SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Abnormalitas Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan

Rahayu Puji

Abstrak


RINGKASAN

Rahayu, Puji. 2019. Abnormalitas Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd

Kata Kunci: Abnormalitas Psikologis, Tokoh Utama, dan Novel.

Fokus penelitian ini adalah

(1) wujud atau bentuk abnormalitas psikologis tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan

(2) faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian psikologi sastra, yakni pendekatan yang mengkaji aspek psikologis tokoh dalam karya sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan cetakan ke-3 dengan jumlah halaman 481, yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta pada tahun 2012. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah membaca, mengidentifikasi dan kodifikasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk memperoleh data yang valid dan sah, dilakukan uji validitas yang diperoleh dengan cara membaca sumber data berkali-kali secara cermat hingga mendapatkan data yang reliable dan valid, mengecek atau mengidentifikasi kembali secara saksama bentuk dan faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh utama, menelaah kembali data berdasarkan rujukan-rujukan yang dianggap perlu untuk mendukung analisis, dan berdiskusi dengan teman yang meneliti kajian penelitian serupa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk abnormalitas psikologis tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan terdiri dari

(1) prostitusi atau pelacuran,

(2) perkawinan,

(3) perzinaan (adultery), dan

(4) keinginan mati (death wish). Pada masing-masing bentuk abnormalitas tersebut terdapat faktor penyebab yang berbeda-beda.

Faktor penyebab abnormalitas psikologis tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dijelaskan secara tersurat dan tersirat. Faktor penyebab secara tersurat ditampilkan dengan cara menghubungkan antara karakter tokoh dan latar alur cerita. Sedangkan penyebab secara tersirat dapat dicari dengan menggunakan metode pembacaan dekonstruktif (penataan ulang).

Faktor penyebab abnormalitas psikologis prostitusi atau pelacuran yaitu

(1) kondisi ekonomi,

(2) upaya tokoh mencegah para lelaki memelihara gundik,

(3) sejarah penjajahan Jepang,

(4) pandangan abnormal tentang perkawinan,

(5) tokoh bersifat matrealistis, dan

(6) upaya aktualisasi diri tokoh.

Faktor penyebab abnormalitas psikologis perkawinan yaitu

(1) faktor keturunan (incest), dan

(2) rasa kesepian serta upaya pemenuhan kasih sayang.

Faktor penyebab abnormalitas psikologis perzinaan (adultery) yaitu

(1) faktor lingkungan,

(2) kurang didikan dari keluarga,

(3) trauma dipenjara, dan

(4) tokoh utama tidak beragama.

Faktor penyebab abnormalitas psikologis keinginan mati (death wish) yaitu

(1) takut memiliki anak cantik dan takut melihat anaknya tumbuh dewasa menjadi seperti diri si tokoh.

Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggambaran Dewi Ayu sebagai tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka yang berprofesi sebagai pelacur dengan berbagai macam abnormalitas psikologis, menunjukkan perspektif baru tentang prostitusi di mata pembaca. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui pola pikir, prinsip, dan gaya hidup Dewi Ayu yang berbeda dari perempuan lain atau bahkan dari para pelacur pada umumnya.

 

Tindakan yang dilakukan Dewi Ayu dalam bentuk abnormalitas psikologis perkawinan, perzinaan (adultery), dan keinginan mati (death wish) adalah realisasi secara tersirat untuk menyampaikan pesan dan membawa pembaca agar dapat melihat prostitusi melalui sudut pandang yang berbeda. Novel Cantik Itu Luka berusaha menyingkirkan stigma negatif dari prostitusi atau pelacuran yang berkembang di masyarakat dan juga mendorong pembaca menemukan fakta yang dikesampingkan dari adanya profesi tersebut.