SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kemampuan Memberi Tanggapan dalam Gerakan Literasi di Sekolah dengan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Bagi Siswa SMPN 5 Malang

Nur Okni Hartani

Abstrak


ABSTRAK

 

Hartani, Nur Okni. 2017. Hubungan Kemampuan Memberi Tanggapan dalam Gerakan Literasi di Sekolah dengan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Siswa SMPN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.    

 

Kata Kunci: gerakan literasi sekolah, kemampuan menulis, dan teks ulasan.

Kegiatan membaca dan menulis paling banyak dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut saling berkaitan karena dengan membiasakan membaca dapat memunculkan ide untuk suatu kreativitas salah satunya menulis. Dalam rangka mengembangkan warga yang literat di lingkungan sekolah, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa gerakan literasi di sekolah. Gerakan literasi di sekolah merupakan sebuah upaya yang menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat seperti memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, yakni membaca dan menulis dalam tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Jika ada tahap pembiasaan kemudian dilanjutkan pada tahap pengembangan, maka siswa akan terbiasa untuk membaca buku nonpelajaran kemudian berlatih memberi tanggapan melalui tulisan di jurnal harian. Hal ini akan membuat siswa mempunyai bekal yang lebih untuk menulis teks ulasan pada tahap pembelajaran dalam gerakan literasi di sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, kemampuan menulis teks ulasan, dan mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian korelasi. Sumber data diperoleh dari siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 6 SMP Negeri 5 Malang yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu tes tulis berupa esai untuk kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dan tes tulis berupa esai untuk kemampuan menulis teks ulasan. Data yang diperoleh ada dua, yaitu data memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dan data menulis teks ulasan berupa tes tulis yang diwujudkan dalam bentuk skor. Analisis hasil penelitian ini menggunakan analisis korelasi.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang tergolong cukup baik. Dari 30 siswa, 2 siswa (6,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah sangat baik, 15 siswa (49,9%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah baik, 8 siswa (26,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah cukup baik, 3 siswa (10,0%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah kurang baik, 2 siswa (6,7%) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah sangat kurang baik, dan nilai rata-rata kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, yaitu 77,43. Kedua, kemampuan menulis teks ulasan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang tergolong baik. Dari 30 siswa, 14 siswa (46,6%) menulis teks ulasan sangat baik, 6 siswa (20,0%) menulis teks ulasan baik, 3 siswa (10,0%) menulis teks ulasan cukup baik, 3 siswa (10,0%) menulis teks ulasan kurang baik, 4 siswa (13,4%) menulis teks ulasan sangat kurang baik, dan nilai rata-rata kemampuan menulis teks ulasan, yaitu 82,53. Ketiga, kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan menulis teks ulasan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Malang. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan sebesar 0,020 dan indeks korelasi sebesar 0,917 menunjukkan semakin tinggi nilai kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah, maka semakin tinggi pula kemampuan menulis teks ulasan. Tingkat signifikansi dan indeks korelasi menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara (X) kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan (Y) kemampuan menulis teks ulasan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dari buku yang dibaca siswa setiap hari pada tahap pembiasaan kemudian berlatih memberi tanggapan melalui tulisan di jurnal harian yang tergolong cukup baik pada tahap pengembangan inilah yang dapat dijadikan faktor pendukung kelancaran menulis teks ulasan dengan baik pada tahap pembelajaran. Apabila seorang dangkal akan pengetahuan dan tidak pernah dilatih memberi tanggapan melalui tulisan, maka sudah tentu mengalami kesulitan dalam menulis, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan memberi tanggapan dalam gerakan literasi di sekolah dengan kemampuan menulis teks ulasan. Saran yang diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, bagi sekolah diharapkan untuk terus menerapkan gerakan literasi di sekolah setiap hari agar menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Kedua, bagi guru diharapkan untuk mampu meneruskan kebiasaan membaca dan berlatih menulis dalam tahap pembelajaran bahasa Indonesia, misalnya menggunakan metode atau media pembelajaran yang dapat menarik dan meningkatkan kebiasaan membaca serta berlatih menulis siswa. Ketiga, bagi siswa SMP Negeri 5 Malang diharapkan terus membiasakan membaca buku nonpelajaran kemudian berlatih menulis tentang tanggapan dari buku yang dibaca. Jika siswa memiliki kemampuan tersebut, maka pengetahuan dan pengalaman memberikan tanggapan melalui tulisan yang dimiliki akan lebih luas dan dapat dijadikan modal dalam menulis teks ulasan.

