SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Resepsi Pembaca terhadap Ketidakadilan Gender dalam Cerpen Mata Telanjang Karya Djenar Maesa Ayu

Kandhi Laras

Abstrak


Penelitian ini membahas mengenai beragam penerimaan pembaca (resepsi) terhadap ketidakadilan gender terhadap perempuan (pekerja seks) yang ditawarkan dalam cerpen Mata Telanjang karya Djenar Maesa Ayu. Fenomena ketidakadilan gender yang tercermin dalam karya sastra (cerpen) dinilai mampu memberikan wawasan gender dan moral berdasarkan masing-masing tanggapan pembaca yang memiliki latar belakang nilai moral, budaya, agama, pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beragam penerimaan pembaca terkait bentuk, penyebab, dan upaya perempuan (pekerja seks) menghadapi ketidakadilan gender dalam cerpen Mata Telanjang sehingga menemui kesatuan makna dominan berdasarkan resepsi pembaca tersebut.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis resepsi sastra untuk menemukan kesatuan makna hasil analisis dari berbagai macam resepsi pembaca dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa hasil resepsi pembaca terkait bentuk, penyebab, dan upaya perempuan (pekerja seks) menghadapi ketidakadilan gender. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data penelitian dilakukan dengan pembacaan secara cermat dan intensif hasil resepsi untuk menemukan tafsiran mengenai resepsi pembaca terhadap ketidakadilan gender dalam cerpen Mata Telanjang.

Hasil analisis resepsi pembaca dalam cerpen menunjukkan adanya kontradiksi dan penerimaan yang beragam terkait topik penelitian. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sudut pandang moral, budaya, agama, pengetahuan, dan pengalaman pembaca. Kelompok pembaca yang dominan adalah pembaca yang setuju bahwa perempuan (pekerja seks) mengalami ketidakadilan gender sesuai dengan pemaknaan yang ditawarkan oleh cerpen Mata Telanjang dan sekaligus menuntut kesetaraan gender bagi perempuan pekerja seks atas eksistensinya sebagai perempuan. Adapun, saran bagi penelitian selanjutnya agar mengembangkan kajian resepsi sastra berwawasan gender dengan jangkauan pembaca yang lebih beragam agar dapat menumbuhkan jiwa feminisme terhadap penikmat karya sastra secara luas.