SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TOKOH SEMAR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS GAYA LOWBROW ART

SEPTIAN FIGI

Abstrak


ABSTRAK

Septian, Figi. 2019. Tokoh Semar Sebagai Sumber Inspirasi  Dalam Penciptaan Seni Lukis Gaya  Lowbrow Art. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd dan Fenny Rochbeind, S.pd., M.Sn

Kata Kunci : Tokoh Semar, Lowbrow Art, Penciptaan, Karya Seni Lukis 

Tokoh Semar sebagai inspirasi penciptaan seni karena memiliki peran utama sebagai pemberi petunjuk, menyikapi ketimpangan yang dilakukan oleh manusia, mewakili watak yang sabar, sederhana, tenang , rendah hati , tulus , dan tidak munafik. Semar juga digambarkan sebagai penjelmaan dewa, namun hidup sebagai rakyat jelata. Semar adalah simbol manunggalnya bawahan dan atasan, manunggalnya yang profan dan yang sakral, merupakan objek utama dalam visualisasi keenam karya lukis. Konsep penciptaan adalah ‘glocalizer masyarakat urban’yang mengacu pada ide atau isi global, tetapi objek atau medium yang digunakan adalah lokal, yaitu Tokoh Semar. Adapun tema penciptaan keenam karya lukis adalah ‘Tokoh Semar diera kekinian’.

LowbrowArt merupakan seni rendahan, gerakan seni bawah tanah, membangun sumber materi dan inspirasi dari beberapa pengaruh yang paling ilustratif, kaya warna, kontroversial, dan terkadang satir. Dalam perwujudan lukisan, gaya lowbrow art yang digunakan pencipta dalam berolah seni.

Metode dalam penciptaan ini menggunakan metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu eksplorasi, eksperimentasi, dan pembentukan. berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Adapun tujuan penelitian ini adalah memamparkan proses penciptaan karya seni lukis dengan Tokoh Semar sebagai inspirasi dalam berkarya seni lukis gaya Lowbrow Art dan mendeskripsikan visualisasi keenam karya lukis gaya Lowbrow Art dengan Tokoh Semar sebagai sumber inspirasinya.

Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis representasional yang berjudul Stigma , Feast , Red Yarn , Digadang-gadang, Dont Forget to Smile on Camera , dan who’s Cute, dengan pertimbangan aspek estetik sesuai unsur dan prinsip seni rupa.

Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kemampuan berolah seni bagi pencipta, dan wawasan apresasi bagi masyarakat khususnya generasi muda, pelajar, dan mahasiswa.

Pesan edukasi melalui penciptaan ini, karya seni lukis bukan saja dinilai dari aspek estetika atau keindahannya tetapi dapat dikenal,  dihargai, melalui Tokoh Semar sebagai citraan budaya bangsa.