SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Model Teks Pawarta pada Portofolio Matakuliah Menulis Mahasiswa Minor Jawa 2015 UM

Dyah Ayu Laras Pawestri

Abstrak


Kohesi dan koherensi berperan penting dalam membentuk keutuhan dan kepaduan suatu teks, salah satunya teks pawarta atau berita. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan

(1) kohesi,

(2) koherensi, dan

(3) relasi judul dengan isi dalam teks pawarta.

Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan sumber data teks pawarta dan data berupa penggalan paragraf yang memiliki kohesi dan koherensi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan teks atau dokumen, pembacaan teks, identifikasi kohesi dan koherensi, identifikasi relasi judul dengan isi, dan klasifikasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah berupa tahap reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan.

 

Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama,  bentuk kohesi dalam teks pawarta  berupa empat kohesi gramatikal dan lima kohesi leksikal. Bentuk kohesi gramatikal meliputi: referensi (iki ‘ini’, iku ‘itu’, kuwi ‘itu’) substitusi (dheweke ‘dia’, kata ganti tempat, klitika-e), elipsis (pelesapan kata), dan konjungsi (nanging ‘tapi’, amerga ‘karena’, lan ‘dan’, banjur ’lalu’) sedangkan bentuk kohesi leksikal meliputi perulangan (pengulangan kata pada setiap kalimat), sinonimi (angel=ruwet, ngider=keliling, ibadah=sholat, bungah=seneng, laris=payu, ngekeki=ngewenehi), antonimi ‘(motor>, bagus>), paronimi (watu, wewatuan, kaendahan, endah), dan kolokasi (wayang {dalang}, {tuwa} sempoyongan, keriput, ringkih). Kedua, bentuk koherensi teks pawarta ada delapan jenis meliputi adisi (apa maneh ‘apalagi’), kontras (ananging ‘tetapi’), kausalitas (mula saka kuwi ‘maka dari itu’, mulane ‘makanya’), intrumen (kanthi ‘dengan’), konklusi (dadi, dados ‘jadi’), tempo (sakmarine kuwi ‘setelah itu’), intensitas (malah ‘bahkan’) dan similaritas (yen diibaratno ‘bila diibaratkan’, kaya dene ‘serupa dengan’). Ketiga, relasi judul dengan isi dalam teks pawarta meliputi tiga bagian, yaitu relasi sesuai berarti keseluruhan isi setiap paragrafnya memuat hal yang diungkapkan pada judul, relasi kurang sesuai berarti sebagian isi setiap paragrafnya memuat hal yang diungkapkan pada judul, dan relasi tidak sesuai berarti sebagian atau keseluruhan isi setiap paragrafnya banyak yang tidak memuat hal yang diungkapkan pada judul.