SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENALARAN SISWA DALAM MENULIS PARAGRAF

Putri Septi Kartika Ananda

Abstrak


ANALISIS PENALARAN SISWA DALAM MENULIS PARAGRAF

(Studi Pada Siswa Kelas X  Program Keahlian Keperawatan SMK Negeri 11 Malang)

Ananda Septi Kartika Putri

E-mail: hakim.drun.23@gmail.com 

Universitas Negeri Malang

ABSTRACT: The study aims to describe students' reasoning in writing paragraphs. Description of variations and results of text analysis are reviewed from the location of the main ideas, logical sequences, and the function of the contents of the paragraph. Based on the data obtained, variations in reasoning in paragraphs are reviewed in terms of the location of the main ideas, namely deductive and inductive reasoning. Judging from the logical sequence, namely the order of place, and time. Judging from the function of the contents of paragraphs, namely broad definitions, examples, comparisons and contradictions, causation, classification, and analogies.

Keywords: reasoning, paragraph.

ABSTRAK: Penelitian bertujuan mendeskripsikan penalaran siswa dalam menulis paragraf. Deskripsi variasi dan hasil analisis teks ditinjau dari letak ide pokok, urutan logis, dan fungsi isi paragraf. Berdasarkan data yang diperoleh melakukan variasi penalaran dalam paragraf ditinjau dari letak ide pokok, yaitu penalaran deduktif dan induktif. Ditinjau dari urutan logis, yaitu urutan tempat, dan waktu. Ditinjau dari fungsi isi paragraf, yaitu definisi luas, contoh, perbandingan dan pertentangan, sebab-akibat, klasifikasi, dan analogi.

Kata Kunci: penalaran, paragraf.

Kemampuan seseorang dalam menulis akan meningkat jika terus dilatih. Untuk dapat menulis dengan baik tidak dapat dilakukan dengan sekali latihan tetapi dengan terus menerus berlatih. Zainurrahman (2011:2) menjelaskan bahwa dalam menulis, latihan merupakan kunci yang paling utama untuk mampu menulis dengan baik dan benar. Seseorang hanya bisa menciptakan sebuah tulisan yang baik jika rajin membaca, karena dalam interaksi antara seorang pembaca dan bacaan terdapat model tulisan yang dijamin keterbacaannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2008:905) penalaran adalah cara atau perihal menggunakan nalar, pemikiran dan cara berpikir logis. Kemampuan penalaran sangat berguna bagi siswa untuk memecahkan permasalahan yang ada di dalam pembelajaran menulis paragraf terutama karya ilmiah. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi akan terlihat dari cara berpikirnya dalam menuangkan pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Siswa tersebut dapat merangkai tulisannya secara logis, kritis, dan sistematis.

Paragraf memiliki potensi terdiri atas beberapa kalimat. Paragraf yang hanya terdiri atas satu kalimat termasuk dalam penalaran yang tidak baik. Setiap paragraf berisi kesatuan topik, kesatuan pikiran atau ide. Dengan demikian, setiap paragraf memiliki potensi adanya satu kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Zainurrahman (2011:22) menyatakan bahwa sebuah paragraf biasanya ada pembuka, isi, dan penutup. Ini merupakan konvensi umum, meskipun agas sulit merealisasi konvensi ini dalam paragraf yang hanya terdiri dari beberapa kalimat pendek.

Penalaran siswa di SMK Negeri 11 Malang dalam menulis paragraf bervariasi. Variasi tersebut diantaranya mengembangkan topik dan menggabungkan dalam sebuah kalimat maupun paragraf yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran siswa dalam menulis paragraf yang terdapat pada karangan ilmiah siswa. Peneliti meneliti penalaran siswa karena ingin menemukan berbagai variasi di dalam sebuah paragraf. Pada penelitian sebelumnya belum ada yang meneliti tentang penalaran siswa didalam paragraf, maka dari itu peneliti ingin menemukan penelitian baru tentang penalaran siswa di dalam paragraf.

Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti menganggap penelitian untuk mendeskripsikan penalaran siswa dalam menulis paragraf penting. Alasan penelitian tersebut adalah karena belum ada penelitian yang mendeskripsikan variasi penalaran siswa dalam menulis paragraf secara mendalam.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah analisis teks. Penelitian kualitatif termasuk analisis data primer karena peneliti menganalisis data asli langsung dari lapangan dan mendeskripsikan hasil penelitian tersebut. Jenis kualitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan penalaran siswa dalam menulis paragraf ditinjau dari letak ide pokok, urutan logis, dan fungsi isi paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMK Negeri 11 Malang.

Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis teks karena yang akan di deskripsikan peneliti berupa teks hasil penalaran siswa dalam menulis paragraf pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X KPR 3 SMK Negeri 11 Malang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan berbagai variasi pengembangan paragraf berfokus pada tiga aspek, yaitu

(1) letak ide pokok,

(2) urutan logis, dan

(3) fungsi isi paragraf.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini adalah teks berupa paragraf yang diperoleh dari tes menulis dan dianalisis berdasarkan pedoman analisis penalaran paragraf yang terdiri atas letak ide pokok, urutan logis, dan fungsi isi paragraf. Setelah tes paragraf terkumpul, kemudian dianalisis menggunakan pedoman analisis penalaran paragraf. Hasil dari analisis tersebut ditulis dalam format analisis penalaran paragraf sehingga diperoleh paparan mengenai penalaran paragraf ditinjau dari letak ide pokok, urutan logis, dan dari fungsi isi paragraf.

Sementara itu, menurut Arikunto (2002:107) sumber data penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh. Sebagai contoh, apabila peneliti menggunakan wawancara, maka sumber data disebut responden. Apabila menggunakan teknik observasi, maka sumber data bias berupa benda, gerak, atau proses. Kemudian apabila peneliti menggunakan teknik dokumentasi, sumber data ang diperoleh berupa dokumen atau catatan. Adapaun sumber data penelitian ini berasal dari teks paragraf yang di tulis oleh siswa. Teks diperoleh dari tes menulis paragraf. Pemilihan data tersebut dikarenakan peneliti ingin mendeskripsikan penalaran dalam menulis paragraf ditinjau dari letak ide pokok, urutan logis, dan fungsi isi paragraf. Tiga unsur pokok tersebut dijadikan sebagai data yang diolah dan dicari rumusnya.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X khususnya kelas X Keperawatan 3 SMK Negeri 11 Malang. Tes menulis dilakukan secara langsung oleh peneliti. Hal ini bertujuan agar peneliti dapat mengamati proses menulis dan memastikan keaslian tulisannya. Namun, sebelum tes menulis dilakukan, terlebih dahulu peneliti menggali informasi dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X KPR 3, yaitu Ibu Dewi Huzaimah. Berbekal informasi dari guru mata pelajaran yang mengatakan bahwa siswa kelas X KPR 3 memiliki pengalaman menulis paragraf dan memiliki pengalaman memadai tentang konsep mengarang, maka peneliti berasumsi bahwa peneliti berjalan dengan baik dan data yang diperoleh sesuai.

Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (human instrument). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes menulis yang berisi perintah dan petunjuk untuk tes menulis paragraf, pedoman analisis penalaran, dan format analisis penalaran teks yang digunakan sebagai alat untuk mengolah data yang diperoleh. Menurut Nurchasanah dan Lestari (2013:75) bahwa indikator penalaran dalam paragraf ditinjau dari letak ide pokok, urutan logis, dan fungsi isi paragraf. SMK kelas X KPR 3 yang berjumlah 30 sehingga diperoleh data yang terkumpul 30 teks. Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Tes yang digunakan dalam peneliti ini berisi perintah dan petunjuk menulis paragraf. Setelah tes paragraf terkumpul, kemudian dianalisis menggunakan pedoman analisis penalaran paragraf. Hasil dari analisis tersebut ditulis dalam format analisis penalaran paragraf sehingga diperoleh paparan mengenai

(1) penalaran paragraf ditinjau dari letak ide pokok,

(2) penalaran paragraf ditinjau urutan logis, dan

(3) penalaran paragraf ditinjau dari fungsi isi paragraf.

