SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KATA SERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR SURYA

Ririn Jumrotun Nisa'

Abstrak


KATA SERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM BAHASA INDONESIA PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR SURYA

Ririn Jumrotun Nisa’ Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

ririnjn02@gmail.com

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah surat kabar Surya yang terbit pada edisi bulan Juli dan Agustus 2018. Hasil penelitian ini meliputi

(1) kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya berupa bentuk tunggal dan bentuk kompleks dan

(2) proses pembentukkan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dalam berita utama surat kabar Surya melalui proses adopsi, adaptasi, dan penerjemahan.

Kata Kunci: Berita Utama, Kata Serapan, Surat Kabar.

 

ABSTRACT: This study aims to describe English language absorption in Indonesian in the headline of the Surya newspaper. This study uses a qualitative approach and the type of text analysis research. The research data is in the form of English absorption words in Indonesian. The source of this research data is the Surya newspaper which was published in the July and August 2018 editions. The results of this study include

(1) Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines in the form of singular and complex forms and

(2) formation process Indonesian language absorption from English in the Surya newspaper headlines through a process of adoption, adaptation and translation.

Keyword: Headline, Loanword, Newspaper

Bahasa Indonesia menyerap kata dari bahasa lain, seperti Inggris, Belanda, Arab, Portugis, atau Sansekerta (Pusat Bahasa. Hasil penyerapan unsur bahasa dari bahasa lain itu disebut kata serapan. Penyerapan unsur bahasa tersebut lazim dilakukan karena kata itu memang dibutuhkan untuk kepentingan memenuhi daya ungkap dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dapat memanfaatkan bahasa asing dan bahasa daerah yang dapat memberi kontribusi untuk mengembangkan bahasa Indonesia, salah satunya bahasa Inggris. Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti hukum, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.

Putrayasa (2014:130) mengatakan bahwa akhir-akhir ini pengaruh bahasa asing sangat besar. Beberapa kata yang berasal dari bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris, sering digunakan daripada kosakata dari bahasa Indonesia yang searti dengan kata itu. Hal tersebut dapat ditemukan di dalam surat kabar. Surat kabar menyajikan berita tentang peristiwa-peristiwa penting di kehidupan sehari-hari. Menurut Romli (2016:74), surat kabar adalah media komunikasi massa yang membuat seba-serbi pemberitaan meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Fungsinya sebagai penyebar informasi pendidikan, menghibur, mengawasi, atau mengatur massa. 

Surat kabar memuat informasi-informasi penting dalam bentuk berita. Berita didefinisikan sebagai suatu fakta peristiwa yang memiliki nilai berita, disampaikan kepada orang lain, baik kepada seseorang maupun sekelompok orang (publik), melalui mediator, baik media cetak maupun media elektronik (Mono, 2001:18). Hal ini dapat ditemukan dalam surat kabar Surya. Sebagai surat kabar daerah, surat kabar Surya memegang peran yang penting dalam memberitakan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di beberapa daerah. Selain itu, seiring berkembangnya informasi, surat kabar berusaha memberikan penyajian berita yang kreatif dan inovatif melalui penyajian berita utama.

Sehubungan dengan kata serapan, penelitian Sulistyo (2011) yang berjudul “Pemakaian Unsur Serapan dalam Tajuk Rencana pada Harian Solopos: Makna, Fungsi, dan Proses Pembentukanya” menunjukkan hasil

(1) proses penyerapan bahasa menimbulkan makna baru dan makna awal,

(2) proses pembentukan kata serapan dalam tajuk rencana harian Solopos dilakukan dengan cara adopsi, adaptasi, dan terjemahan,

(3) fungsi penggunaan unsur serapan dalam tajuk rencana harian Solopos adalah untuk pertautan emosi, masalah pemahaman pembaca, pengaruh kebiasaan berbahasa, variasi kata, dan media pembelajaran.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terdapat dalam fokus penelitian. Penelitian ini membahas tentang bentuk-bentuk kata serapan dan proses penyerapan kata tersebut. Namun, penelitian Sulistyo (2011) mendeskripsikan tentang perubahan makna dalam proses penyerapan bahasa, proses pembentukan kata serapan, dan fungsi kata serapan. Selain itu, objek kajian penelitian ini dengan penelitian sebelumnya berbeda. Objek kajian penelitian ini adalah berita utama surat kabar Surya. Objek penelitian Sulistyo adalah tajuk rencana dalam harian Solopos.

