SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KESALAHAN PENULISAN KATA BAHASA INDONESIA HASIL SIMAKAN DALAM TUGAS SISWA DI SEKOLAH SANTIVITTAYA KRABI, THAILAND

Fitriani Melly Maulidah

Abstrak


RINGKASAN

Fitriani, Melly Maulidah. 2019. Kesalahan Penulisan Kata Bahasa Indonesia Hasil Simakan dalam Tugas Siswa di Sekolah Santivittaya Krabi, Thailand. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd.

Kata Kunci: kesalahan penulisan, kata bahasa Indonesia, hasil simakan, siswa Thailand

Pelajar bahasa asing khususnya siswa Thailand pada tingkatan pemula dan menengah/lanjutan sering mengalami kesalahan berbahasa Indonesia terutama aspek penulisan dari hasil simakan baik secara sadar maupun tidak sadar. Kesalahan aspek penulisan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berdampak pada beragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa Thailand.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu teks hasil tugas siswa di sekolah Santivittaya Krabi, Thailand. Data dalam penelitian ini adalah kata bahasa Indonesia yang salah dalam tugas siwa Prathom 6 (setingkat 6 SD) dan Mattayom 4 (setingkat 1 SMA). Prosedur pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara,

(1) mengidentifikasi tugas menyimak siswa sesuai jenjang kelas,

(2) mendokumentasikan sumber data simakan, dan

(3) menandai kesalahan penulisan

(4) mewawancarai siswa.

Analisis data pada penelitian ini dibagi menjadi lima, yaitu

(1) mengidentifikasi jenis kesalahan,

(2) kodifikasi data,

(3) klasifikasi data dan transkrip wawancara,

(4) pembuktian, dan

(5) penarikan kesimpulan. Setelah itu proses yang dilakukan yaitu pengecekan keabsahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekolah Santivittaya ditemukan ragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia hasil simakan dalam tugas siswa. Contohnya kata puti yang seharusnya ditulis putih. Kata nahik yang seharusnya ditulis naik. Kemudian kata baeek yang seharusnya ditulis baik. Kesalahan penulisan kata dalam penelitian ini terdiri atas tiga ragam. Ragam penghilangan huruf, penambahan huruf, dan penggantian huruf. Hal ini didasari pada satu hal, siswa belum mengetahui dan memahami sistem linguistik bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tugas siswa di sekolah Santivittaya juga ditemukan faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang diperoleh dari hasil pengamatan. Terdapat lima faktor internal penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia di sekolah Santivittaya, yaitu ketidakpahaman, kelalaian, kurangnya motivasi, kurang percaya diri, dan usia. Faktor eksternal penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia di sekolah Santivittaya meliputi empat faktor, interferensi bahasa (transfer negatif), materi yang sulit, waktu yang kurang efisien, dan lingkungan yang kurang memadai.

Kesimpulan penelitian ini adalah rata-rata kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa Santivittaya adalah jenis kesalahan pada ragam penggantian huruf. Faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia dalam tugas siswa Santivittaya Krabi, Thailand lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri masing-masing pribadi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Pertama, bagi pengajar BIPA disarankan untuk memilih bahan ajar sesuai dengan tingkatan pembelajarannya, model pembelajaran lebih kreatif dan inovatif serta memerhatikan durasi pembelajaran, dan evaluasi di setiap akhir pembelajaran. Pengajar dapat mengidentifikasi setiap ragam kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia dan lebih memahami kondisi siswa dengan memperhatikan faktor penyebab kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia. Kedua, penyusun materi ajar disarankan untuk lebih menekankan dan memberikan materi khusus ejaan dan pengetahuan kosakata yang lebih banyak serta memberikan latihan yang lebih sering di setiap akhir materi yang diberikan. Ketiga, peneliti lain dapat mengembangkan penelitian dengan subjek penelitian yang berbeda yang berkaitan dengan kesalahan penulisan kata guna meningkatkan kemampuan menulis hasil simakan pelajar asing.