SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bercerita dengan Menggunakan Alat Peraga pada Siswa Kelas VII: Analisis Perencanaan dan Pelaksanaannya di SMP Negeri I Watulimo Trenggalek Tahun Pelajaran 2009/2010

Eunike Eko Kurniawati

Abstrak


ABSTRAK
Kurniawati, Eunike Eko. 2010. Pembelajaran Bercerita dengan Menggunakan
Alat Peraga pada Siswa Kelas VII: Analisis Perencanaan dan
Pelaksanaannya di SMP Negeri I Watulimo Trenggalek Tahun
Pelajaran 2009/2010. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa,
Sastra, Indonesia, dan Daerah, FS Universitas Negeri Malang.
Pembimbing: Dr. H. Mudjianto, M. Pd
Kata kunci: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran
bercerita, dan wayang karton.
Kemampuan berbahasa meliputi empat aspek, yakni menyimak, berbicara,
membaca dan menulis. Kemampuan berbicara dibutuhkan dalam kehidupan
sehari-hari untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa lisan.
Pembelajaran bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan
siswa untuk menceritakan suatu kejadian yang sengaja disusun berdasarkan urutan
waktu. Melalui pembelajaran berbicara siswa dapat berkomunikasi dengan
mengungkapkan berbagai cerita, pengalaman hidup, ide dan perasaan. Siswa
dapat menjadi seorang yang kreatif dan dapat mengambil teladan dari
pembelajaran yang telah diperolehnya. Oleh karena itu pembelajaran bercerita
membutuhkan inovasi dengan penggunaan media yang mampu membantu siswa
dalam proses bercerita dan mencapai tujuan pembelajaran.
Penelitian ini bermaksud (1) mendeskripsikan rencana pelaksanaan
pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat peraga, dan (2)
mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan alat
peraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
dalam penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas VII D SMP Negeri I
Watulimo Trenggalek tahun ajaran 2009-2010. Siswa berjumlah 38 orang. Data
yang diperoleh peneliti berupa RPP, foto dan rekaman peristiwa pelaksanaan
pembelajaran di kelas yang dituliskan secara lengkap dalam catatan lapangan.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan analisis RPP,
panduan wawancara, dan panduan observasi.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) oleh guru bahasa Indonesia kelas VII SMPN I
Watulimo Trenggalek bersama rekan MGMP belum sepenuhnya dilakukan
berdasarkan silabus dan KTSP. Ketidak sesuaian tersebut terletak pada (a) materi
pembelajaran kurang lengkap, (b) penentuan jumlah anggota kelompok dalam
langkah-langkah pembelajaran tidak sesuai silabus, (c) penjabaran kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup tidak disertai alokasi waktu dan,
(d) tidak terdapat rubrik penilaian proses dan kunci jawaban.
Pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang
karton terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
ii
Pelaksanaan kegiatan pendahuluan dilakukan dengan kegiatan apersepsi yang
memadai namun terdapat kekurangan dalam hal presensi dan pembentukan
kelompok. Pada pelaksanaan kegiatan inti guru menggunakan metode
pembelajaran yang serasi dengan media pembelajaran yang digunakan dan sesuai
dengan kompetensi dasar. Kegiatan inti dilakukan dengan baik namun terdapat
beberapa kekurangan dalam hal perluasan penjabaran materi dan pemilihan bahan
ajar, pemberian ruang bagi siswa untuk, bereksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi,
penilaian dan pengaturan alokasi waktu. Pada pelaksanaan kegiatan penutup guru
melakukan refleksi dengan baik. Keberhasilan pembelajaran bercerita dengan
menggunakan media wayang karton dapat diketahui dari hasil unjuk kerja siswa.
Dari daftar nilai milik guru dapat diketahui bahwa 93% siswa mampu mencapai
nilai KKM. Siswa yang belum mencapai nilai KKM dapat mencapai nilai KKM
setelah mengikuti remidi.
Guru disarankan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai
dengan KTSP. Pembelajaran bercerita dengan menggunakan media wayang
karton merupakan hal yang cukup kreatif. Hal ini perlu dipertahankan dan terlebih
ditingkatkan misalnya dengan percobaan pembuatan media untuk kompetensi
dasar yang lain. Guru perlu mengembangkan pengetahuan dan potensi diri agar
bisa meningkatkan kualitas kinerja profesinya. Peneliti lain disarankan
mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan
pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada ketrampilan berbahasa yang
lain.