SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pertahanan Diri Tokoh Katya dalam Novel Sentimental Reasons Karya Cecillia Wangsadinata Pada Aplikasi Wattpad

Therecya Claudia Elisabeth

Abstrak


PERTAHANAN DIRI TOKOH KATYA DALAM NOVEL SENTIMENTAL REASONS KARYA CECILLIA WANGSADINATA PADA APLIKASI WATTPAD

Therecya Claudia Elisabeth Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

therecyaclaudiaa@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini mengangkat novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya saat menghadapi konflik dan kecemasan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan melibatkan analisis teks yang dikaji menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu

(1) kemunculan konflik internal yang melibatkan antara id, ego, dan superego sedangkan konflik eksternal melibatkan pertengkaran yang di alami tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, Karina, dan lingkungan sekitarnya, dan

(2) kemunculan kecemasan yang meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral.

Kata kunci: konflik, kecemasan, pertahanan diri

 

ABSTRACT

This study raised the novel Sentimental Reasons Wangsadinata Cecilia works as objects of research. Using the study of psychoanalysis Sigmund Freud, this research analyzes the self-defense done by Katya in the face of conflict and anxiety.   This research was qualitative research with classified involves analysis of the text is examined using the approaches of psychoanalysis Sigmund Freud. Specifically, the results of this research indicate two things, namely (1) the emergence of internal conflicts involving between id, ego, and superego while external conflict involves the contention that in the natural character of Katya with Ashadi, Alle, Karina, and the surrounding environment, and (2) the emergence of neurotic anxiety include anxiety, anxiety, anxiety and moral reality.

Keywords: conflict, anxiety, self defense

 

PENDAHULUAN

Manusia menggunakan seni sebagai pengungkapan segi-segi kehidupan. Dan suatu kreatifitas manusia yang mampu yang menyajikan pemikiran dan pengalamanhidup dengan bentuk seni sastra.

Sebagai sebuah karya imajiner, fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Di sinilah para sastrawan menghayati dengan seksama kehidupan alam nyata ini dengan berdialog, berkontemplasi serta berintraksi dengan lingkungan kehidupan, berikutnya disuguhkan kembali melalui paparan fiksi sesuai dengan pandangan mereka tentang kehidupan ini.

Novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, menyajikan sesuatu secara lebih banyak, lebih rinci, lebih detail, dan lebih banyak melibatkan berbagai permasalahan yang lebih kompleks. Kelebihan cerpen yang khas adalah kemampuannya mengemukakan secara lebih banyak jadi, secara implisit dari sekedar apa yang diceritakan.selain itu kelebihan novel yang khas adalah kemampuannya menyampaikan masalah yang kompleks secara penuh (Nurgiyantoro, 2007: 9).

Wattpad adalah layanan situs web dan aplikasi telepon pintar asal Toronto, Kanada, yang memungkinkan penggunanya untuk membaca ataupun mengirimkan karya dalam bentuk artikel, cerita pendek, novel, puisi, atau sejenisnya. Wattpad diluncurkan pada tahun 2006 oleh Allen Lau dan Ivan Yuen.

Wattpad juga menarik untuk dibahas karena Wattpad adalah novel elektronik masa kini yang saat ini marak digunakan oleh kalangan muda, bukan hanya dari segi tampilan saja yang membuatnya tampak menarik, di zaman ini kalangan muda lebih menyukai hal-hal yang instan dan tidak merepotkan. Begitu pula dengan Wattpad, aplikasi novel elektronik yang memudahkan kaum muda untuk tetap bisa membaca bahkan menulis karangan cerita yang mereka inginkan.

Sebelum penelitian mengenai topik ini, penelitian terkait juga sudah pernah dilakukan, yaitu dengan judul “Pertahanan Diri Tokoh Amelia Dalam Novel Amelia Karya Tere Liye” oleh Uyunun Safira pada tahun 2016. Penelitian tersebut meneliti tentang pertahanan seorang tokoh yang bernama Amelia, sedangkan penelitian ini meneliti pertahanan diri tokoh wanita bernama Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata.

Novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata penting untuk dikaji sebab penelitian ini menganalisis sisi lain yang terdapat dalam novel remaja, yaitu aspek psikologi anak itu sendiri ketika dihadapi konflik dalam keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat. Umumnya, penelitian sastra anak dikaji dengan telaah seputar nilai moral, nilai edukasi, dan pendidikan karakter yang terdapat dalam karya sastra anak.

