SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Media Benda Tiga Dimensi Siswa Kelas X SMA Darut Taqwa Sengonagung Pasuruan

Badriyah Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Badriyah. 2010. Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Media Benda Tiga Dimensi Siswa Kelas X SMA Darut Taqwa Sengonagung, Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata kunci: peningkatan keterampilan menulis, cerpen, media benda tiga dimensi

 

Pembelajaran menulis cerpen berdasarkan kehidupan diri sendiri sudah diajarkan kepada siswa kelas X di SMA Darut Taqwa Sengonagung sesuai dengan KTSP. Terkait dengan pembelajaran menulis cerpen di sekolah tersebut, dilakukan studi pendahuluan dengan hasil bahwa (1) pembelajaran menulis cerpen kurang menumbuhkan minat siswa dalam menulis cerpen, (2) guru belum memiliki teknik yang tepat untuk membelajarkan menulis cerpen, (3) siswa memiliki kesulitan dalam menentukan dan mengembangkan gagasan untuk menulis cerpen, (4) tidak ada bimbingan khusus dari guru dalam menulis cerpen, serta (5) masih ada 56% yang mengalami kesulitan dalam menulis cerpen, sehingga siswa tersebut memperoleh nilai di bawah KKM.

 

Masalah yang muncul pada aspek hasil menulis cerpen siswa adalah pokok persoalan yang diangkat dalam cerpen mereka masih sangat umum sehingga pengembangan tokoh, latar, dan peristiwa juga bersifat umum. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan media benda tiga dimensi untuk lebih mengkhususkan pokok persoalan dalam cerpen siswa. Benda tiga dimensi yang dipilih berkaitan dengan kehidupan diri sendiri siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah meningkatkan keterampilan menulis cerpen dengan media benda tiga dimensi siswa kelas X SMA Darut Taqwa Sengonagung, sedangkan tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan keterampilan menulis cerpen dengan media benda tiga dimensi siswa kelas X SMA Darut Taqwa Sengonagung.

 

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi lima hal pokok yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, dan (4) refleksi hasil tindakan. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan hasil. Data proses berupa transkrip hasil interaksi proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan siswa dan guru di kelas, sedangkan data hasil berupa kerangka cerpen siswa dan hasil cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan pedoman observasi dan catatan lapangan, sedangkan data hasil dilakukan dengan studi dokumen dengan menggunakan rubrik penilaian hasil menulis cerpen. Data proses dan hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan mengorganisasi, mengelompokkan, memaparkan, dan menarik kesimpulan.

 

Hasil penelitian meliputi proses dan hasil peningkatan menulis cerpen dengan media benda tiga dimensi pada tahap pratulis, menulis, dan pascatulis. Tahap pratulis, kegiatan siswa meliputi: membaca contoh cerpen dari guru, mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen, menyimak penjelasan guru tentang menulis cerpen dengan benda tiga dimensi sebagai tokohnya, mengamati benda tiga dimensi yang dihadirkan guru, memilih benda tiga dimensi sebagai media menulis cerpen, dan membuat kerangka cerpen. Siswa terlihat antusias membuat kerangka cerpen dengan menggunakan media benda tiga dimensi. Media benda tiga dimensi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat kerangka cerpen. Hasil kerangka cerpen siswa kategori tuntas dari siklus I menuju siklus II meningkat dari 20% (4% kualifikasi sangat baik, 16% baik, 36% cukup, 40% kurang, dan 4% sangat kurang) menjadi 100% (40% sangat baik dan 60% baik). Kualitas kerangka cerpen untuk kategori tuntas dengan kualifikasi sangat baik yaitu lengkap dan rinci baik judul, tokoh, latar, maupun peristiwa. Kualitas kerangka cerpen siswa kategori tuntas dengan kualifikasi baik yaitu sudah menyebutkan semua aspek tetapi ada salah satu aspek yang kurang rinci.

 

Proses peningkatan keterampilan menulis cerpen pada tahap menulis dilakukan dengan kegiatan siswa mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen utuh. Pada siklus I sebagian besar siswa tampak antusias dan tidak banyak mengalami kesulitan karena sebelumnya siswa sudah membuat kerangka cerpen. Pada siklus II, terjadi peningkatan motivasi sehingga sebagian besar siswa serius dan antusias dalam mengembangkan kerangka cerpen. Hasil peningkatan pada tahap menulis ditandai dengan bertambahnya kualitas hasil menulis cerpen siklus I menuju siklus II dari 80% (4% sangat baik, 76% baik, dan 20% cukup) menjadi 100% (32% sangat baik dan 68% baik). Kualitas cerpen yang dihasilkan siswa kategori tuntas untuk kualifikasi sangat baik yaitu sudah mengembangkan judul, tokoh, latar, dan peristiwa sesuai dengan media serta pengembangan dialog, monolog, dan deskripsi menarik, sesuai dengan tokoh, latar, dan peristiwa.

 

Proses peningkatan keterampilan menulis cerpen pada tahap pascatulis dilakukan dengan kegiatan siswa menyunting aspek ejaan, tanda baca, dan bahasa serta memublikasikan cerpen. Penggunaan media benda tiga dimensi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa untuk membacakan cerpennya di depan kelas, mampu membangun interaksi sosial antar siswa, dan merangsang siswa untuk menunjukkan prestasi. Hasil peningkatan tahap pascatulis ditandai dengan meningkatnya kualitas siswa yang melakukan penyuntingan kategori tuntas siklus I menuju siklus II dari 60% (8% sangat baik, 52% baik, dan 40% kurang) menjadi 100% (84% sangat baik dan 16% baik). Jadi, media benda tiga dimensi dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa pada tahap pratulis, menulis, dan pascatulis.

 

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru untuk menggunakan media benda tiga dimensi dalam pembelajaran menulis cerpen. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan media pembelajaran yang lainnya untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen. Selain itu, penelitian ini juga dapat dikaji lebih mendalam lagi dengan menggunakan kriteria, evaluasi, dan pendekatan yang berbeda mengenai upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen.