SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS CERPEN DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KUANTUM UNTUK SISWA KELAS IX SMP

Santika Radityatama

Abstrak


ABSTRAK

 

Radityatama, Santika. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Strategi Pembelajaran Kuantum untuk Siswa Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Dr. Masnur Muslich, M.Si.

 

Kata kunci: bahan ajar, menulis cerpen, pembelajaran kuantum.

 

Menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas IX SMP. Kegiatan menulis cerpen memiliki manfaat bagi siswa. Manfaat menulis kreatif cerpen antara lain, dapat melatih siswa peka berimajinasi, sebagai sarana berlatih menggunakan bahasa ragam sastra, dan berlatih memahami manusia secara utuh; baik dari segi pikiran, perasaaan, dan sikap. Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen dikategorikan menjadi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa hambatan psikologis, yakni rendahnya minat, sikap, dan pengetahuan awal siswa yang relevan dengan menulis cerpen. Hambatan eksternal berupa lingkungan belajar yang kurang memadai dan masalah kultural, yakni siswa tidak dituntut untuk menguasai kompetensi menulis sastra.

Bahan ajar dibutuhkan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung kelancaran pembelajaran menulis cerpen. Mengingat pentingnya bahan ajar, bahan ajar menulis cerpen perlu dikembangkan. Terdapat beberapa alasan yang mendasari pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni pertimbangan kebutuhan siswa dan tuntutan agar guru dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan model RPP menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum di kelas IX SMP dan (2) mengembangkan model bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum untuk siswa kelas IX SMP. RPP dikembangkan lebih dulu dengan alasan pengembangan bahan ajar bertitik tolak pada kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, skenario pembelajaran, dan evaluasi yang terdapat di dalam RPP . 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model desain pembelajaran Dick dan Carey. Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedur penelitian, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap evaluasi, dan (4) tahap revisi. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis karakter materi dan RPP yang disusun pada tahap perencanaan. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan kepada kelompok ahli. 

Uji produk RPP dilakukan kepada (1) ahli penulisan kreatif cerpen, (2) ahli pembelajaran sastra, dan (3) guru Bahasa Indonesia. Uji produk bahan ajar dilakukan kepada kelompok ahli yang sama dengan uji RPP ditambah kelompok siswa. Uji produk RPP dan bahan ajar menghasilkan data yang diperoleh dari angket/kuesioner. Data penelitian pengembangan ini berupa data nonverbal dan data verbal. Data nonverbal berupa skor penilaian, sedangkan data verbal berupa komentar dan saran perbaikan dari ahli dan praktisi. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kelayakan produk RPP dan bahan ajar melalui penghitungan presentase kelayakan bahan ajar dan (2) mendeskripsikan komponen produk yang perlu diperbaiki. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli  yang disampaikan secara lisan dan tulisan. Data uji RPP dan bahan ajar dianalisis dengan menghitung presentase kelayakan setiap komponen.  

Hasil uji RPP dengan ahli penulisan kreatif cerpen menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 80%, guru bahasa Indonesia 92,5%, dan ahli pembelajaran sastra 60%. Hasil uji dengan ahli penulisan kreatif cerpen dan guru bahasa Indonesia menunjukkan RPP  tergolong layak dan dapat diimplementasikan, sedangkan ahli pembelajaran sastra menunjukkan RPP tergolong cukup layak dan perlu direvisi pada komponen indikator, materi pembelajaran, dan langkah-langkah kegiatan. Sementara itu, hasil uji bahan ajar dengan ahli penulisan kreatif cerpen menghasilkan rata-rata kelayakan sebesar 76,35%, guru Bahasa Indonesia 98,68%, ahli pembelajaran sastra 73,02%, dan siswa 95,83%. Hasil uji dengan ahli penulisan cerpen, guru bahasa Indonesia, dan siswa menunjukkan bahan ajar tergolong layak dan siap diimplementasikan, sedangkan menurut ahli pembelajaran sastra, bahan ajar tergolong cukup layak dan perlu direvisi. Data verbal dari ahli menitikberatkan pada sistematika bahan ajar yang masih terlalu sulit untuk siswa kelas IX SMP dan materi penulisan cerpen masih kurang. Data verbal lisan dari siswa adalah bahan ajar secara keseluruhan bagus, tetapi masih kurang memotivasi mereka untuk menulis cerpen. Berdasarkan data verbal tersebut, peneliti merevisi sistematika, materi, dan menambahkan kalimat-kalimat motivasi. 

Hasil pengembangan produk RPP dibuat seperti standar yang dicontohkan oleh tim MGMP bahasa Indonesia. Perbedaan produk RPP dengan RPP yang lain terletak pada penggunaan strategi pembelajaran kuantum dan media musik instrumen. Adapun sistematika RPP meliputi (1) identitas RPP (mata pelajaran, satuan pendidikan, kelas, dan semester), (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (3) indikator, (4) alokasi waktu,  tujuan pembelajaran, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (8) sumber belajar, dan (9) penilaian dan evaluasi. Bahasa RPP bersifat operasional, sistematis, jelas, dan singkat. 

Perbedaan hasil pengembangan produk bahan ajar ini dengan bahan ajar lain terletak pada penggunaan strategi pembelajaran kuantum. Strategi tersebut tampak pada pemanfaatan musik instrumen sebagai pendukung kegiatan pembelajaran, tampilan yang penuh warna, dan tahap quantum writing pada kegiatan pembelajaran. Adapun sistematika bahan ajar meliputi (1) tinjauan kompetensi, (2) pendahuluan, (3) penyajian isi, (4) penutup, (5) daftar pustaka, dan (6) lampiran. Isi bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pembelajaran kuantum meliputi (1) materi dan teori menulis cerpen, (2) contoh cerpen, (3) lembar kegiatan siswa yang berupa latihan-latihan, dan (4) evaluasi kegiatan menulis cerpen. Bahasa bahan ajar memperhatikan keterbacaan siswa, singkat, menarik, dan memotivasi. 

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah RPP dan bahan ajar dikembangkan dengan strategi pembelajaran kuantum dan hasil uji menunjukkan produk RPP dan bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan RPP dan bahan ajar ini pada pembelajaran menulis cerpen. Siswa disarankan memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis cerpen dengan memperhatikan petunjuk penggunaan. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.