Analisis data menurut Moleong (2002:103) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori, dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tem dan dapat dirumuskan oleh data. Adapun analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan berikut. Pertama, Pengidentifikasian. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah menetapkan mana yang termasuk data yaitu, data yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Kedua, Pengodean. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah memberi kode pada data yang sudah diidentifikasi. Tahap ini nantinya akan menghasilkan korpus data. Ketiga, Pengklasifikasian. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengklasifikasikan data sesuai dengan rumusan masalah yang akan diteliti dan dilakukan pengurutan sesuai dengan urutan pembahasan rumusan masalah. Keempat, Analisis data. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan rumusan masalah.

Penelitian ini menggunakan keabsahan data dengan tiga teknik. Berikut ketiga teknik tersebut. Pertama, Teknik ketekunan pengamatan. Setelah mendapatkan data yang diinginkan, data tersebut diamati dengan cara dibaca secara berulang-ulang dan intensif. Membaca secara intensif dapat meningkatkan konsentrasi dalam mengamati suatu hal. Kedua, Teknik pengoreksian dan analisis data. Setelah dibaca secara intensif, hal-hal yang menyangkut dengan apa yang diteliti di koreksi dan dianalisis. Ketiga, Pengecekan ahli, dalam hal ini dosen pembimbing dan teman sejawat. Untuk mengabsahkan data yang telah diperoleh dapat melakukan koreksi kepada pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan data yang diteliti.

Pada penelitian ini, peneliti melakukan tiga tahapan, yaitu tahap pralapangan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Berikut ketiga tahapan berikut.

Pertama, Tahap persiapan. Pengurusan surat izin observasi. Surat izin diperoleh dari pihak universitas untuk selanjutnya diserahkan kepada sekolah yang dituju. Kemudian pengurusan surat izin penelitian. Surat izin diperoleh dari pihak universitas untuk selanjutnya diserahkan kepada Bakesbangpol dan sekolah yang dituju. Setelah itu, pengurusan surat izin penelitian. Surat izin diperoleh dari UPT Dinas Pendidikan Prov Jatim untuk selanjutnya diserahkan kepada sekolah yang dituju. Lalu, Menyerahkan surat dari Universitas, Bakesbangpol, UPT Dinas Pendiidkan, dan proposal skripsi peneliti. Selanjutnya yang terakhir dari tahap persiapan, meminta izin kepada kurikulum sekolah yang dituju, kemudian menentukan guru pembimbing bahasa Indonesia, kelas yang akan dijadikan objek penelitian, dan hari pelaksanaan penelitian.

Kedua, Tahap pelaksanaan. Mengulang kembali materi membuat karangan dalam bentuk paragraf. Lalu, menetapkan tema karya siswa sebagai sumber data. Setelah itu, menugasi siswa untuk membuat karangan berupa paragraf. Terakhir, Menandai setiap unsur yang terdapat dalam paragraf.

Ketiga, Tahap penyelesaian penelitian. Menyusun laporan penelitian untuk segeran dibimbingkan kepada dosen pembimbing sebagai laporan hasil penelitian di sekolah. Lalu apabila ada revisi dari dosen pembimbing, peneliti segera merevisi laporan hasil penelitian tersebut. Yang terakhir menggandakan laporan hasil penelitian yang sudah benar untuk diberikan kepada sekolah tempat penelitian sebagai hasil dari penelitian di sekolah tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang berupa deskripsi variasi dan hasil analisis teks digolongkan menjadi tiga

1.Penalaran Paragraf Ditinjau dari Letak Ide Pokok

Ide Pokok Deduktif

Ide Pokok Deduktif terdapat Dialog

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PD14/LIP Setelah surut saya bergegas ke tempat petugas pengambil sampah. “kenapa sampah-sampah yang hanyut di sungai tidak di ambili?, coba Bapak ambil satu persatu dan kerahkan petugas untuk mengambil sampah-sampah agar tidak terjadi banjir susulan!”. “Ya, saya akan melakukannya!”. “Semoga berhasil ya Pak?”.