Secara umum, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya berfokus pada bentuk kata serapan dan proses pembentukkan kata.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian analisis teks. Rancangan penelitian ini dipilih karena mendeskripsikan bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya.

Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar Surya yang terbit pada edisi bulan Juli dan Agustus 2018. Data penelitian ini adalah kata-kata serapan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata serapan yang dikaji merupakan kata-kata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya. Berita yang dianalisis adalah berita utama yang terbit pada edisi Juli-Agustus 2018 dengan jumlah 367 berita.

Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti berfungsi sebagai pelaksana yang mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat simpulan. Pengetahuan peneliti tentang kata serapan menjadi alat yang penting dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti menggunakan instrumen pendukung berupa tabel pengumpulan data. Data tersebut dikelompokkan berdasarkan bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris yang digunakan dalam berita utama surat kabar Surya.

Prosedur pengumpulan data penelitian meliputi

(1) menentukan surat kabar yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian yaitu surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018,

(2) melakukan pembacaan surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018 sebagai sumber data dalam penelitian dan melakukan pembacaan teori kata serapan,

(3) mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan judul penelitian yang sudah dibuat, dan

(4) melakukan pencatatan data-data yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan tabel pengumpulan data.

Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model alir yang diadaptasi dari analisis data kualitatif Miles & Huberman (Yusuf, 2017:407). Dalam model alir tersebut, analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu

(1) reduksi data,

(2) penyajian data, dan

(3) penarikan simpulan. Pertama, reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tahap identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data. Tahap identifikasi dilakukan dengan memilih data yang layak digunakan untuk penelitian ini. Tahap pengklasifikasian dilakukan dengan mengklasifikasikan data dalam tabel sesuai dengan karakteristik masing-masing data. Tahap kodifikasi data dilakukan dengan memberi kode pada data yang sudah diklasifikasikan. Kode yang digunakan, yaitu

(1) menyebutkan bulan dan tanggal berita diterbitkan,

(2) menyebut bentuk kata dan proses penyerapan kata, dan

(3) menyebutkan kode urutan kata serapan. Kedua, tahap penyajian data berupa mengorganisasikan, yaitu menjalin (mengelompokkan data) menjadi satu kelompok data sehingga menjadi kesatuan. Ketiga, tahap penarikan simpulan berupa pengecekan kesesuaian hasil analisis data dengan fokus yang telah ditetapkan, yaitu bentuk kata dan proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya.

Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan penelitian adalah triangulasi teori. Triangulasi teori dilakukan karena penelitian ini menunjuk pada perspektif teori dalam menginterpretasi data yang ditemukan dalam surat kabar Surya edisi Juli-Agustus 2018.

Penelitian ini terdiri atas tiga tahap. Pertama, tahap persiapan terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa pemilihan judul, menentukan focus penelitian, menyiapkan instrumen, melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, dan menyusun proposal. Kedua, tahap pelaksanaan terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa mengumpulkan sumber data dan data, mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis data. Ketiga, tahap penyelesaian terdiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti berupa penulisan lapora penelitian, revisi laporan penelitian, dan penggandaan laporan penelitian.

 

HASIL PENELITIAN

Ada dua hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu (1) bentuk kata dan (2) proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya. Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut.

Bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Kata serapan yang berupa bentuk tunggal ditemukan sebanyak 825 kata. Kata ini menyerap dari bahasa Inggris, baik diserap secara utuh maupun diserap dengan menyesuaikan ejaan atau lafal bahasa Indonesia. Kata serapan yang berupa bentuk kompleks ditemukan sebanyak 392 kata. Kata-kata ini menyerap dari bahasa Inggris dan menyesuaikan pelafalan atau penulisan bahasa Indonesia. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.

Proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris dalam berita utama surat kabar Surya melalui proses adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Kata serapan yang diserap melalui proses adopsi terdiri atas 162 kata. Kata ini diserap secara keseluruhan, tidak mengalami proses morfologis dan tidak mengalami proses morfofonemik. Kata serapan yang diserap melalui proses adaptasi terdiri atas 1047 kata. Kata-kata ini menyerap dari bahasa Inggris dan menyesuaikan pelafalan atau penulisan bahasa Indonesia. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Kata serapan yang diserap melalui proses penerjemahan terdiri atas 8 kata. Kata ini diserap dengan cara mencari kesamaan dan kesepadanan makna konsep dan bukan kemiripan bentuk luarnya atau makna harfiahnya. Selain itu, kata ini juga mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.

 

PEMBAHASAN

Pada bab ini disajikan pembahasan mengenai kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Pembahasan disajikan sesuai dengan fokus penelitian, yaitu (1) bentuk kata dan (2) proses penyerapan kata. Kedua hal ini disajikan sebagai berikut.

 

Bentuk Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar Surya

Temuan pertama penelitian ini adalah bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar Surya.

Kata serapan yang berupa bentuk tunggal ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap dengan atau tanpa menyesuaikan penulisan dan pelafalan bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat Muslich (2010: 191) yang menyatakan bahwa kata asing yang diserap disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada umumnya kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk tunggal digunakan karena bentuk kata ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan. Hal ini sesuai dengan Widjono (2007: 114) yang menyatakan bahwa penyerapan kata ini dilakukan apabila kata itu dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan. Selain itu, penyerapan kata yang berupa bentuk tunggal ini dilakukan jika kata yang diserap ini lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada data yang ditemukan, yaitu kontrak. Kata kontrak yang merupakan bentuk tunggal ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan sebagaimana tampak pada kalimat berikut.

(1) Mereka pun punya nilai jual tertinggi dalam urusan kontrak televisi, dan penjualan suvenir, serta tiket pertandingan.

Pada kalimat (1) kata kontrak yang merupakan bentuk tunggal sudah dapat mengungkapkan makna konsep bahasa yang diserap, yaitu ‘persetujuan dua pihak dalam perdagangan, sewa-menyewa, dan sebagainya’. Kata kontrak juga lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kata kontrak disebut bentuk tunggal karena kata ini tidak dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Apabila dibagi lagi, hasil pembagian itu bukan lagi satuan gramatik, melainkan satuan fonologis. Hal ini sesuai pendapat Sumadi (2015: 10—11) yang menyatakan kata yang berupa bentuk tunggal merupakan kata yang sudah tidak dapat dibagi atau dipecah lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Penyerapan kata kontrak tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Penyerapan kata kontrak dilakukan dengan menyesuaikan penulisan dan pelafalan.

Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu informasi. Kata informasi berasal dari kata information yang diserap dengan menyesuaikan akhiran asing –tion menjadi -si. Berdasarkan Pedoman Umum Pembentukkan Istilah (2007: 26), akhiran asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Oleh karena itu, kata informasi merupakan bagian kata berafiks yang diserap secara utuh. Kata informasi yang merupakan bentuk tunggal ini sudah dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang diinginkan sebagaimana tampak pada kalimat berikut.

(2) Hingga hari ke-14 pencarian KM Sinar Bangun, dia belum memperoleh informasi atau titik terang mengenai nasib 12 orang anggota keluarga Nainggalon, termasuk kakanya Ledixon Naiggalon. (J2/BT/218)

Pada kalimat (2) kata informasi yang merupakan bentuk tunggal sudah dapat mengungkapkan makna konsep bahasa yang diserap, yaitu ‘fakta atau berita tentang sesuatu’. Kata informasi juga lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kata informasi tidak dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Apabila dibagi lagi, hasil pembagian itu bukan lagi satuan gramatik, melainkan satuan fonologis. Penyerapan kata informasi ini tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.

Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks juga ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata serapan yang berupa bentuk kompleks ini digunakan apabila dalam bentuk tunggal belum dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat dalam bahasa Indonesia. Kata ini dibentuk melalui proses morfologis, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Hal ini sesuai dengan pendapat Muslich (2010: 139) yang menyatakan bahwa kata serapan diperlakukan secara penuh mengikuti sistem bahasa Indonesia, termasuk morfologisnya. . Dalam proses morfologis yang dibentuk dengan afiksasi, ditemukan penggunaan afiks a-, ber-, di-, di-kan, il-, inter-, ke-an, meN-, meN-kan, -an, per-,   peN-, peN-an, per-an, -kan, se-, re-, sub-, ter-, trans-, dis-, in-, pasca-, -us, -ir, dan multi-. Kata serapan yang berbentuk kompleks ini juga melekat pada klitika –nya dan –isme. Contoh kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks pada berita utama surat kabar Surya, yaitu mengontrol, memaksimalkan, beraktivitas, diproses, dipromosikan, artis-artis, dan uji coba.

Penggunaan afiks meN- tampak pada data yang ditemukan, yaitu menyeleksi. Kata menyeleksi yang berupa bentuk kompleks ini digunakan apabila kata seleksi belum dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kata seleksi dibentuk dengan mengikuti sistem bahasa Indonesia sebagaimana tampak pada kalimat berikut.

(3) Pemkot Surabaya akan menyeleksi seluruh pemain bola usia 15 tahun.

Pada kalimat (2) kata menyeleksi dibentuk melalui afiksasi sehingga dapat mengungkapkan makna konsep yang diinginkan, yaitu ‘mengadakan seleksi’. Kata menyeleksi disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu meN- dan seleksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumadi (2015: 10) yang menyatakan bahwa kata yang berupa bentuk kompleks ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil.

Menurut Sumadi (2015: 99—100), afiks meN- hanya memiliki satu fungsi, yaitu membentuk verba. Hal serupa juga dikemukakan oleh Ramlan (1985: 99—100) yang mengatakan bahwa afiks meN- hanya memiliki satu fungsi, yaitu pembentuk kata verba. Sebagian besar kata yang berafiks meN- termasuk golongan kata kerja. Hal ini tampak pada kata menyeleksi yang dibentuk dari afiks meN- dan seleksi. Kata seleksi yang sebelumnya menduduki kelas kata nomina (kata benda) mengalami perubahan kelas kata menjadi verba (kata kerja) setelah mengalami afiksasi dengan prefiksmeN-. Selain itu, afiks meN- juga mengalami proses morfofonemik sehingga /N/ menjadi /n/ saat bertemu /d/. Contoh kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks pada berita utama surat kabar Surya, yaitu memaksimalkan, beraktivitas, diproses, dipromosikan, artis-artis, dan uji coba.

Selain afiksasi, tampak pula bentuk kompleks yang dibentuk melalui reduplikasi. Dalam berita utama surat kabar Surya, proses pembentukkan kata yang melalui reduplikasi ini hanya menghasilkan kata ulang utuh. Hal ini tampak pada kata akun-akun dalam kalimat berikut.

(4) Untuk memastikan kualitas layanan Emergency Button, PSC akan memblokir akun-akun yang iseng memainkan aplikasi ini. (A20/BK/4)

Kata akun-akun berasal dari bahasa Inggris, yaitu account dan bergabung dengan morfem {R} atau morfem ulang. Kata akun-akun disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu akun dan morfem {R}. Morfem {R} dalam kata akun-akun menyatakan makna ‘banyak’. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumadi (2015: 131) bahwa morfem {R} menyatakan makna ‘banyak’. Contoh lain penggunaan morfem {R} pada kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar surya, yaitu bonus-bonus, artis-artis, aspirasi-aspirasi, gol-gol, dan elemen-elemen.

Penggunaan klitika juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu –nya dan -isme. Penggunan klitika -nya melekat pada kata serapan akting sehingga menjadi aktingnya. Menurut Sumadi (2015: 54—55), klitika belum dapat berdiri sendiri secara morfologis. Untuk menjadi kata, klitika masih harus digabung dengan morfem lain. Berdasarkan hal itu, kata aktingnya disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu akting dan -nya. Penggunan klitika -isme juga melekat pada kata serapan favorit sehingga menjadi favoritisme. Kata favoritisme disebut bentuk kompleks karena kata ini dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil, yaitu favorit dan -isme. Contoh lain penggunaan afiks klitika pada kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang berupa bentuk kompleks dalam berita utama surat kabar surya, yaitu golnya, fisiknya, fokusnya, informasinya, dan inisialnya.

