SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KORELASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) DENGAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA SMA NEGERI 2 MALANG

Pungky Septiriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Septiriani, Pungky. 2017. Korelasi Kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dengan Kemampuan Literasi Informasi Siswa SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.

 

Kata Kunci: ekstrakurikuler, KIR, literasi informasi.

 

Hubungan kegiatan menulis karya ilmiah dengan kemampuan literasi informasi telah didiskusikan oleh para ahli sejak tahun 2004. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan tingkat hubungan kegiatan ekstrakurikuler KIR siswa SMA Negeri 2 Malang dengan kemampuan literasi informasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengukur kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR siswa, mengukur kemampuan literasi informasi siswa, dan mengukur hubungan kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa.

Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa anggota ekstrakurikuler KIR SMA Negeri 2 Malang. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik penyampelan jenuh atau penyampelan sensus, sehingga seluruh siswa anggota ekstrakurikuler KIR sebanyak 16 siswa dipilih menjadi populasi sekaligus sampel penelitian. Terdapat empat instrumen penelitian yaitu tes KIR, tes literasi informasi, angket KIR, dan angket literasi informasi. Data penelitian diwujudkan dalam bentuk skor. Uji daya beda, uji tingkat kesukaran soal, dan uji validitas isi dilakukan untuk memastikan keabsahan instrumen penelitian. Uji prasyarat analisis statistik yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan untuk menentukan jenis analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, siswa anggota KIR memiliki rata-rata skor kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan klasifikasi cukup (skor 1.38). Rata-rata terendah (skor 0) ditunjukkan oleh siswa dengan kualitas kurang. Rata-rata tertinggi (skor 3) ditunjukkan oleh siswa dengan kualitas baik. Sebanyak enam siswa (37.5%) memiliki kualitas kurang, sembilan siswa (56.25%) memiliki klasifikasi cukup, dan sisanya, satu orang siswa (6.25%) memiliki kualitas kegiatan KIR yang baik. Berdasarkan intensitas kegiatan, siswa dengan kualitas kurang menunjukkan intensitas kegiatan KIR yang paling rendah (20.37%) daripada siswa dengan kualitas cukup (56.8%) dan siswa berkualitas baik (100%). Berdasarkan keterampilan menulis karya ilmiah, siswa berkualitas cukup menunjukkan presentase paling rendah (49.26%) daripada keterampilan menulis karya ilmiah siswa dengan kualitas kurang (54.7%) dan keterampilan menulis karya ilmiah siswa dengan kualitas baik (60.82%).

Kedua, Kemampuan literasi informasi siswa tergolong pada kualifikasi cukup. Siswa anggota KIR yang aktif memiliki nilai kemampuan literasi informasi paling rendah (46.78%) daripada anggota kurang aktif (64.47%) dan anggota tidak aktif (56.11%). Variasi keaktifan siswa tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan literasi informasi mereka.

Ketiga, terdapat hubungan positif antara kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa SMA Negeri 2 Malang. Hasil perhitungan statistik menunjukkan koefisien korelasi (rhitung) sebesar 0.101 < rtabel (2.15) dan nilai signifikansi sebesar 0.709 > 0.05. Derajat signifikansi yang menunjukkan hubungan yang lemah terjadi akibat adanya faktor-faktor yang memengaruhi kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi siswa, yaitu (1) motivasi siswa, (2) program kegiatan ekstrakurikuler KIR itu sendiri, (3) iklim belajar di sekolah, (4) kompetensi guru, dan (5) jumlah data, (6) kondisi personal siswa, serta (7) lingkungan belajar siswa.

Berdasarkan kesimpulan penelitian saran yang dapat dihasilkan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi siswa meliputi, (1) pembina ekstrakurikuler KIR dapat menyisipkan latihan kemampuan literasi informasi pada kegiatan menulis karya ilmiah untuk meningkatkan kualitas tulisan siswa, (2) guru mata pelajaran bahasa Indonesia dapat menyisipkan latihan kemampuan literasi informasi pada setiap materi menulis dan ikut berpartisipasi dalam pembinaan kegiatan ekstrakurikuler KIR di sekolah, dan (3) peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang kualitas ekstrakurikuler KIR dan kemampuan literasi informasi di sekolah yang berbeda dengan memperhatikan jumlah responden pada masing-masing variasi kualitas kegiatan KIR siswa untuk memperoleh kestabilan nilai pada masing-masing tingkatan kualitas.