Paragraf di samping ide pokok berada di awal paragraf terletak pada kalimat pertama. Paragraf ini diawali dengan penjelasan. Paragraf ini dijelaskan dengan variasi percakapan untuk menjelaskan kalimat pertama.

Ide Pokok Deduktif terdapat Sebab

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PD2/LIP Kebersihan lingkungan adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat. Sebab, kebersihan sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Tak hanya mengenai kesehatan, masyarakat yang melintas di suatu daerah pun juga harus menjaga kebersihan. Kebersihan harus tetap di jaga. Paragraf di samping ide pokok berada di awal paragraf terletak pada kalimat pertama. Paragraf ini diawali dengan penjelasan. Kemudian dijelaskan sebab-sebab pada kalimat kedua dan ketiga.

PD21/LIP Mengenai hal membuang sampah di sungai saya tidak setuju. Pembuangan sampah di sungai bisa menyebabkan banjir, penyumbatan air dan lain-lain. Oleh sebab itu, air sungai menjadi tidak bersih melainkan menjadi kotor. Sungai dekat sekolah saya sangat kotor, banyak sampah plastik dan lainnya. Airnya pun menjadi tidak bersih. Kegunaannya hanya untuk mencuci baju. Paragraf di samping ide pokok berada di awal paragraf terletak pada kalimat ketiga. Paragraf ini di awali dengan pendapat ketidaksetujuan. Pada kalimat kedua dijelaskan sebab. Kalimat ketiga adalah kesimpulan. Kalimat ke empat dan kelima menjelaskan kalimat ketiga.

PD13/LIP Jadi kita harus mengetahui pentingnya adiwiyata, karena adiwiyata sangat berpengaruh dengan lingkungan. Dengan tidak menerapkan prinsip adiwiyata dalam kehidupan kita akan mendatangkan bencana alam. Jadi, kita harus mendukung sepenuhnya kegiatan adiwiyata. Paragraf di samping ide pokok berada di awal terletak pada kalimat pertama. Paragraf ini diawali dengan sebab-akibat. Di akhir paragraf pada kalimat ketiga juga terdapat kesimpulan. Paragraf ini mempunyai dua kesimpulan.

Ide Pokok Induktif terdapat Contoh

Kode  Data Korpus Data Hasil Analisis

PI15/LIP Di dalam kelas harus terdapat tempat sampah. Kemudian di UKS, kantin, toilet pun harus ada tempat sampah. Pembagian piket kelas juga menjadi salah satu menjaga kebersihan. Agar proses belajar mengajar menjadi nyaman. Paragraf di samping ide pokok berada di akhir paragraf terletak pada kalimat ke empat. Paragraf ini menggunakan pendahuluan contoh-contoh pada kalimat pertama dan kedua. Pada kalimat ke empat di akhiri dengan tujuan karena terdapat kata ’agar’.

Ide Pokok Induktif terdapat ajakan dan petunjuk

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PI27/LIP Membersihkan seisi rumah dan lingkungan sekitar akan membuat lingkungan menjadi bersih dan tidak menjadi sarang bagi penyakit untuk tumbuh dan berkembang. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan seperti ini, mengubur barang-barang bekas, menguras bak mandi, dan menutup semua sumber air sehingga nyamuk tidak bisa berkembang biak. Demikianlah cara hidup bersih dan manfaat yang bisa kita dapatkan. Oleh karena itu, marilah kita semua menjaga kebersihan baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan agar kita menjadi sehat dan terhindar dari banyak penyakit yang mengancam. paragraf di samping ide pokok berada di akhir paragraf terletak pada kalimat ke empat. Paragraf ini di awali dengan pernyataan pada kalimat pertama. Pada kalimat kedua berisi tentang solusi menjaga kebersihan. Pada kalimat ke empat yaitu kesimpulan dengan ajakan karena terdapat kata ‘marilah’.