 

Proses Penyerapan Kata Bahasa Inggris dalam  bahasa Indonesia pada Berita Utama Surat Kabar Surya

Temuan kedua penelitian ini adalah proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Proses penyerapan kata ini terdiri atas adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Berkaitan dengan temuan ini, dilakukan pembahasan sebagai berikut.

Proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris yang melalui proses adopsi ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap tanpa menyesuaikan pelafalan dan penulisan bahasa Indonesia. Menurut Muslich (2010: 223), cara adopsi dilakukan dengan menyerap kata secara utuh. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjito (2011: 17) yang menyatakan bahwa adopsi dilakukan dengan cara menyerap secara utuh sama dengan bentuk aslinya, tanpa perubahan atau penyesuaian. Proses adopsi merupakan langkah pertama yang praktis dan ekonomis, terutama untuk mengisi kekosongan dalam bahasa Indonesia.

Penyerapan kata secara adopsi tampak pada data yang ditemukan, yaitu modern (J7/ADP/78). Kata modern merupakan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang mengalami penyerapan secara utuh. Kata modern memiliki bentuk yang sama dengan bentuk serapannya dalam bahasa Inggris, yaitu modern. Kata modern ini tidak mengalami proses morfologis. Oleh karena itu, kata ini tidak mengalami perubahan bentuk dan makna.

Penyerapan kata secara adopsi juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu protein (A17/ADP/106). Kata protein merupakan kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang mengalami penyerapan secara utuh. Kata protein memiliki bentuk yang sama dengan bentuk serapannya dalam bahasa Inggris, yaitu protein. Kata protein ini tidak mengalami proses morfologis. Oleh karena itu, kata ini tidak mengalami perubahan bentuk dan makna. Contoh lain kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang melalui proses adopsi dalam berita utama surat kabar Surya, yaitu admin, digital, film, formal, laptop, order, problem, dan rival.

Proses penyerapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Inggris yang melalui proses adaptasi juga ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap dengan menyesuaikan pelafalan dan penulisan bahasa Indonesia. Menurut Priyastuti (2012: 478), cara adaptasi ini terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing yang diserap dan ejaan atau cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Kata-kata ini mengalami perubahan ejaan dari bahasa asalnya. Hal ini didukung oleh pendapat Wiyanto (2012: 35) yang menyatakan bahwa adaptasi dilakukan dengan cara mengambil makna kata asing yang diserap, sedangkan ejaan dan cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Proses adaptasi menyesuaikan kaidah-kaidah bahasa Indonesia, yaitu kaidah ejaan, pembentukan kata, dan tata kalimat.

Penyerapan kata secara adaptasi tampak pada salah satu data yang ditemukan, yaitu efektif. Kata efektif berasal dari bahasa Inggris, yaitu effective. Penyerapan kata efektif dilakukan dengan cara mengambil makna kata asing yang diserap, yaitu ‘dapat membawa hasil’, sedangkan ejaan dan cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, konsonan ganda diubah menjadi konsonan tunggal, yaitu /ff/ menjadi /f/ (Soedjito, 2011: 27). Selain itu, /c/ di muka konsonan disesuaikan menjadi /k/ dan akhiran –ive disesuaikan menjadi –if (Sugihastuti, 2016: 124—136). Penyerapan kata ini tidak mengalami proses morfologis. Contoh lain kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang melalui proses adopsi dalam berita utama surat kabar Surya, yaitu informasi, dimensi, konsumen, teknik, trofi, arogansi, boks, disabilitas, esai, dan tim.

