SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII H SMP Negeri 1 Talun Blitar

Wulandari Wiwin Mei

Abstrak


ABSTRAK

Wulandari, Wiwin Mei. 2019. Karakteristik Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Karya Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.

Kata Kunci: karakteristik, unsur intrinsik, cerita fantasi

Penelitian ini mendeskripsikan tentang karakteristik siswa dalam menyajikan cerita fantasi secara tulis dan kecenderungan karakteristik kepenulisan unsur intrinsik dalam karya siswa. Alasan peneliti memilih sekolah SMP Negeri 1 Talun Blitar karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Blitar sehingga perlu dideskripsikan bagaimana karakteristik siswa dalam pembelajaran menyajikan karya cerita fantasi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya bahwasanya peneliti mendeskripsikan tentang karakteristik siswa dalam menyajikan cerita fantasi secara tulis dari segi unsur intrinsik dan kecenderungan penulisan siswa pada tiap unsur intrinsik cerita fantasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kulitatif karena data yang diperoleh adalah deskripsi karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar dan pemilihan kelas dilakukan berdasarkan tolak ukur kemampuan siswa dalam kelas tersebut yang tergolong baik.

Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, karena data yang dihasilkan adalah paparan atau deksripsi tentang karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun. Jenis penelitian ini adalah kajian dokumen atau teks. Orientasi teoritis penenelitian ini adalah karakteristik, unsur-unsur intrinsik, dan cerita fantasi.

Data penelitian ini berupa data verbal karakteristik unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa yang meliputi, kalimat, narasi, dialog , maupun monolog yang terdapat pada unsur intrinsik cerita fantasi karya siswa. Sumber data penelitian ini adalah karya cerita fantasi siswa kelas VII-H SMP Negeri 1 Talun Blitar. Instrumen penelitian, yaitu peneliti sebagai intrumen kunci. Prosedur pengumpulan data meliputi, menentukan sumber data, menghubungi guru yang mengajar kelas VII, meminta dokumen karya cerita fantasi siswa melalui pihak sekolah kemudian guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar kelas VII, melakukan wawancara kepada guru dan siswa,melihat dan menggandakan karya cerita fantasi siswa kelas VII-H, menganalisis karakteristik unsur-unsur intrinsik cerita fantasi siswa kelas VII-H. Analisis data, meliputi editing, klasifikasi, memberi kode, penafsiran kemudian penyajian data. Tahap-tahap penelitian yakni perencanaan dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan, meliputi melakukan observasi sekolah, melakukan wawancara dengan guru kelas, menetapkan kelas VII yang datannya diambil, melakukan wawancara dengan siswa, menggandakan data atau dokumen yang berupa karya cerita fantasi siswa kelas VII SMP N 1 Talun,  membaca hasil wawancara, membaca data beserta memberi kode setiap unsur yang mengandung karakteristik siswa dalam menulis cerita fantasi, menulis laporan penelitian, menyusun laporan penelitian merevisi laporan penelitian, menggandakan laporan penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh enam simpulan dan hasil. Pertama, tema yang diangkat oleh siswa dalam cerita fantasi lebih banyak mengangkat tema sosial, petualangan dan persahabatan ditandai dengan ungkapan-ungkapan dalam cerita dan pengembangan ide dalam cerita. Kedua, judul yang digunakan oleh siswa tidak jauh berbeda dengan inspirasi cerita yang telah mereka baca, selain itu penulis juga membuat judul berdasarkan nama tokoh, karakter tokoh, kata benda, maupun kata yang mewakili alur dalam cerita fantasi. Karakteristik tiap judul ditandai dengan kata yang digunakan sebagai judul. Ketiga, karakteristik menciptakan tokoh dan penokohan, yaitu siswa menggambarkan karakter tokoh secara tidak langsung dengan mengembangkan ide dengan lancar sampai cerita berakhir, sedangkan karakteristik ke khas an tokoh terletak pada pemberian nama tokoh dengan simbol angka dan pemberian nama tokoh berdasarkkan ciri fisik. Keempat, karakteristik latar meliputi latar waktu, tempat, dan suasana ditandai dengan ungkapan-ungkapan penulis untuk menggambarkan latar dalam cerita fantasi. Kelima, karakteristik alur meliputi, alur maju, mundur, dan campuran. Keenam, berdasarkan analisis data dan hasil, kecenderungan penulisan unsur intrinsik cerita fantasi  siswa terletak pada bagian alur dan tokoh penokohan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia agar lebih memperjelas penyampaian materi dan pemberian tugas kepada siswa, karena masih ditemukan beberapa tugas yang tidak sesuai dengan rancangan pembelajaran. Selanjutnya, saran untuk peneliti agar dapat menganalisis karakteristik hasil karya cerita fantasi siswa pada secara cermat dan tepat agar dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya.