hal tersebut terbukti dengan persentase jawaban yang di atas rata-rata 50% menjawab bahwa teknik Puri Hening dapat meningkatkan kemampuan menyimak berbicara.