Menurut (Priyastuti, 2012: 479), kosakata bahasa Inggris dapat diserap dan diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia melalui afiksasi. Hal ini tampak data yang ditemukan, yaitu mengontrol (J1/ADT/258). Kata mengontrol berasal dari bahasa Inggris, yaitu control yang bergabung dengan afiks meN-. Kata control diserap dengan menyesuaikan /c/ menjadi /k/. Hal ini sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (2016: 60) yang menyatakan bahwa /c/ di depan /o/ disesuaikan menjadi /k/. Penyerapan kata control dilakukan dengan cara mengambil makna kata asing yang diserap, yaitu ‘pengawasan, pemeriksaan, pengendalian’. Namun, setelah melalui afiksasi, kata mengontrol bermakna ‘melakukan kegiatan kontrol’. Contoh lain penyerapan kata secara adaptasi yang melalui afiksasi yaitu, menargetkan, berfoto, ditelepon, ilegal, regenerasi, dikomunikasikan, keimigrasian, perbankan, seprofesi, dan terdeteksi.

Kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia juga diadaptasi melalui reduplikasi. Kata ini dibentuk untuk mengungkapkan konsep keanekaan, kemiripan, kumpulan, pengaburan, atau generalisasi (Waridah, 2009: 81). Hal ini tampak pada data yang ditemukan, yaitu bonus-bonus (A29/ADT/77). Kata bonus-bonus diserap dari bahasa Inggris, yaitu bonus yang dibentuk melalui reduplikasi. Penyerapan kata bonus dilakukan dengan cara mengambil makna kata asing yang diserap, yaitu ‘tambahan uang upah’. Namun, setelah melalui reduplikasi, kata bonus-bonus bermakna ‘banyak bonus’. Kata bonus-bonus disebut kata ulang utuh karena proses pembentukkannya dilakukan dengan cara mengulang secara utuh bentuk dasarnya. Contoh lain penyerapan kata secara adaptasi yang melalui reduplikasi, yaitu gol-gol, klinik-klinik, klub-klub, level-level, atlet-atlet, artis-artis, aspirasi-aspirasi, akun-akun, bek-bek, dan elemen-elemen.

Proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang melalui proses penerjemahan juga ditemukan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata ini diserap dengan cara mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat Wiyanto (2012: 35) yang menyatakan bahwa penerjemahan dilakukan dengan cara mencari terjemahannya atau padanannya dalam bahasa Indonesia.  Menurut Muslich (2010: 224), penerjemahan dilakukan dengan mencari kesamaan dan kesepadanan makna konsep dan bukan kemiripan bentuk luarnya atau makna harfiahnya.

Penyerapan kata yang melalui penerjemahan tampak pada data yang ditemukan, yaitu uji coba (J1/PNJ/2). Kata uji coba merupakan salah satu contoh kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang diserap melalui proses penerjemahan dalam berita utama surat kabar Surya. Kata uji coba berasal dari bahasa Inggris, yaitu try out. Berdasarkan makna harfiahnya, kata try berarti ‘mencoba’ dan out berarti ‘ke luar’ sehingga bermakna ‘mencoba ke luar’. Hal ini tidak sesuai dengan makna konsep try out dalam bahasa Inggris yang berarti ‘tes potensi seseorang atau sesuatu’. Oleh karena itu, kata try out dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, yaitu uji coba. Kata uji coba mempunyai kesamaan makna konsep bahasa yang diserap, yaitu ‘tes atau pengujian sesuatu’. Penyerapan kata uji coba tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik.

Penyerapan kata melalui penerjemahan juga tampak pada data yang ditemukan, yaitu berswafoto (J20/PNJ/6). Kata berswafoto memiliki bentuk yang berbeda karena diserap melalui proses morfologis, yaitu berswafoto. Kata berswafoto berasal dari bahasa Inggris, yaitu selfie atau self portrait. Berdasarkan makna harfiahnya, kata self berarti ‘diri sendiri’ dan portrait berarti ‘foto’ sehingga bermakna ‘foto yang diambil oleh dirinya sendiri’. Penyerapan kata self portrait dilakukan dengan cara mencari padanannya dalam bahasa Indonesia, yaitu self yang berarti ‘swa-’ dan portrait yang berarti ‘foto’ sehingga menjadi swafoto. Kata swafoto mempunyai kesamaan makna konsep bahasa yang diserap. Kata swafoto diserap melalui afiksasi, yaitu bergabung dengan afiks ber-. Contoh lain kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia yang melalui proses penerjemahan dalam berita utama surat kabar Surya, yaitu berswafoto, diunggah, unggahan, menggunggah, daring, warganet, dan gawai.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, dan pembahasan, terdapat dua simpulan terkait dengan penelitian ini, yaitu (1) bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya dan (2) Proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya. Kedua simpulan tersebut disajikan sebagai berikut.

