SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

karakteristik teks negosiasi karangan siswa kelas X SMAN 2 Pasuruan

hindun iva nur rohmah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohmah, Hindun Iva Nur. 2017. Karakteristik Teks Negosiasi Karangan Siswa Kelas X SMAN 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Suparno.

 

Kata kunci: teks negosiasi, struktur, ciri kebahasaan

Teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial guna mencapai kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang berkepentingan. Teks negosiasi memiliki struktur dan ciri kebahasaan. Struktur teks negosiasi adalah orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Adapun ciri kebahasaan teks negosiasi adalah kesantunan berbahasa, kalimat persuasif, dan pasangan tuturan.Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik teks negosiasi karangan siswa kelas X SMAN 2 Pasuruan dengan subfokusyang menyertainya, yaitu mendeskripsikan struktur dan ciri kebahasaan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis teks. Data penelitian ini adalah data verbal yang berupa teks dan unsur-unsur pembentuk teks karya siswa menunjukkan struktur dan ciri kebahasaan. Sumber data penelitian ini adalah teks negosiasi karangan siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah panduan identifikasi data. Instrumen untuk menganalisis data adalah panduan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik indentifikasi data.

Karakteristik struktur teks negosiasi terdiri dari bagian struktur dan struktur. Pada bagian struktur teks negosiasi dapat dijelaskan (1) orientasi ditemukanlima variasi pola meliputi tuturan salam, izin, perintah, pertanyaan, dan ajakan. (2) pengajuan ditemukan tiga variasi pola meliputi (a) penyampaian keinginan, (b) pertanyaan harga barang, dan (c) penyampaian keinginan dan pertanyaan harga barang. (3) penawaran ditemukandua variasi pola meliputiargumen harga barang danargumen alternatif lain. (4) persetujuan ditemukan tiga variasi meliputi persetujuan ditulis dengan (a) pernyataan langsung, (b) pernyataan tidak langsung, dan (c) pernyataan tidak langsung secara terpaksa. (5) penutup ditulis dengan dua variasi meliputi tuturan (a) ucapan terima kasih dan (b) ucapan terima kasih dan perintah. Pada struktur teks negosiasi dijelaskan kelengkapan dan pola penyajian struktur. Pola penyajian meliputi temuan (a) struktur ditulis secara urut, (b) variasi jumlah pengajuan dan (c) variasi jumlah penawaran. Variasi bagian struktur dan struktur tersebut terdapat pada teks negosiasi yang ditulis sesuai dengan teori. Terdapat temuan variasi baru pada teks negosiasi yang ditulis tidak sesuai teori. Temuan tersebut meliputi bagian orientasi ditulis dengan penawaran barang, bagian penawaran ditulis dengan membandingkan harga dan cara membayar, bagian penutup ditulis dengan permohonan izin. Selain itu, terdapat struktur yang ditulis lengkap dan tidak lengkap. Terdapat pula struktur yang ditulis urut dan tidak urut.

Karakteristik ciri kebahasaan teks negosiasi meliputi (1) kesantunan berbahasa terwujud pada bahasa santun. Bahasa santun ditunjukkan pada penggunaan kata sapaan, perintah, ucapan terima kasih, permohonan, dan tuturan implisit.(2) kalimat persuasif ditulis dengan lima variasi, yaitu keunggulan barang, perbandingan, ajakan, potongan harga, dan permohonan. (3) pasangan tuturan yang terdapat pada karya siswa sebanyak delapan macam. Setiap karangan tediri dari 6-11 pasangan tuturan. Karakteristik ciri kebahasaan tersebut terdapat pada teks negosiasi yang ditulis sesuai dengan teori. Terdapat temuan pada teks negosiasi yang ditulis tidak sesuai dengan teori yang meliputi teks negosiasi ditulis dengan bahasa tidak santun, tidak memiliki kalimat persuasif, serta terdapat dua pasangan tuturan baru.

 

Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi peneliti lain adalah dapat meneliti tentang teks negosiasi dari segi lain misalnya mengembangkan media ataupun meneliti kosakata percakapan dalam teks negosiasi. Selain itu, peneliti dapat melakukan penelitian tentang karakteristik untuk jenis teks lain. Bagi guru bahasa Indonesia dapat mengembangkan variasi contoh dan latihan dalam menulis teks negosiasi. Selain itu, guru dapat mencontohkan penggunaan bahasa santun dan tidak santun dalam berkomunikasi. Guru dapat merevisi struktur dan karakteristik teks negosiasi untuk bahan ajar bagi siswa.