SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ketidakadilan Gender dalam Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Munif

Donny Asmoro

Abstrak


Gender merupakan suatu ideologi yang melekat pada masyarakat yang dikonstruksikan secara sosial dan kultural sehingga menimbulkan perbedaan fungsi, peran, dan tanggung jawab berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan gender yang terjadi melalui proses yang sangat panjang dan didukung institusi sosial yang ada dalam masyarakat menyebabkan perbedaan hak, peran, dan status dalam relasi gender. Oleh karena itu, dalam relasi gender ada pihak yang dirugikan, terutama gender perempuan. Persoalan gender tak akan muncul apabila perbedaan-perbedaan gender berjalan selaras sehingga antara gender laki-laki dan perempuan dapat saling melengkapi dan menghargai. Persoalan muncul ketika ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam relasi gender telah melahirkan ketidakadilan terhadap perempuan. Implikasi lebih luas dari ketimpangan gender adalah perempuan banyak kehilangan hak dan kebebasannya dalam mengambil setiap keputusan baik itu yang menyangkut dirinya sendiri maupun masyarakat.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut; (1) bagaimanakah bentuk-bentuk marginalisasi perempuan dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif; (2) bagaimanakah bentuk-bentuk subordinasi perempuan dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif; (3) bagaimanakah bentuk-bentuk stereotipe perempuan dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif; dan (4) bagaimanakah bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan gender yang direpresentasikan dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang bentuk-bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotipe, dan kekerasan terhadap perempuan, dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dari penelitian ini berupa data verbal, yaitu paparan bahasa dari pernyataan tokoh yang berupa dialog dan monolog, serta narasi yang ada dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, karena data diperoleh dari dokumen yang berupa data verbal atau tulisan. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pelapor hasil penelitiannya. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif, terus menerus membaca, mengamati, dan mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya. Untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian, digunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data.

 

Dengan pendekatan sosiologi sastra, hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) marginalisasi direpresentasikan dalam bentuk pemiskinan perempuan dengan cara pelarangan untuk bekerja, serta penjualan perempuan usia muda dalam bentuk prostitusi; (2) subordinasi direpresentasikan dalam lingkup domestik (keluarga), dengan bentuk kaum lelaki bebas untuk menentukan dan memilih apa yang diinginkan baik dalam pendidikan, pekerjaan, perkawinan, dan sebagainya. Sedangkan perempuan tidak diberi kebebasan yang sama; (3) stereotipe yang ada mengindikasikan bahwa perempuan memiliki sifat penggoda, lemah, emosional, dan tidak rasional; (4) sementara kekerasan terhadap perempuan direpresentasikan dalam bentuk kekerasan fisik, mental, dan seksual.

Bagi pengajaran sastra, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengajaran sastra, dengan pendekatan sosiologi sastra sekaligus menjadi wahana untuk melatih kepekaan siswa terhadap masalah-masalah sosial. Selain itu, penelitian ini memperluas wawasan mahasiswa mengenai gender, agar dapat menjadi agen perubahan dengan melakukan penelitian lanjutan dengan tema gender, untuk mencapai tujuan kesetaraan gender. Sementara bagi peneliti lanjutan, hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan awal, untuk mengungkap lebih jauh tentang permasalahan gender dalam karya sastra.

Teks Penuh: DOC