Pertama, bentuk kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya meliputi bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Kata serapan yang berupa bentuk tunggal terdiri atas kata yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Selain itu, kata ini tidak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Di sisi lain, kata yang berupa bentuk kompleks terdiri atas kata yang dapat dibagi lagi menjadi satuan gramatik yang lebih kecil. Kata ini mengalami proses morfologis, yaitu afiksasi dan reduplikasi. Kata serapan yang berbentuk kompleks ini juga melekat pada klitika -nya dan -isme. Selain itu, kata serapan ini juga mengalami proses morfofonemik saat afiks bergabung dengan bentuk dasar.

Kedua, proses penyerapan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya terdiri atas tiga proses, yaitu adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Kata serapan yang melalui proses adopsi mengalami penyerapan secara secara utuh, baik bentuk dan maknanya. Kata serapan yang melalui proses adaptasi mengalami penyesuaian pelafalan dan penulisan bahasa Indonesia. Sementara itu, kata serapan yang melalui proses penerjemahan memperhatikan kesamaan dan kesepadanan makna konsepnya dalam bahasa Indonesia.

 

Saran

Berdasarkan penelitian ini, terdapat dua saran yang dapat diberikan. Pertama, saran ditujukan kepada mahasiswa dan peneliti bahasa Indonesia. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian lanjutan. Dengan demikian, mahasiswa dan peneliti bahasa Indonesia diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalam tentang kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia dan menemukan topik-topik permasalahan yang lain sehingga dapat melengkapi penelitian sebelumnya. Kedua, saran ditujukan kepada redaksi surat kabar Surya. Berdasarkan penelitian ini, kata serapan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia pada berita utama surat kabar Surya banyak mengalami proses morfologis dan atau proses morfofonemik. Dengan demikian, pihak redaksi surat kabar Surya diharapkan lebih teliti dalam penggunaan kata serapan karena surat kabar menjadi sarana edukatif penggunaan bahasa Indonesia bagi masyarakat.

 

DAFTAR RUJUKAN

Badudu, J. S. 2003. Kamus Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Kompas.

Mono, H. 2001. Praktik Jurnalistik: Teknik Meliput dan Menulis Berita. Malang: Forum Kajian Indonesia.

Muslich, M. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslich, M. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Keduduka, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Priyastuti, M. T. 2012. Proses Adaptasi Penyerapan Kosakata Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Kajian Morfologi. Makalah disajikan dalam International Seminar Language Maintenance and Shift II, Universitas Diponegoro, Semarang, 5—6 Juli.

Pusat Bahasa. 2007. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Pusat Bahasa. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indinesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Putrayasa, I. B. 2014. Kalimat Efektif. Bandung: Refika Aditama.

Ramlan, M. 1985. Morfologi: Sebuah Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.

Romli, K. 2016. Komunikasi Massa. Jakarta: Gramedia Kompas.

Soedjito & Saryono, D. 2011. Kosakata Bahasa Indonesia. Malang: Aditya Media Publishing.

Sugihastuti & Saudah, S. 2016. Buku Ajar Bahasa Indonesia Akademik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sumadi. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia. Malang: Universitas Negeri Malang.

Waridah, E. 2009. EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah Dalam Bahasa Indonesia, Kumpulan Pantun, Tanda dan Lambang. Jakarta: Kawah Media

Widjono, H. 2007. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

Wiyanto, A. 2012. Kitab Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.

 

Yusuf, M. 2017. Metode Penelitian: Kuantitaif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kecana.