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian khusus ojek yang tidak dapat diteliti secara statistik atau secara kualifikasi (Almanshur dan Ghony, 2012:13). Penelitian kualitatif yang yang digunakan melibatkan kegiatan analisis teks yang dikaji dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis. Dengan demikian penelitian kualitatif dalam penelitian ini akan menghasilkan paparan data deskriptif secara tertulis tentang pertahanan diri tokoh utama anak, Katya dalam menghadapi konflik dan kecemasan yang muncul.

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud untuk menganalisis pertahanan diri tokoh Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Dalam teori psikoanalisis, konflik yang dihadapi oleh tokoh mampu mendorong munculnya kecemasan. Freud membagi kecemasan dalam tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Sebagai akibat dari munculnya kecemasan dalam diri tokoh, secara otomatis manusia akan melakukan pertahanan diri untuk melindungi dirinya dari bahaya atau situasi yang tidak menyenangkan.

Data penelitian ini adalah data verbal berupa narasi, monolog, dan dialog dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Data kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan yang dilakukan oleh tokoh utama Katya dalam novel Sentimental Reasons berasal dari kutipan-kutipan narasi, monolog, dan dialog yang memiliki kesesuaian dengan indikator dalam proses klasifikasi data yang telah disesuaikan berdasarkan kode pada tahap kodifikasi data. Sedangkan sumber data penelitian ini yakni novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad – Cecillia Wangsadinata.

Peneliti sebagai instrument. Peneliti yang mengumpulkan data, menelaah, dan membuat kesimpulan. Sedangkan untuk tabel pengumpul data. Penelitian ini menggunakan teknik baca-rekam-catat. Teknik baca dilakukan dengan membaca novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad karya Cecillia Wangsadinata berkali-kali kemudian mencatat bagian-bagian yang menjadi fokus penelitian.

Proses pengumpulan data dilakukan dengan

a) membaca berkali-kali dan memahami data utama berupa novel Sentimental Reasons dalam aplikasi wattpad karya Cecillia Wangsadinata,

b) mencatat hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitan,

c) mengumpulkan referensi untuk memperoleh data teori yang akan digunakan untuk menganalisis,

d) mengidentifikasi satuan-satuan teks novel Sentimental Reasons berupa monolog, dialog, dan narasi yang mencerminkan kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan pada tokoh Katya,

e) melakukan  kodifikasi, dan

f) melakukan klasifikasi lalu membuat kesimpulan akhir.

 

PEMBAHASAN

Konflik adalah permasalahan yang timbul lam kehidupan manusia yang terjadi baik secara internal maupun secara eksternal. Konflik internal merupakan permasalah yang muncul dari diri individu sedangkan konflik eskternal adalah permasalahan yang timbul dengan melibatkan orang lain. Berikut pembahasan tetang kemunculan konflik internal dan eksternal dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata.

Kemunculan konflik dan jiwa manusia saling memperngaruhi. Konflik mampu memberikan tekanan secara psikis dalam diri setiap individu. Sigmund Freud dalam teori psikoanalisis menjelaskan bahwa struktur kerpibadian manusia terdiri dari id, ego, dan superego. Ketiga energi psikis tersebut akan mengalami pertentangan jika impuls id dan dorongan ego terhalang superego.

Dalam novel Sentimental Reasons, konflik antara id, ego, dan superego tampak ketika Katya membuktikan pada Alle, pria yang telah membuatnya merasa begitu tertekan. Hal ini tampak pada kutipan berikut.

“Yaya tidak meminum obatnya sama sekali,” jelas Dokter Walter kepada Alle dan Karina.

Kutipan di atas menujukkan munculnya dorongan ego. Dorongan ego tersebut bersumber dari diri Katya sendiri karena ingin menyimpan masalahnya untuk dirinya sendiri.

Ego merupakan sistem kepribadian yang rasional dan berorientasi pada prinsip realitas (reality principles). Dengan menggunakan prinsip realitas, ego berusaha memuaskan dorongan id dengan memberikan pertimbangan yang rasional agar upaya Katya membuat Alle tidak perduli dapat dengan mudah dilakukan.

Upaya ego memuaskan dorongan id dilakukan melalui proses sekunder. Melalui proses sekunder, ego merencanakan cara untuk memuaskan dorongan dan menguji rencana tersebut (Hidayat, 2011:28). Proses sekunder dalam hal ini dilakukan pula oleh Katya sebagai representasi peran ego untuk memuaskan impuls id. Hal ini tampak pada kutipan berikut.

Yaya hanya tidak ingin Alle mengasihaninya lebih banyak lagi, cukup pria itu harus mengetahui penyakitnya, tapi pria itu tidak perlu mengetahui segalanya. Setidaknya, tidak bagian ini.

Berdasarkan kutipan di atas tergambar peran ego dalam diri Katya. Ego berperan sebagai mediator antara id (keinginan untuk mencapai kepuasan) dan kondisi lingkungan atau dunia nyata (Hidayat, 2011:28). Ketika impuls id berupa keinginan Katya untuk membuat Alle agar tidak memperdulikan dirinya lagi, ego berusaha memuaskan impuls id tersebut dengan memberikan pertimbangan logis. Ego menjadikan kondisi kesehatannya yang semakin menurun untuk membuat Alle semakin tidak memperdulikan dirinya. Proses kerja ego inilah yang disebut dengan proses sekunder.

Ketika impuls id didukung sepenuhnya oleh ego tanpa mempertimbangkan aspek moral yang menunjukkan tindakan baik dan buruk maka peran superego muncul untuk menentang dorongan id yang bersifat instingtif dan primitif.

Superego erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani yang bersih mencerminkan posisi superego yang kuat dalam struktur kepribadian manusia. Dalam novel Sentimental Reasons, peran superego tampak saat tokoh Katya mengalami perasaan bersalah dan cemas akibat perbuatannya pada Karina. Hal ini tampak pada kutipan berikut.

“iya Rin, gue salah, benar-benar salah. Gue nggak tahu lo akan semarah ini. Padahal gue hanya bercanda, mau buat Surya bingung aja,” kata Yaya dari depan mobil. Tidak ada satupun orang yang dapat melihat wajahnya tapi semuanya mendengarkan. (KK-Ke/D/SR/172).

Kutipan di atas menggambarkan kecemasan dan ketakutan yang Katya rasakan ketika Karina sudah mengetahui peristiwa yang terjadi antara dirinya dan Alle saat mereka berada di London. Gertakan dari Karina membuat Katya merasa cemas dan takut diwaktu yang bersamaan sehingga membuat hatinya tidak kunjung tenang dan semakin merasa gelisah.

Berdasarkan paparan di atas, impuls id begitu mendominasi perilaku Katya dalam menghadapi konfliknya dengan tokoh lain dalam novel. Kekuatan impuls id yang paling tinggi terjadi saat Katya terlibat pertikaian dengan Ashadi ibunya. Hal ini didasari oleh faktor ketimpangan kekuasaan antara seorang ibu dengan anak bungsunya. Faktor tersebut menjadi pemicu utama kuatnya impuls id pada tokoh Katya. Sedangkan peran ego dalam diri Katya cenderung berpihak pada pemuasan impuls id.

Dalam novel Sentimental Reasons terjadi konflik eksternal yang melibatkan perselisihan yang terjadi antara Katya dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya.

Kecemasan adalah reaksi psikis yang dirasakan manusia akibat konflik yang terjadi dalam kehidupannya. Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kcemeasan realistis, dan kecemasan moral. Berikut pembahasan mengenai kemunculan ketiga jenis kecemasan yang terdapat dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata.

Kecemasan neurotik adalah respon terhadap letusan yang mengancam dari dorongan id ke dalam kesadaran. Kecemasan ini berkembang berdasarkan pengalaman masa anak yang terkait dengan hukuman atau ancaman dari orang tua (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52). Kecemasan neurotik merupakan repreentasi dari konflik antara id dan ego. Pada dasarnya impuls id akan selalu bertentangan dengan ego. Hal ini sejalan dengan pendapat (Friedman dan Sthustack, 2008:77) yang menyatakan bahwa selama hidup, id yang mencari kesenangan terus-menerus berjuang melawan ego yang melihat kenyataan. Konflik yang terjadi antara id dan ego dapat memunculkan kecemasan neurotik dalam diri manusia.

Kecemasan realitas disebut juga kecemasan objektif. Kecemasan realitas adalah respon terhadap ancaman dari luar atau perasaan takut terhadap bahaya-bahaya yang nyata (real) yang berada di lingkungan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52).

Kecemasan moral adalah kecemasan yang merupakan konflik antara id dan superego (Hidayat, 2011:31). Kecemasan moral terjadi saat individu memuaskan insting dengan caranya sendiri kemudian mendapat pertentangan dari superego. Kecemasan moral hadir saat individu merasa khawatir akibat kesalahan yang dibuatnya. Kecemasan moral yang dirasakan individu menjadi pertanda peran superego masih kuat dalam seseorang.

Dalam novel Sentimental Reasons, kecemasan moral sering dirasakan Katya ketika dirinya menghadapi konflik eksternal dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya.

Pertahanan diri merupakan upaya yang dilakukan oleh ego untuk mereduksi kecemasan yang muncul dalam diri manusia. Ego menggunakan mekanisme ini untuk mengendalikan kekuatan (antikateksis) sehingga terjadi represi atau menekan ingatan, pikiran, atau gagasan yang melahirkan kecemasan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:53).

Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, pertahanan diri dibagi menjadi Sembilan jenis, yaitu represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, fiksasi, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi.

Pada dasarnya pertahanan diri erat kaitanya dengan derajat konflik dan kemunculan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikis Katya. Dejarat konflik dan kecemasan yang semakin tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dalam penelitian ini, simpulan dipaparkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu, mendeskripsikan kemunculan konflik, kemunculan kecemasan, dan kemunculan pertahanan diri. Kemunculan konflik pada tokoh Katya terjadi secara internal dan eksternal. Kemunculan konflik internal pada tokoh Katya dipicu oleh pertentangan id, ego, dan superego. Konflik internal yang terjadi dalam diri tokoh Katya memicu proses pendewasaan diri tokoh Katya. Konflik eksternal dalam novel Sentimental Reasons melibatkan perselisihan yang terjadi antara tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, dan juga Karina. Konflik eksternal memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan dampak psikis yang dirasakan oleh tokoh Katya. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas komunikasi yang terjalin antara tokoh Katya dengan tokoh lainnya dalam novel. Intensitas komunikasi yang erat akan mempegaruhi besarnya dampak kemunculan konflik tersebut terhadap kondisi psikis tokoh Katya.

Kemuculan konflik memicu kecemasan dalam diri Katya. Kecemasan yang muncul dalam novel Sentimental Reasons, meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Kemunculan kecemasan memiliki derajat yang berbeda bergantung kepada intensitas hadirnya kecemasan dan dampak kecemasan tersebut terhadap perubahan sikap tokoh Katya.

Kemunculan konflik dan kecemasan memicu munculnya pertahanan diri tokoh Katya. Dalam novel Sentimental Reasons, tokoh Katya melakukan 8 jenis bentuk pertahanan diri yang meliputi represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi. Dalam hal ini, tokoh Katya tidak menunjukkan bentuk pertahanan diri fiksasi. Pertahanan diri terjadi didasarkan pada derajat konflik dan kecemasan. Pengaruh derajat konflik dan kecemasan yang tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya.

Berdasarkan teori psikoanalisis, kemunculan konflik, kecemasan, dan pertahanan diri pada tokoh Katya memiliki derajat dan wujud yang berbeda dengan anak-anak.

 

Saran

1. Bagi pembaca, setelah membaca penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bahwa kemunculan konflik dan kemunculan kecemasan pada hakekatnya sama hanya saja munculnya konflik dan kecemasan tersebut dalam segi yang berbeda-beda.

2. Bagi peneliti selanjutnya, saya sarankan untuk mengemukakan 9 kemunculan pertahanan diri dengan objek novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata agar dengan adanya penelitian tersebut, peneliti dapat mengetahui bagaimana bentuk dari tiap-tiap kemunculan pertahanan diri itu sendiri dan dapat menambhakan temuan lain yang didapatkan sebagai proses perbaikan hasil dalam penelitian ini.

 

DAFTAR PUSTAKA ATAU DAFTAR RUJUKAN

Al- Ma'ruf, Ali Imron. 2010. Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern. Surakarta: Smart Media.

Burhan, Nurgiyantoro. 2009. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.

Burhan, Nurgiyantoro. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada. University Press.

Fanani, Muhammad Abib. STRUKTUR DAN MEKANISME PEMERTAHANAN JIWA TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN NYANYIAN IMIGRAN

(KUMPULAN CERPEN BURUH MIGRAN INDONESIA) TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 6(2) (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1233/1322), diakses 1 April 2019.

Hidayat, Dede Rahmat. 2011. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Minderlop, Albertine. 2010. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Saraswati, Ekarini. 2016. PRIBADI DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN LASKAR PELANGI: TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 12(2). (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1293/1386), diakses 1 April 2019.

Saryono. 2009. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri. Malang.

Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Malang: Aditya Media Publishing.

Wangsadinata, Cecillia. 2018. Sentimental Reasons. Jakarta: PT. Bukune Kreatif Cipta.

Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawacana.

Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika. 2008. Teori Kepribadian. Bandung: PT. Remaja Karya.