 

ABSTRACT

Hartani, Nur Okni. 2017. Relationship Ability Giving Response in Movement Literacy in School with Text Writing Capability Student Reviews SMPN 5 Malang. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang, Advisor: Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd

 

Keywords: School literacy movements, writing skills, and review text.

Reading and writing activities are mostly do in Bahasa Indonesi lesson. These activities are related because this can be used  in reding and bring the idea to creativity in writting. In order to develop literate citizens in the school environment, the government issued a policy of literacy movement in schools.  Leteracy  in school is an effort to makes the school as a learning organization whose citizens are life-long literate such as understanding and using something intelligently through various activities, namely reading and writing in the stage of habituation, development stage, and the learning stage. If there is a habituation stage then proceed at the developt this stage, then the students will be accustomed to reading non-learning books and then practice giving feedback through writing in daily journals. This will make students get  more understanding to write review text at the learning stage in the literacy movement at school.

This research have a purpose to describe for  give responses in the literacy movement in schools, these ability to write a review text, and to understand whether there is a significant relationship between the ability and respond in the literacy movement in schools with the ability to write text reviews of students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang. The hypothesis in this research have connection significant relationship between the ability respond in literacy movement in schools to write a review text.

This research uses quantitative approach and correlation research design. Source of  this data get from the students of class VIII SMP Negeri 5 Malang. The sample in this research is the students of class VIII 6 SMP Negeri 5 Malang consist of 30 students. The instruments used in collecting data, such as written test in the form of essay for the ability to respond in the literacy movement in school and writing test in the form of essay for the ability to write a review text. The data got from two source, first, the data give responses in the literacy movement in schools and data writing text reviews in the form of written tests are manifested in the form of scores. Second, analysis of the results of this study using correlation analysis.

Based on the results of data analysis, the reseaecher got  three  results as a follows: First, the ability to give responses in the literacy movement at school in the 7th grade students of SMP Negeri 5 Malang was quite good. From  30 students, 2 students (6.7%) ability to respond in literacy movement in school was very good, 15 students (49,9%)  was good, 8 students (26,7%) school was quite well, 3 students (10.0%) was  not good, 2 students (6.7%) was  not very good, and the average value of the ability to respond in the literacy movement at school, that is 77.43. Second, the ability to write a reviewed  text on students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang was good. Out of 30 students, 14 students (46.6%) wrote was excellent review text, 6 students (20.0%) wrote good review text, 3 students (10.0%)  quite well, 3 students (10, 0%) wrote poorly reviewed text, 4 students (13.4%) wrote a very poorly reviewed text, and the average score of writing ability was 82.53. Third, the ability to respond in the literacy movement in schools has a significant relationship with the ability to write a review text on students of grade VIII SMP Negeri 5 Malang. This can be seen from the level of significance between the ability to respond in the literacy movement in schools with the ability to wrote a review text of 0.020 and correlation index of 0.917 shows the higher the score of the ability to respond in the literacy movement in schools, the higher the ability to write a review text. The level of significance and correlation index indicated that there is a significant relationship between (X) the ability to respond in the literacy movement in schools with (Y) the ability to write a review text.

 

Based on the results of this research, can be concluded that the knowledged  from books  that students read every day at the stage of habituation and practice was to give responses through the article in the daily journal that was quite good, at this stage of development that can be a factor supporting the smooth writing of the text with a good review at the learning stage. If a superficial for knowledge and never trained to respond through writing, then certainly have difficulty in writing, so there is a significant relationship between the ability to respond in the literacy movement in school with the ability to write a review text. Suggestion gived in this research as follows;  First, for school  was expected to continued for  applyed the literacy movement at school every day to gived a habit for reading and writing in the school environment. Second, for  the teacher was expected  to be able to continued reading and practice of writing in the learning phase of Indonesian  language lesson, for example using methods or learning media that can attract and improve reading habits and practice writing students. Third, for students of SMP Negeri 5 Malang is expected to continue used reading non-learning books and then  practice writing about the response of books which they have read. If the student has the ability and knowledged experience of responding through the writings this can be used in writing the review text.