Ide Pokok Induktif terdapat Tujuan

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PI29/LIP Kita sebagai masyarakat Indonesia harus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada sampah berserakan. Jadi, kita harus membersihkan sampah di sekitar rumah dan membuang sampah ditempatnya agar tidak terjadi banjir. Pada paragraf di samping ide pokok berada di akhir paragraf terletak pada kalimat kedua. Paragraf ini terdapat 2 tujuan, hal tersebut dinyatakan dengan adanya kata “agar” pada kalimat pertama dan kedua.

Ide Pokok Campuran terdapat Sebab-Akibat

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PC2/LIP Kebersihan lingkungan ini perlu diwujudkan di berbagai tempat, termasuk di wilayah yang rumahnya dekat dengan sungai. Dengan sungai yang bersih orang melintas di dekat pemukimannya tersebut merasa nyaman. Dan juga akan terhindar dari berbagai penyakit. Terkadang juga masyarakat masih jengkel suka membuang sampah sembarangan di sungai. Masyarakatpun yang melintas masih suka membuang sampah di tepi-tepi sungai. Paragraf di samping mempunyai dua ide pokok. Pada kalimat pertama dan kalimat ke empat. Kalimat pertama membahas tentang kebersihan lingkungan. kalimat kedua dan ketiga adalah sebab-sebab dari kalimat pertama. Kalimat ke empat menjelaskan sampah yang dibuang di sungai. Kalimat kelimam menjelaskan kalimat ke empat tentang sampah.

Berdasarkan data yang diperoleh, siswa kelas X KPR 3 SMK Negeri 11 Malang melakukan dua variasi penalaran dalam paragraf ditinjau dari letak ide pokok, yaitu (1) penalaran deduktif, dan

(3) penalaran induktif. Pertama, ditemukan empat variasi penalaran deduktif, yaitu (1) ide pokok penalaran dedukif variasi percakapan,

(2) ide pokok penalaran deduktif variasi sebab tanpa akibat

(3) ide pokok penalaran deduktif variasi sebab-akibat, dan

(4) ide pokok penalaran deduktif variasi dua kesimpulan. Kedua, ditemukan tiga variasi penalaran induktif, yaitu

(1) ide pokok penalaran induktif terdapat contoh-contoh,

(2) ide pokok penalaran induktif terdapat kalimat ajakan dan,

(3) ide pokok penalaran induktif terdapat kalimat ajakan dan tujuan.

Pada penalaran induktif ada tiga variasi yang peneliti temukan. Variasi tersebut ada yang berbeda dan ada yang sama dengan pendapat Tarigan (2009:26) yang mengatakan bahwa variasi penalaran induktif ada tiga, yaitu generalisasi, analogi, dan kausal sedangkan peneliti menemukan tiga variasi, yaitu ide pokok penalaran induktif terdapat contoh (generalisasi), ide pokok penalaran induktif terdapat kalimat ajakan, dan ide pokok penalaran induktif terdapat kalimat ajakan dan tujuan. Persamaan yang ditemukan dengan pendapat Tarigan yaitu pada paragraf tersebut sama-sama menyertakan contoh yang disebut dengan Generalisasi.

Contoh dari penalaran induktif generalisasi

(15) “Di dalam kelas harus terdapat tempat sampah. Kemudian di UKS, kantin, toilet pun harus ada tempat sampah. Pembagian piket kelas juga menjadi salah satu menjaga kebersihan. Agar proses belajar mengajar menjadi nyaman.” PI15/LIP

Pada paragraf (15) terdapat pola induktif, yakni berpola khusus-umum. Diturunkan dari pernyataan yang bersifat khusus lalu dipaparkan rincian dari pernyataan tersebut. Pada paragraf  tersebut mengungkapkan terkait kebersihan dapat menjadi faktor kenyamanan dalam proses belajar. Pada kalimat ke empat penulis mengungkapkan adanya kenyamanan proses belajar. Kalimat ke empat tersebut merupakan kalimat topik yang memiliki satu makna dan dapat berdiri sendiri. Hal ini terlihat pada pernyataannya yang merangkum semua pernyataan. Paragraf tersebut terdapat kata agar maka di sebut kalimat petunjuk. Paragraf ini memaparkan contoh-contoh pada kalimat  kedua untuk memperjelas tentang sampah “Kemudian di UKS, kantin, toilet pun harus ada tempat sampah”.

Pada temuan kedua berbeda karena Tarigan melihat dari segi isi kesimpulan di dalam paragraf yang dibandingkan dua hal dengan persamaan  yang banyak sedangkan penelitian ini melihat dari segi bentuk kalimat kesimpulan pada paragraf. Kesimpulan yang dilihat sama-sama berada di akhir paragraf. Temuan ketiga kesimpulan sama-sama terletak di akhir tetapi isi dari kesimpulan tersebut berbeda. Penelitian ini menemukan pada paragraf induktif  bentuk kaliamat pada kesimpulan yaitu berupa ajakan dan tujuan sedangkan Tarigan berupa sebab-akibat.

Begitu juga pada penalaran deduktif ada empat variasi yang peneliti temukan. Variasi tersebut berbeda dengan temuan Anisa (2011) pada karya siswa SMA, yaitu silogisme dan entimem sedangkan peneliti menemukan empat variasi, yaitu ide pokok penalaran dedukif variasi percakapan, ide pokok penalaran deduktif variasi sebab tanpa akibat, ide pokok penalaran deduktif variasi sebab-akibat, dan ide pokok penalaran deduktif variasi dua kesimpulan. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Anisa adalah sudut pandang peneliti mengenai kesimpulan. Kesimpulan pada penelitian ini dilihat dari bentuk kalimat pada kesimpulan dan penelitian Anisa dilihat dari letak ide pokok paragraf. Penelitian ini juga dilihat dari letak ide pokok tetapi berbeda pada bentuk kesimpulannya.

Pada penalaran deduktif  siswa membuat variasi baru, yaitu  membuat paragraf dengan cara percakapan. Siswa membuat variasi tersebut mungkin ingin lebih memperjelas suasana yang terjadi pada saat itu. Siswa juga membuat paragraf tanpa menyertakan akibat dari sebab yang disebutkan. Siswa tidak menyebutkan akibat karena siswa belum bisa menemukannya. Berarti pengetahuan siswa kurang luas, tetapi ada juga siswa yang dapat menyebutkan sebab-akibat dari permasalahan dengan sinkron. Pada temuan yang lain siswa membuat paragraf deduktif dengan dua simpulan di awal paragraf dan di akhir paragraf. Dua kesimpulan tersebut sama-sama menekankan hal yang sama. Siswa membuat paragraf dengan dua kesimpulan mungkin untuk mempertegas permasalahan.

Pada penalaran induktif siswa membuat ide pokok dengan menuliskan contoh-contoh. Contoh biasanya untuk memperjelas sebuah konsep. Ide pokok yang lain siswa menggunakan kalimat ajakan dan petunjuk, karena isi dari paragraf tersebut masih umum jika siswa menggunakan kalimat ajakan dan petunjuk berarti siswa sudah mampu mengkhususkan isi paragraf sehingga pembaca jelas dengan maksud dari isi paragraf.

