SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN CERITA DETEKTIF MISTERI KARIBIA KARYA AGATHA CHRISTIE: KAJIAN PRAGMATIK

Imro'atul Mufiddah

Abstrak


RANGKUMAN

Imro’atul Mufiddah. 2019. Implikatur dalam Percakapan Cerita Detektif Misteri Karibia Karya Agatha Christie: Kajian Pragmatik. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Martutik, M.Pd.

Kata Kunci : pragmatik, implikatur, bentuk, fungsi, dan makna

Komunikasi merupakan kegiatan berinteraksi yang dilakukan oleh manusia sehari-hari. Sebuah komunikasi dikatakan berhasil ketika mitra tutur dapat menerima pesan yang sesuai dengan harapan penutur. Akan tetapi, sering kita jumpai percakapan yang memiliki maksud berbeda dengan kalimat yang diujarkan atau pesan yang disampaikan secara tidak langsung, yaitu implikatur. Tujuan sesorang menyampaikan maksud secara tersirat salah satunya adalah untuk memperhalus ujaran. Implikatur percakapan dapat dijumpai dalam novel Misteri Karibia Karya Agatha Christie. Dengan menganalisis implikatur dalam novel,  dapat diketahui berbagai ragam implikatur percakapan. Selain itu, novel merupakan salah satu karya yang tidak resmi sama seperti tuturan dalam kehidupan sehari-hari.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implikatur percakapn, fungsi implikatur percakapam, dan makna implikatur percakapan. Penelitian tersebut ditinjau dari kajian pragmatik yang mengkaji hubungan antara bahasa dengan penggunanya.

Penelitian ini mengunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelititan ini adalah kualitatif. Pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang memberikan perhatian utama terhadap peranan pembaca. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian atau pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang meneliti sebuah fenomena sosial atau masalah tentang manusia. Data pada penelitian ini adalah kata-kata dalam percakapan atau dialog  yang mengandung implikatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah karya sastra novel genre cerita detektif berjudul Misteri Karibia Karya Agatha Christie yang diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2013.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat implikatur percakapan dalam Cerita Detektif Misteri Karibia Karya Agatha Christie. Pertama, bentuk implikatur yang ditemukan, yaitu

(1)  bentuk berita,

(2) bentuk tanya,

(3) bentuk perintah, dan

(4) bentuk seruan. Kedua, fungsi implikatur yang ditemukan, yaitu

(1) fungsi kompetitif dengan maksud meminta dan memerintah,

(2) fungsi menyenangkan dengan maksud memuji, menyapa, meminta maaf, dan menawarkan,

(3) fungsi bekerja sama dengan maksud memberikan informasi dan meyakinkan, dan

(4) fungsi bertentangan dengan maksud menolak, memarahi, menyindir, melarang, dan mengeluh. Ketiga, makna implikatur yang ditemukan, yaitu

(1) makna implikatur alamiah yang berfungsi menolak, mengeluh, memberikan informasi, memuji, dan memarahi dan

(2) makna implikatur nonalamiah yang berfungsi menyindir, memarahi, meminta, menyapa, meyakinkan, menawarkan, memerintah,  meminta maaf, menolak, melarang, dan memberikan informasi.

Pada bentuk implikatur percakapan ditemukan ujaran yang memiliki maksud lain selain bentuk kalimat yang digunakan. Misalnya, ujaran berbentuk kalimat tanya, tetapi fungsinya untuk menyindir bukan untuk bertanya sesuatu. Fungsi implikatur percakapan diklasifikasikan berdasarkan dengan tujuan sosial. Misalnya, ujaran berfungsi menyindir mitra tutur temasuk dalam fungsi bertentangan karena bertentangan atau tidak sesuai dengan tujuan sosial. Makna implikatur dibagi menjadi dua jenis, yaitu makna alamiah dan nonalamiah. Makna alamiah berkaitan dengan sifat manusia atau gejala alam dan tidak membutuhkan tindakan selanjutnya atau menimbulkan kesadaran. Misalnya, ujaran berfungsi memerintah termasuk makna nonalamiah karena setelah ujaran tersebut diucapkan, diharapkan mita tutur melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan penutur.

SUMMARY

Imro'atul Mufiddah. 2019. Implicature in Conversations of Caribbean Mystery Detective Stories by Agatha Christie: Pragmatic Study. Essay. Indonesian Language and Literature Department, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: Dr. Martutik, M.Pd.

Keywords: pragmatics, implicature, form, function, and meaning

Communication is an interaction activity carried out by everyday humans. A communication is said to be successful when the partner can receive a message that is in line with the expectations of the speaker. However, we often encounter conversations that have different intentions with the sentence being spoken or the message conveyed indirectly, namely implicature. The purpose of someone conveying implicit intent is one of them is to refine speech. Implications of conversation can be found in thenovel Misteri Karibia Agatha Christie. By analyzing the implicatures in the novel, can find out various kinds of conversational implicatures. In addition, novels are one of the unofficial works as well as utterances in everyday life. This study aims to determine the form of conversation implicature, conversational implicature function, and the meaning of conversational implicature. The research was reviewed from a pragmatic study that examined the relationship between language and its users.

This study uses a pragmatic approach and this type of research is qualitative. The pragmatic approach is an approach that gives primary attention to the role of the reader. Qualitative research is a research or understanding based on a methodology that examines a social phenomenon or problem about humans. The data in this study are words in a conversation or dialogue containing implicature. The source of the data in this study is a detective story novel genre literature entitled Caribbean Mystery by Agatha Christie published by Gramedia in 2013.

The results of this study indicate that there are conversation implicatures inDetective Story Misteri Karibia Agatha Christie's. First, the form of implicature found, namely

(1) the form of the news,

(2) the form of the question,

(3) the form of the order, and

(4) the form of appeal. Second, the implicature function is found, namely

(1) competitive function with the intention of asking and ordering,

(2) pleasant function with the intention of praising, greeting, apologizing, and offering,

(3) the function of cooperating with the intention of providing information and convincing, and

(4) the function is contradictory with the intention of rejecting, scolding, insinuating, forbidding, and complaining. Third, the meaning of implicature is found, namely

(1) the meaning of functioning natural implicature rejecting, complaining, giving information, praising, and scolding and

(2) the meaning of non-natural implicature that serves to insinuate, scold, ask, greet, convince, offer, rule, apologize, reject, prohibit, and provide information.

In the form of conversational implicatures, utterances are found which have other meanings than the sentence form used. For example, utterances are in the form of a question sentence, but their function is to insinuate not to ask something. Conversational implicature functions are classified based on social goals. For example, utterances function to insinuate the speech partner including in conflicting functions because they are contradictory or not in accordance with social goals. The meaning of implicature is divided into two types, namely natural and non-natural meanings. Natural meaning is related to human nature or natural phenomena and does not require further action or raises awareness. For example, speech functions to govern including the non-natural meaning because after the utterance is spoken, it is expected that the speech will do something according to the wishes of the speaker.