SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2005/2006

Setyarini Yuliawati

Abstrak


Apresiasi kreatif (menulis kreatif sastra) merupakan kegiatan menulis sastra yang berkembang dari gagasan kreatif yang dimiliki oleh seorang penulis. Cerpen merupakan salah satu jenis tulisan narasi yang bersifat sastra yang cukup digemari terutama sebagai sarana mengisi waktu. Menulis cerpen merupakan kegiatan menulis yang muncul dari gagasan kreatif penulis. Penelitian ini berusaha mengkaji masalah tentang kemampuan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang dalam menulis cerpen.

            Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen dengan cerpen rumpang di awal, (2) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen dengan cerpen rumpang di tengah, dan (3) mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen dengan cerpen rumpang di akhir.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data berupa karangan cerpen siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang. Data berwujud skor hasil tes menulis cerpen rumpang di awal, tengah, dan akhir. Instrumen penelitian adalah tes menulis tidak langsung cerpen rumpang di awal, tengah, dan akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pemberian tes pada siswa. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah, (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data sesuai dengan penelitian.

            Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) dalam menulis cerpen dengan cerpen rumpang di awal, siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tergolong tidak mampu karena sebanyak 52% atau 15 siswa mendapatkan kualifikasi pemahaman kurang dan sangat kurang. Siswa tidak mampu memaparkan pengenalan tokoh, penciptaan suasana, dan tidak mampu menggunakan gaya bahasa pada bagian awal cerpen, (2) dalam menulis cerpen dengan cerpen rumpang di tengah, siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tergolong tidak mampu karena kurang dari 60%, yakni sebanyak 52% atau 15 siswa mendapatkan kualifikasi pemahaman baik dan cukup. Siswa tidak mampu menyajikan perselisihan tokoh, konflik yang memuncak, dan tidak mampu menggunakan gaya bahasa pada bagian tengah cerpen, dan (3) dalam menulis cerpen dengan cerpen rumpang di akhir, siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang tergolong mampu karena sebanyak 97% atau 28 siswa mendapatkan kualifikasi pemahaman baik dan cukup. Siswa mampu menyajikan pemecahan masalah/konflik tokoh dan menyajikan kesudahan cerita. Tapi siswa tidak mampu menggunakan gaya bahasa pada bagian akhir cerpen.

 

            Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan kepada guru Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang untuk melihat bagian-bagian yang sulit, yakni bagian awal dan bagian tengah cerpen. Kepada Peneliti Lanjutan disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap kegiatan menulis cerpen dengan instrumen yang berbeda, misalkan menggunakan cerpen dengan alur campuran atau alur mundur.

Teks Penuh: DOC