SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persuasif Iklan Kecantikan pada Media Cetak dan Media Televisi

Grace Kezia Lumban Batu

Abstrak


ABSTRAK

Grace, Kezia Lumban Batu. 2019. Persuasif Iklan Kecantikan pada Media Cetak dan Media Televisi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.

Kata Kunci: gaya bahasa persuasif, teknik persuasif, komposisi iklan, iklan, wacana iklan

Penelitian ini mengkaji penggunaan persuasif pada iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi yang mencakup gaya bahasa persuasif, teknik persuasif, dan komposisi iklan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa yang memersuasi dalam iklan di media cetak dan media televisi; teknik persuasif dalam iklan di media cetak dan media televisi; dan komposisi iklan yang diterapkan dalam iklan di media cetak dan media televisi. Penelitian ini penting dilakukan karena persuasif yang digunakan iklan sebuah produk kecantikan di dua media yang berbeda memiliki daya persuasi yang berbeda dan eksistensi kekuatan bahasa dalam memengaruhi emosi dan tindakan calon konsumen.

Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data penelitian berupa paparan verbal hasil transkrip dokumen dan tuturan rekaman yang memuat iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data. Analisis data yang dilakukan mencakup 3 tahap, yaitu pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persuasif iklan kecantikan pada media cetak dan media televisi adalah sebagai berikut. Pertama, gaya bahasa persuasif yang membentuk iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi

(1) gaya bahasa perbandingan,

(2) gaya bahasa pertentangan,

(3) gaya bahasa pertautan, dan

(4) gaya bahasa perulangan (penegasan). Dalam hal ini, gaya bahasa yang digunakan iklan produk kecantikan pada media cetak memiliki kesamaan dengan gaya bahasa yang digunakan pada media televisi. Namun, iklan pada media televisi masih menambah gaya bahasa lain untuk memperkuat pembahasaan yang disampaikan produsen kepada konsumen. Oleh karena itu, iklan kecantikan pada media televisi memiliki variasi dalam pemilihan kata atau diksi dalam meyakinkan konsumen untuk membeli produk (walaupun kalimat dan produk sama di dua media) karena tidak hanya dibutuhkan bahasa yang padat, jelas, dan menarik, tetapi juga membutuhkan gaya bahasa persuasif yang lebih sesuai, efektif, dan bervariasi agar menggugah emosi dan empati calon konsumen melalui penambahan gaya bahasa.

Kedua, teknik persuasif yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi, meliputi

(1) teknik rasionalisasi,

(2) teknik identifikasi,

(3) teknik sugesti,

(4) teknik konformitas,

(5) teknik kompensasi, dan

(6) teknik kombinasi. Namun, walaupun di antara beberapa iklan kecantikan di media iklan dan di media televisi memiliki kesamaan teknik, media televisi lebih memiliki variasi. Hal tersebut dikarenakan teknik di media televisi disesuaikan dengan komponen pendukung media, seperti visual dan audio sehingga untuk lebih mendorong kepercayaan calon konsumen agar bersedia melakukan sesuatu dengan tanggapan positif, diperlukan teknik persuasif yang sesuai dengan produk yang diiklankan.

Ketiga, komposisi iklan yang digunakan iklan kecantikan, baik di media cetak maupun di media televisi meliputi

(1) butir utama yang membangkitkan rasa ingin tahu,

(2) badan iklan dengan alasan subjektif, dan

(3) penutup iklan dengan teknik lunak. Dalam hal ini, komposisi yang digunakan iklan di media televisi lebih lengkap dibandingkan iklan di media cetak. Hal tersebut dikarenakan iklan kecantikan di media cetak menuntut sebuah bahasa yang singkat, padat, dan jelas dengan menyertakan kontak informasi (butir utama) berupa alamat website sehingga media televisi menjadi solusi calon konsumen dari rasa keingintahuan dalam mencari informasi mengenai merek, jenis, bahan, kandungan, manfaat, dan keunggulan produk yang pada akhirnya lebih menarik perhatian calon konsumen untuk membeli produk.

 

ABSTRACT

Grace, Kezia Lumban Batu. 2019. Persuasive Advertising of Beauty on Print Media and Television Media. Thesis, Indonesian Literature Program, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.

Keywords: persuasive language style, persuasive techniques, ad composition, advertising, advertising discourse

This study examines the persuasive use of beauty advertisements, both in print and television media, which includes persuasive language styles, persuasive techniques, and ad composition used. The purpose of this study was to describe the use of persuasive language styles in advertisements on print media and television media; persuasive techniques in advertising on print media and television media; and ad composition applied in advertisements on print media and television media. This research is important because persuasive advertisements of beauty products used in two different media have different persuasive powers and the existence of the power of language in influencing the emotions and actions of prospective consumers.

This study uses a qualitative description method. The research data is in the form of verbal exposures from document transcripts and recorded speeches that contain beauty advertisements on print media and television media. Data collection is done using observation and documentation techniques. The instrument used is a researcher as a data collector and analyzer. Data analysis carried out includes 3 stages, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions.

The results showed that persuasive beauty advertisements on print media and television media are as follows. First, the persuasive language styles that shape beauty advertisements, both in print and television media include

(1) comparative language styles,

(2) opposing language styles,

(3) link language styles, and

(4) repetition language styles (affirmations). In this case, the style of language used by beauty product advertisements in print media has similarities to the style of language used on television media. However, advertisements on television media still add to the style of other languages to strengthen the discussion that producers convey to consumers. Therefore, beauty advertisements on television media have variations in the choice of words or diction in convincing consumers to buy products (even though sentences and products are the same in two media) because not only is the language dense, clear and interesting, but also requires language style persuasive that is more appropriate, effective, and varied to arouse the emotions and empathy of prospective consumers through the addition of language styles.

Second, the persuasive techniques used by beauty advertisements, both in print and television media, include

(1) rationalization techniques,

(2) identification techniques,

(3) suggestion techniques,

(4) communication techniques,

(5) compensation techniques, and

(6) combination techniques. However, even though some beauty advertisements in advertising media and television media have similar techniques, television media has more variety. This is because the techniques in television media are tailored to the supporting components of the media, such as visual and audio so as to further encourage the confidence of prospective consumers to be willing to do something with positive responses.

Third, the ad composition used in beauty advertisements, both in print and television media includes

(1) the main points that arouse curiosity,

(2) advertising agencies with subjective reasons, and

 

(3) adverts with soft techniques. In this case, the composition used by television advertisements is more complete than advertising on print media. This is because beauty advertisements in print media demand a short, concise, and clear language by including contact information (main item) in the form of address website so that television media becomes a prospective consumer solution of curiosity in finding information about brands, types, ingredients, ingredients, benefits, and product advantages that ultimately attract more attention to prospective consumers to buy products.