SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Mewarnai Untuk Anak Usia TK Berbasis Seni Budaya Lokal Wayang Dengan Tokoh Hanoman.

Mohammad Totok Hartono

Abstrak


ABSTRAK
Hartono, Mohammad Totok. 2010. Pengembangan Buku Mewarnai Untuk Anak
Usia TK Berbasis Seni Budaya Lokal Wayang Dengan Tokoh Hanoman.
Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain,
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Iriaji,
M.Pd, (II) Drs. Andi Harisman.
Kata Kunci : Pengembangan, buku mewarnai, seni budaya lokal.
Pengembangan merupakan salah satu metode penelitian yang memuat
butir-butir : model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji coba produk.
Tujuan pengembangan buku mewarnai ini adalah untuk melestarikan dan
menanamkan rasa cinta sejak dini terhadap seni budaya lokal wayang khususnya
Hanoman kepada anak-anak usia dini/TK.
Buku mewarnai merupakan salah satu media pembelajaran bagi anak-anak
usia dini/TK. Buku mewarnai dengan tema kebudayaan yang terkandung
didalamnya dapat memberikan informasi kepada anak tentang budaya. Dalam
pengembangan ini, seni budaya lokal wayang khususnya tokoh Hanoman
digunakan untuk menunjukkan kepada anak tentang salah satu budaya lokal di
Indonesia. Sehingga anak dapat mengenal budayanya sendiri dengan baik.
Hanoman dalam pewayangan Jawa merupakan putera Bhatara Guru, Hanoman
menjadi murid dan anak angkat Bhatara Bayu. Hanoman sendiri merupakan tokoh
lintas generasi sejak zaman Rama sampai zaman Jayabaya
Model pengembangan ini merupakan model pengembangan prosedural
yang menerangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan produk.
Diawali dari studi pustaka, survei lapangan, penyusunan draf produk buku
dilanjutkan dengan uji kelayakan konseptual.
Hasil dari pengembangan ini menunjukkan bahwa produk buku mewarnai
yang telah dibuat cukup layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Wujud
produk pengembangan buku terdiri atas 10 halaman dengan warna dominan
kuning. Warna kuning dipilih karena warna tersebut merupakan salah satu warna
yang menarik bagi anak- anak. Untuk penjabaran produk buku mewarnai hasil
pengembangan adalah sebagai berikut : (1) sampul depan, (2) deskripsi singkat
tentang Hanoman, (3) judul, (4) bagian dalam, (5) editorial, (6) kata pengantar,
(7) daftar isi, (8) petunjuk mewarnai, (9) halaman vi, (10) menggambar, (11)
makan apel, (12) bermain gelembung sabun, (13) bermain di tepi pantai, (14)
bermain sepak bola, (15) bermain layang-layang, (16) memancing, (17) menyiram
bunga, (18) bermain scooter, (19) menyapu halaman, (20) tentang riwayat
pengembang, (21) sampul belakang.
Pengembangan ini merupakan langkah awal dari upaya penulis untuk
mengembangkan buku mewarna dengan muatan budaya lokal untuk anak-anak.
Berdasarkan pengembangan ini, dapat disarankan untuk pengembangan
selanjutnya, terutama yang berkaitan dengan media buku mewarnai bagi anak TK,
agar memasukkan unsur budaya lokal dalam produk yang dihasilkan.