SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Problematika Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Jenjang Sekolah Menengah Atas di Kota Malang

Trisnadi Mirwan

Abstrak


ABSTRAK

 

Mirwan, Trisnadi. 2017. Problematika Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Jenjang Sekolah Menengah Atas di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malng. Pembimbing Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd

 

Kata Kunci: gerakan literasi sekolah,problematika, sekolah menengah atas

Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Penerapan GLS di lapangan mengalami problematika dalam tahap-tahap penerapannya, yakni tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Oleh karena itu, fokus dari penelitian ini yakni mendekripsikan (1) implementasi dan problematika gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan, (2) implementasi dan problematika gerakan literasi sekolah pada tahap pengembangan dan (3) implementasi dan problematika gerakan literasi sekolah pada tahap pembelajaran.

Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di lima sekolah menengah atas di Kota Malang. Sumber data guru, petugas perpustakaan, siswa kelas X, XI dan XII sebagai narasumber, perpustakaan, dan dokumen data buku. Instrumen penilaian meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, angket siswa, dan pedoman analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Wujud data penelitian ada lima, yaitu (1) hasil wawancara guru, petugas perpustakaan, tim literasi dan wawancara siswa, (2) hasil wawanacara guru dan tim literasi sekolah mengenai kegiatan literasi di sekolah, tahap kegiatan literasi dan minat baca siswa, (3) hasil wawancara perpustakaan mengenai kegiatan literasi di perpustakaan, (4) pendapat siswa mengenai minat baca yang terekam dalam transkrip wawancara dan hasil analisis angket, (5) ragam buku dan keadaan di perpustakaan yang terekam dalam bentuk dokumen. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian problematika implementasi pada tahap pembiasaan dibagi menjadi empat hal yaitu sumber buku, ragam buku, kegiatan membaca dan lingkungan literasi. Problematika sumber buku berupa kurangnya pemerolehan bahan bacaan bersumber dari luar perpustakaan sekolah. Selain itu, pengadaan lingkungan literasi dalam rangka pengadaan dan pengembangan lingkungan fisik yakni buku-buku nonpelajaran yang masih kurang. Selanjutnya, pengawasan dan penerapan kegiatan literasi membaca di awal pembelajaran masih dikesampingkan demi pembelajaran. Permasalahan fasilitas literasi berupa area baca, sudut baca, poster literasi dan perpustakaan sekolah. Area baca dan sudut baca yang belum tersedia, poster gerakan membaca masih kurang di lingkungan sekolah dan permasalahan perpustakaan yaitu penataan ruang, sistem aplikasi dan sumber daya manusia.

Problematika tahap pengembangan gerakan literasi sekolah dibagi menjadi dua, yakni iklim literasi sekolah dan pembentukan tim literasi. Problematika tahap pengembangan berupa pelaksanaan iklim literasi yang masih belum menarik minat siswa dikarenakan kegiatan literasi dianggap membosankan. Problematika pembentukan tim literasi yaitu permasalahan efektifitas kegiatan membaca buku nonfiksi agar terjadi keseimbangan antara bahan bacaan fiksi dan nonfiksi. Kegiatan literasi yang dilakukan berulang-ulang setiap hari kegiatan literasi membuat siswa merasa bosan maka dari itu, diperlukan kreativitas atau inovasi dan minat baca siswa yang masih kurang.

Problematika tahap pembelajaran berupa kegiatan literasi yang masih belum diterapkan dalam pembelajaran. Selanjutnya, problematika pada tahap ini berupa kerjasama tim literasi yang masih belum bekerjasama dengan pihak orang tua dalam rangka membiasakan siswa membaca buku. Peran orang tua dalam perkembangan literasi siswa dalam mendorong kebiasaan membaca.

 

Penelitian ini bermanfaat bagi pemerintah, kepala sekolah, guru, siswa dan peneliti lain dalam membahas permasalahanpenerapan gerakan literasi sekolah. Bagi pemerintah bermanfaatmembuat kebijakan mempermudah sekolah dalam menerapkan gerakan literasi sekolah Bagi kepala sekolah supaya menerapkan kegiatan literasi lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa di lingkungan sekolah dan membuat kebijakan berupa kegiatan membaca yang dilaksanakan secara rutin. Bagi guru supaya menerapkan kegiatan membaca yang menarik bagi siswa, mengembangkan kemampuan membaca siswa dalam pembelajaran dan memberikan contoh mencintai kegiatan membaca.Bagi siswa supaya mencintai kegiatan membaca buku, sering mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku danmengetahui manfaat dari kegiatan membaca buku.Bagi peneliti lain supaya penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi penelitian lain mengenai pelaksanaan gerakan literasi sekolah jenjang sekolah menengah atas.