SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR-UNSUR INSTRINSIK CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS XII MAN BANGKALAN

Uswatun Hasanah

Abstrak


ABSTRAK

 

Hasanah, Uswatun. 2010. Peningkatan Kemampuan Menganalisis Unsur-unsur Instrinsik Cerpen dengan Menggunakan Metode Two Stay Two Stray Siswa Kelas XII MAN Bangkalan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Azizatuz Zahro, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, two stay two stray, unsur-unusr instrinsik cerpen

 

Salah satu permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di MAN Bangkalan adalah hasil belajar yang kurang memuaskan terutama pada kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur instrinsik cerpen. Selain itu, pada saat belajar kelompok siswa cenderung ramai dan tugas yang diberikan oleh guru hanya dikerjakan oleh beberapa orang saja. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pembagian kerja yang merata dalam kelompok sehingga berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur instrinsik cerpen. Kondisi ini yang ditemukan di kelas XII IPA-1 yang menjadi tempat dilakukannya tindakan. Nilai siswa IPA-1 yang belum memenuhi SKM juga dijadikan pertimbangan dijadikannya IPA-1 sebagai tempat melakukan penelitian. Hal tersebut diketahui berdasarkan nilai siswa yang belum memenuhi SKM individual sebesar 70.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23-31 Oktober 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di dalam kelas. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menganlisis unsur-unsur instrinsik cerpen.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Two Stay Two Stray dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur instrinsik cerpen. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Siklus kedua dilakukan berdasarkan pertimbangan refleksi yang dilakukan pada siklus I.

Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur instrinsik cerpen mengalami peningkatan setelah diterapkannya metode Two Stay Two Stray. Peningkatan terjadi setelah dilakukannya proses pembelajaran dengan menggunakan Two Stay Two Stray yaitu dari 61,77% menjadi 78,12%. Peningkatan juga terjadi dari siklus I ke siklus II, yaitu dari persentase rata-rata skor siswa secara individu 78,12% menjadi 80, 52%, sedangkan secara kelompok 73,7% menjadi 76,12%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan metode Two Stay Two Stray hendaknya diterapkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bekerja kelompok. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dilakukan penelitian yang sama terhadap kompetensi dasar yang lain dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.