SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax

WIDIYANTI IRMA

Abstrak


ABSTRAK

Widiyanti, Irma. 2019. Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

Kata Kunci:berita hoaks, topikalisasi, argumentasi, akurasi

Informasi berita hoaks dapat ditelaah dari sudut pandang bahasa agar masyarakat dapat memilah antara berita benar dan berita palsu, dan dapat mengurangi terjadinya hasutan media. Media massa adalah pijakan masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi, akan tetapi menjadi sebuah kegagalan karena krisis moral manusia yang membuat hasutan media dengan bertujuan untuk memanipulasi sebuah berita sehingga tidak bernilai sebenarnya (hoaks). Berita hoaks dapat dilihat dari segi kebahasaan dengan memfokuskan kajian ini pada topikalisasi, argumentasi, dan akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Haox.

Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Data penelitian berupa teks berita hoaks yang tersusun atas kata, frasa, dan kalimat. Sumber data penelitian ini diambil dalam laman Turn Back Hoax yang beralamat https://turnbackhoax.id/ pada bulan November 2018 yang berkategori disinformasi. Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik studi dokumentasi eksternal, yakni mengambil data dari arsip artikel yang dipublikasikan pada website. Analisis data penelitian inimenggunakan tiga komponen pokok dengan langkah-langkah berikut:

(1) reduksi data,

(2) penyajian data, dan

(3) penarikan kesimpulan. Temuan dan pembahasan penelitian ini diperoleh berbagai macam data sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini detail dan mendalam. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, topikalisasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan topikalisasi wacana diperoleh

(1) topikalisasi antarkalimat, dan

(2) topikalisasi antarparagraf. Kedua, argumentasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan elemen argumentasi Toulmindiperoleh

(1) pernyataan, yakni pernyataan berupa pokok utama teks, pernyataan berdasarkan fakta, dan pernyataan berdasarkan pendapat subjektif;

(2) bukti, yakni bukti dapat diamati secara objektif, dan bukti dapat diamati berdasarkan data;

(3) penguatan, yakni penguatan berupa kesimpulan secara umum, penguatan sebagai penghubung pernyataan dan bukti berdasarkan sumber, dan penguatan menghubungkan bukti sebagai akibat pernyataan;

(4) pendukung, yakni pendukung sebagai penunjang dari penguatan, dan pendukung berupa hasil wawancara dan penelitian;

(5) modalitas, yakni modalitas berupa penanda kepastian, dan modalitas berupa penanda kemungkinan; dan

(6) penyanggah, yakni penyanggah berupa pengecualian pada situasi tertentu, dan penyanggah berupa pengecualian berdasarkan pemarkah. Ketiga, akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan kebenaran korespondensidiperoleh

(1) korespondensi berupa kesesuaian fakta dengan pernyataan, dan

(2) korespondensi berupa kesesuaian berdasarkan fakta aktual dengan pernyataan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh gambaran dan tujuan dibuatnya berita hoaks adalah untuk mengubah dan mempengaruhi citra seseorang atau suatu kelompok di mata masyarakat. Topikalisasi yang digunakan tidak jelas dan tidak berkesinambungan sehingga mempengaruhi dan menurunkan kualitas informasi itu tersampaikan; argumentasi yang digunakan memiliki elemen argumentasi pokok yang tidak jelas yakni pada elemen pernyataan umum dan bukti, elemen tersebut menjadi dasar bagi elemen argumentasi berikutnya sehingga mempengaruhi elemen argumentasi selanjutnya yang juga tidak jelas yakni pada penguatan, pendukung, modalitas, dan penyanggah; akurasi yang digunakan memiliki nilai akurasi rendah karena tidak ada kesesuaian antara fakta dengan pernyataan sehingga kebenaran dalam informasi yang disampaikan dapat dikatakan salah.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dikemukakan saran kepada pembaca berita, pengguna media, dan peneliti selanjutnya. Bagi pembaca berita penting untuk membudidayakan literasi membaca agar dapat meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicu kebencian kepada seseorang atau kelompok yang digambarkan dalam sebuah berita.  Bagi pengguna media penting untuk menjadi pengguna yang cerdas dan bijak dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum dibaca secara saksama dan dicek keakuratan beritanya terutama isu-isu yang bersifat SARA, selalu melakukan pengecekan ulang melalui media mainstrream seperti televisi maupun surat kabar yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti mengenai berita hoaks dapat mengembangkannya pada objek yang lain dan menambahkan fokus penelitian yang lebih mendalam. Peneliti selanjutnya juga dapat melakukan penelitian tentang penalaran dan tingkat kebenaran pada objek. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi dan memperdalam penelitian ini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan pola berpikir kritis dengan memahami topikalisasi berita, mencermati argumentasi berita, dan mengecek akurasi berita.