Siswa lebih banyak menggunakan penalaran deduktif daripada induktif. Tidak ditemukan penalaran dengan pola campuran di dalam karya siswa. Siswa mungkin kurang dilatih menggunakan pola campuran oleh Guru karena rata-rata hasil dari karya siswa menggunakan pola penalaran deduktif dan yang paling banyak digunakan adalah pola penalaran induktif. Penalaran induktif letak ide pokok berada di akhir paragraf. Siswa merasa lebih mudah jika membuat kesimpulan di akhir. Jadi siswa kelas X KPR 3SMK Negeri 11 Malang bisa dikatakan kurang kreatif dalam membuat paragraf.

2.Penalaran Paragraf Ditinjau dari Urutan Logis

Urutan Tempat

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PUT12/UL Waktu saya berlibur di desa kakek. Tepat pada hari ulangtahun saya sangat senang sekali. Rumah kakek berada di desa gunung sari. Disana sangat sejuk dengan dipenuhi pohon-pohon yang lebat dan bunga yang bermekaran di pinggir jalan. Paragraf di samping terdapat urutan tempat yang menggambarkan tentang rumah kakek yang berada di desa gunung sari. Kemudian di jalan-jalan dipenuhi pohon-pohon dan bunga yang bermekaran.

Urutan Waktu

Kode Data Korpus Data Hasil Analisis

PUW5/UL Masyarakat di Indonesia masih banyak yang menggunakan plastik, sehingga dampaknya bisa dilihat saat ini di laut Bali. Sekarang bukan pemandangan laut yang indah lagi, melainkan banyak sampah plastik di pinggir pantai. Banyaknya sampah di pinggir pantai ini membuat para pengunjung pantai di Bali tidak nyaman dan dampaknya para pengunjung semakin berkurang sekarang. Bukan hanya berdampak di pantai Bali, namun di lingkungan rumah pun juga ada dampaknya, yaitu banjir karena masyarakat membuang sampah di selokan dan sampah plastik menyumbat karena tidak bisa hancur. Dan sekarang pemerintah mulai bergerak untuk membasmi sampah plastik dengan mengganti kantong plastik dengan kertas ataupun tas belanja yang terbuat dari rotan sebagai ganti kantong plastik saat ibu-ibu belanja. Paragraf di samping terdapat urutan waktu menggambarkan tentang keadaan pantai atau laut di Bali. Paragraf ini urutan waktunya di ungkapkan secara tersirat. Saat ini di laut Bali pemandangannya sudah tidak indah lagi, berarti pada waktu dulu laut Bali bisa dikatakan indah. Dulu juga pengunjungnya sangat banyak, tetapi karena sampah plastik pengunjung saat ini semakin berkurang. Pada kalimat terakhir dikatakan bahwa sekarang pemerintah sudah mulai bergerak membasmi sampah plastik. Setelah sekian lama keadaan laut Bali tidak baik sekarang pemerintah akhirnya sadar untuk memperbaiki.

PUW12/UL Setiap minggu mereka gotong royong membersihkan kampungnya yang indah. Dan sealalu membuang sampah pada tempatnya. Menyirami bunga setiap hari agar terciptanya desa yang sejuk nan indah. Aku sangat nyaman sekali berada di sana. Paragraf di samping terdapat urutan waktu yang menggambarkan bahwa setiap minggu warga desa melakukan gotong royong. Mereka juga selalu membuang sampah pada tempatnya. Setiap hari juga menyirami bunga. Paragraf ini terdapat urutan waktu dengan runtut dari waktu yang pendek menuju waktu yang panjang. Pada paragraf ini diruntutkan dari waktu setiap minggu ke waktu setiap hari.

Berdasarkan data yang diperoleh, siswa kelas X KPR 3 SMK Negeri 11 Malang melakukan dua variasi penalaran dalam paragraf ditinjau dari urutan logis, yaitu

(1) urutan tempat, dan

(2) urutan waktu. Pertama, ditemukan satu variasi urutan tempat, yaitu (1) urutan tempat dengan penalaran yang baik. Kedua, ditemukan dua variasi urutan waktu, yaitu

(1) urutan waktu secara tersirat, dan

(2) urutan waktu secara tersurat.

Pada penalaran paragraf yang ditinjau dari urutan logis. Pertama, peneliti menemukan satu variasi pada urutan tempat. Temuan tersebut sama dengan temuan Anisa (2011) yang mengatakan bahwa urutan ruang atau tempat digunakan dengan ungkapan-ungkapan yang benar.

Contoh dari paragraf dengan menggunakan ungkapan-uangkapan yang benar sebagai berikut:

(12) “Waktu saya berlibur di desa kakek. Tepat pada hari ulang tahun saya sangat senang sekali. Rumah kakek berada di desa gunung sari. Disana sangat sejuk dengan dipenuhi pohon-pohon yang lebat dan bunga yang bermekaran di pinggir jalan.”PUT12/UL

Pada paragraf (12) terdapat urutan tempat yang menggambarkan suatu tempat secara berurutan dengan alamiah. Tempat yang digambarkan adalah rumah kakek yang berada di desa gunung sari. Paragraf ini menggambarkan dari titik yang satu ke titik yang lain. Titik tempat tersebut bisa dilihat pada kalimat ketiga bahwa rumah kakek berada di desa Gunung Sari. Kemudian pada kalimat keempat digambarkan bahwa di desa Gunung Sari banyak sekali pohon sehingga sangat sejuk. Titik tempat yang lain yaitu pinggir jalan yang terdapat bunga bermekaran. Penulis menggambarkan tempat rumah kakek alamiah sehingga pembaca mampu menggambarkannya sendiri.

Kedua, Peneliti menemukan dua variasi pada urutan waktu yaitu, urutan waktu s.ecara tersirat dan tersurat sedangkan menurut temuan Anisa (2011) urutan waktu ada tiga variasi, yaitu urutan kronologis secara alami, urutan peristiwa dengan sorot balik, dan sorot balik lalu kembali ke cerita awal dan melanjutkan cerita kembali. Jadi, temuan peneliti pada karya siswa SMK 11 Malang kelas X KPR 3 dengan temuan Anisa (2011) pada karya siswa SMK tidak sama pada urutan waktu tersebut.

Temuan yang berbeda karena peneliti melihat dari sudut pandang yang berbeda. Penelitian ini melihat urutan waktu dari segi wuujudnya dan Anisa melihat dari sudut pandang alur isi paragraf. Apabila penelitian ini dilihat dari sudut pandang alur isi paragraf maka akan sama dengan temuan Anisa, yaitu urutan kronologis secara alami.

Contoh dari paragraf urutan kronologis secara alami

(5) “Masyarakat di Indonesia masih banyak yang menggunakan plastik, sehingga dampaknya bisa dilihat saat ini di laut Bali. Sekarang bukan pemandangan laut yang indah lagi, melainkan banyak sampah plastik di pinggir pantai. Banyaknya sampah di pinggir pantai ini membuat para pengunjung pantai di Bali tidak nyaman dan dampaknya para pengunjung semakin berkurang sekarang. Bukan hanya berdampak di pantai Bali, namun di lingkungan rumah pun juga ada dampaknya, yaitu banjir karena masyarakat membuang sampah di selokan dan sampah plastik menyumbat karena tidak bisa hancur. Dan sekarang pemerintah mulai bergerak untuk membasmi sampah plastik dengan mengganti kantong plastik dengan kertas ataupun tas belanja yang terbuat dari rotan sebagai ganti kantong plastik saat ibu-ibu belanja.”PUW5/UL

Dikatakan urutan kronologis secara alami karena di dalam paragraf tersebut menceritakan keadaan Laut Bali saat ini. Keadaan Laut Bali yang tidak indah lagi karena masyarakat Indonesia masih menggunakan sampah plastik. Pengunjung Laut Bali menjadi tidak nyaman dan semakin berkurang saat ini. Akhirnya pemerintah bergerak mengganti kantong plasti dengan kertas dan tas belanja yang terbuat