SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

penggunaan bahasa pada teks deskripsi karya siswa kelas VII SMP Negeri Malang

Ayyuhal Albi

Abstrak


ABSTRAK

Albi, Ayyuhal. 2017. Penggunaan Bahasa dalam Teks Deskripsi Karya Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.

Kata Kunci: penggunaan bahasa, teks deskripsi, citraan

Bahasa merupakan sarana untuk menguraikan hasil pikiran yang dituangkan dalam bentuk kalimat. Bahasa didapat melalui aktivitas berpikir sehingga berbahasa bukanlah hal mudah. Dalam menyusun teks deskripsi guna mempengaruhi sensitivitas pembaca, dibutuhkan bahasa yang sesuai dengan penggambaran keadaan objek sebenarnya. Penggunaan bahasa yang baik dan tepat menjadi penilaian pertama yang dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu teks deskripsi.

Teks deskripsi merupakan jenis karangan yang mengharuskan penggambaran objek dilakukan secara rinci serta lebih menonjolkan emosi daripada pikiran. Pada teks deskripsi, siswa dituntut untuk dapat bercerita dan mendeskripsikan secara mandiri terhadap objek yang diamati dengan tujuan menciptakan impresi pada pembaca. Penciptaan impresi tersebut tidak mudah untuk dilakukan karena memerlukan penggunaan kata yang tepat sehingga teks deskripsi dianggap penting. Berbicara teks deskripsi berarti berbicara tentang citraan karena isi teks deskripsi menggambarkan tentang objek hasil tangkapan panca indra. Citra dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu citra visual, citra auditif, dan citra suasana. Ketiga citra tersebut terdapat dalam teks deskripsi. Citra visual merupakan penggambaran terhadap objek berdasarkan hasil tangkapan indra penglihatan. Citra auditif merupakan penggambaran suara dari objek hasil tangkapan indra pendengaran yang bertujuan agar pembaca ikut mendengar hal yang digambarkan. Citra suasana merupakan keadaan yang menggambarkan keadaan disekitar objek berdasarkan hasil pengamatan panca indra. 

Fokus penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam memaparkan citra visual, citra auditif, dan citra suasana dalam teks deskripsi karya siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif yang disusun dengan jenis penelitian analisis isi. Data penelitian ini berupa penggalan-penggalan teks deskripsi yang memperlihatkan penggunaan bahasa dalam memaparkan citra visual, citra auditif, dan citra suasana yang didapatkan dari teks deskripsi utuh siswa kelas VII B dan C. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah dokumen, dengan instrumen kunci yakni peneliti sendiri dan instrumen penunjang, antara lain panduan identifikasi data dokumenter, panduan kodefikasi data, panduan identifikasi data, dan panduan analisis data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk memeriksa keabsahan temuan dilakukan dengan teknik ketekunan atau keajengan pengamatan, diskusi, saran dan bantuan dosen pembimbing, dan triangulasi dengan penyidik atau peneliti lain.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh tiga simpulan. Pertama, penggunaan bahasa dalam memaparkan citra visual pada teks deskripsi, banyak dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, penggambaran objek difigurasikan, serta pengungkapan perasaan terhadap objek hasil tangkapan indra penglihatan, cenderung kearah positif. Kedua, penggunaan bahasa dalam memaparkan citra auditif pada teks deskripsi siswa digambarkan dengan pemberian contoh terhadap bunyi-bunyi tertentu serta bunyi-bunyi tersebut difigurasikan. Ketiga, penggunaan bahasa dalam memaparkan citra suasana pada teks deskripsi siswa digambarkan dengan kalimat yang hampir sama terhadap dua objek yang berbeda dengan hasil penggambaran, yakni satu penggambaran suasana pada satu teks deskripsi dan satu penggambaran suasana yang disertai unsur emosi pada teks deskripsi lainnya. Kesimpulan penelitian ini secara keseluruhan adalah penggunaan bahasa dalam memaparkan citra visual, citra auditif, dan citra suasana sangat beragam. Siswa menggambarkan objek yang berbeda dengan gaya penceritaan yang berbeda. Akan tetapi, bahasa yang digunakan masih tergolong sederhana.

Berdasarkan simpulan terdapat tiga saran. Pertama, guru bahasa Indonesia disarankan untuk memperhatikan penggunaan bahasa siswa dalam mendeskripsikan objek, hal, atau keadaan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan rujukan untuk menentukan metode serta media pembelajaran yang tepat. Kedua, siswa disarankan untuk memperdalam pengetahuan tentang penggunaan bahasa, dengan cara memperbanyak menulis menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan meningkatkan kreativitas dan ketelitian dalam memilih dan mengolah kata pada teks deskripsi. Ketiga, peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam tentang penggunaan bahasa dalam teks deskripsi, karena bahasa di dalam teks deskripsi masih banyak yang dapat diteliti dan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan.