SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Berliterasi Siswa di Sekolah

Erni Tri Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Erni Tri. 2017. Perilaku Berliterasi Siswa di Sekolah. Skripsi,

Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Jurusan

Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing

Prof. Dr. Suyono, M.Pd.       

 

Kata Kunci: literasi, perilaku berliterasi, literasi siswa di sekolah

Literasi pada mulanya dimaknai sebagai melek aksara. Kemudian makna tersebut meluas menjadi kepahaman seseorang terkait informasi yang tertuang dalam media tulis. Literasi dapat terjadi dalam semua lingkup kehidupan, salah satunya adalah melalui pendidikan atau sekolah. Literasi di sekolah atau literasi akademik ditunjukkan dengan inti kegiatan membaca, berpikir kritis dan menulis. Salah satu tujuan pembudayaan literasi adalah untuk meningkatkan perilaku berliterasi siswa di sekolah. Perilaku berliterasi menjadi indikasi untuk mengetahui perkembangan budaya literasi di sekolah. Oleh karena itu sebagai langkah untuk memajukan literasi siswa maka perlu adanya untuk mengetahui secara menyeluruh perilaku berliterasi siswa yang ada di sekolah dalam berbagai dimensi. Dimensi perilaku tersebut yaitu mencangkup kesadaran, keterampilan, kegemaran serta budaya. Tujuan dalam penelitian ini ada dua hal, yaitu mendeskripsikan (1) perilaku berliterasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) perilaku berliterasi siswa  di luar pembelajaran.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan  di SMAN 5 Malang, SMAN 8 Malang,dan SMAN 7 Malang. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah guru, petugas perpustakaan, siswa kelas 10 dan 11 sebagai narasumber, perpustakaan, lingkungan sekolah, lingkungan kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan dalam GLS. Instrumen yang digunakan oleh peneliti meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara dan angket siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa perilaku berliterasi siswa terjadi dalam empat dimensi, yaitu (1) kesadaran mengamati penjelasan guru sebelum menulis atau menganalisis teks, kesadaran berdiskusi sebelum menulis atau menganalisis teks, kesadaran menyediakan dan menggunakan buku penunjang pembelajaran, kesadaran menggunakan internet sebagai sumber menulis maupu menganalisis teks, (2) keterampilan membuat peta konsep atau kerangka sebelum menulis maupun menganalisi teks, keterampilan dalam menulis teks berupa teks bahasa, sastra maupun ilmiah dalam pembelajaran, keterampilan membacakan hasil menulis atau menganalisis teks dn keterampilan memperbaiki hasil menulis atau menganalisis teks, (3) kegemaran membaca dan merangkum buku dalam pembelajaran, kegemaran menyediakan buku referensi tambahan selain dari buku penunjang wajib untuk sumber ide menulis,  dan (4)  budaya membaca, merangkum dan menulis dalam pembelajaran tanpa adanya perintah guru. Perilaku berliterasi di luar pembelajaran diterapkan dalam empat dimensi, yaitu (1) kesadaran dalam berkunjung ke perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi dalam menulis, kesadaran memmanfaatkan waktu luang untuk membaca di sudut-sudut sekolah, kesadaran mengikuti kegiatan literasi secara rutin, kesadaran menyediakan buku-buku penunjang kegiatan literasi dalam pojok baca kelas, (2) keterampilan menulis karya sastra atau ilmiah dalam majalah sekolah,  keterampilan menulis karya sastra atau ilmiah mading sekolah dan mading kelas, keterampilan menulis karya sastra atau ilmiah untuk disumbangkan sebagai koleksi perpustakaan, keterampilan menulis ikhtisar dan melisankan hasil membaca pada saat gerakan literasi di sekolah, (3) kegemaran mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), kegemaran mengikuti kegiatan jurnalistik, kegemaran mengikuti lomba-lomba berbasis literasi saat perayaan HUT sekolah atau HUT RI, kegemaran menulis atau melisankan hasil membaca lebih dari satu buku saat kegiatan gerakan literasi di sekolah, dan (4) budaya membaca, menulis dan melisankan hasil membaca saat kegiatan literasi secara rutin tanpa perintah guru dan budaya mencerna informasi melalui sumber-sumber informasi berupa poster, papan pengumunan, mading, dan lain-lain di lingkungan sekolah.

Penelitian ini memberikan manfaat dan acuan bagi kepala sekolah, guru, siswa dan peneliti lain. Bagi kepala sekolah, supaya lebih memperhatikan pengelolaan, sarana dan kegiatan literasi agar mampu memaksimalkan perilaku berliterasi yang ada dalam aspek akademik maupun non akademik. Bagi guru supaya lebih memperhatikan mempertegas, dan mengarahkan  siswa dalam kegiatan  pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler dan GLS guna mengkondisikan perilaku berliterasi siswa agar semakin baik. Bagi siswa supaya lebih memaksimalkan perilaku berliterasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia maupun pembelajaran lainnya, di luar pembelajaran dan dalam GLS dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Bagi peneliti lain supaya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai perilaku berliterasi siswa di sekolah yang tidak hanya pada jenjang SMA atau pembelajaran Bahasa Indonesia saja.

 

ABSTRACT

Wulandari, Erni Tri. 2017. Student’s Literacy Behavior at School. Undergraduate Thesis, Study Program of Indonesian and Regional Language Education and Literature, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang, Advisor Prof. Dr. Suyono, M.Pd.

 

Keywords: literacy, literacy behavior, student’s literacy at school

Literacy was at first interpreted as literate. Then the meaning was extended to be a person's understanding of the information contained in the written media. Literacy can occur in all scopes of life, one of which is through education or school. Literacy at school or academic literacy is demonstrated by the reading, critical thinking and writing core. Academic literacy is seen as an important thing that needs to be nurtured and cultivated at school. One of the goals of cultivating literacy is to improve students' literacy behavior at schools. Cultural behavior of literacy at schools can occur in academic and non academic scopes. Literacy behavior becomes an indication to know the development of literacy culture at school. By knowing the development of literacy behavior and forms of literacy behavior of students we will also know the development of existing literacy culture at school. Therefore, as a step to advance students’ literacy, it is necessary to know thoroughly the literacy behavior of students at schools in various dimensions. Dimensions of that behavior include awareness, skills, passions and culture. The objectives of this research were two points which described (1) students' literacy behavior in learning Indonesian, (2) students' literacy behavior out of learning activities.

The method used in this research was qualitative research with descriptive research design. This research was conducted at SMAN 5 Malang, SMAN 8 Malang, and SMAN 7 Malang. Data sources used by researchers were teachers, librarians, 10th and 11th grade students as resource persons, libraries, school environment, classroom environment in Indonesian language learning and in GLS. Instruments used by researchers included observation guidelines, interview guidelines and student questionnaires. Data collection techniques were observation, interview and questionnaire. The research data were three (1) teachers' and students' opinion about students' literacy behavior condition during learning, (2) teacher's opinion, librarian and student about student's literacy behavior out of learning including within the library, (3) teachers' and students' opinions about students' literacy behavior during the literacy movement at school. Data analysis techniques used were data reduction, data presentation and conclusion.

Based on the results of data explanation and discussion, it obtained the conclusion that the literacy behavior of students occured in four dimensions, namely (1) awareness to observe teacher explanation before writing or analyzing texts, awareness of discussion before writing or analyzing texts, awareness of providing and using instructional learning book, awareness using internet As a source of writing and analyzing texts, (2) skill-making sketches before writing or analyzing texts, writing skills in text, literary or scientific texts in learning, reading or writing skills, or analyzing texts and improving the results of writing or analyzing Text, (3) the penchant for reading and summarizing books in learning, the penchant provides additional reference books aside from the compulsory textbooks for the source of writing ideas, and (4) the culture of reading, summarizing and writing in learning without the instruction of the teacher. Behavior outside of learning is implemented in four dimensions, namely (1) awareness in visiting the library to read and seek references in writing, awareness to use free time to read in the corners of the school, awareness of regular literacy activities, (2) literary or scientific writing skills in school magazines, literary or scientific writing skills of school magazine and class mading, literary or scientific writing skills to contribute as library collections, writing skills, overview and (3) passion to follow extracurricular activities KIR (Youth Scientific Group), penchant for journalistic activities, passion to follow literacy-based competitions during school anniversary celebration or HUT RI, penchant for writing or oral reading, and  (4) the culture of reading, writing and speaking of reading results during routine literacy activities without the teacher's instruction and culture digesting information through informational sources such as posters, billboards, mading, others in the school environment.

 

This research provides benefits and reference for principals, teachers, students and other researchers. For the principals, they are advised to pay more attention to the management, facilities and activities of literacy in order to be able to maximize existing literacy behavior in academic and non academic aspects. For teachers, they need to pay more attention to emphasize, and direct students in learning activities, extracurricular activities and GLS in order to condition student's literacy behavior to be better. For students, they are encouraged to maximize their literacy behavior in learning Indonesian and other lessons, beyond learning and in the GLS by utilizing existing facilities. For other researchers, they are expected to be able to conduct deeper research on the literacy behavior of students at schools that are not only at the level of high school or Indonesian language learning.